RADAR KUDUS - Bukan kebetulan. Nama Igor Henrique da Silva Costa kembali menghantui PSIS Semarang.
Striker asal Brasil ini lagi-lagi mencetak hattrick spektakuler ke gawang Mahesa Jenar saat Persiku Kudus menang 3-0 dalam laga pekan ke-10 Championship Liga 2 2025 di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Selasa (11/11/2025).
Menariknya, ini bukan kali pertama Igor mempermalukan PSIS. Dalam laga pembuka Pegadaian Championship 2025 di Stadion Jatidiri Semarang (14/9/2025), sang bomber juga memborong tiga gol ke gawang yang sama dan membuat PSIS takluk 0-4 di kandang sendiri. Dua kali bertemu, dua kali hattrick — PSIS seolah menjadi korban favorit Igor.
Tiga Gol, Tiga Bola Mati: PSIS Tak Belajar dari Kesalahan
Pertandingan di Wergu Wetan berjalan intens sejak menit awal. PSIS sempat tampil agresif, namun justru kecolongan pada menit ke-17. Tendangan bebas akurat dari Igor Henrique melesat mulus ke pojok gawang Raka Octa Bernanda.
Seolah déjà vu, gol kedua pun tercipta dari situasi serupa. Pada menit ke-63, umpan matang Sandi Sute dari tendangan bebas berhasil disambut dengan sempurna oleh Igor, menggandakan keunggulan Persiku.
PSIS yang mencoba keluar dari tekanan justru tampil frustrasi. Serangan demi serangan mereka mudah dibaca lini belakang Persiku yang tampil solid. Di masa injury time, Igor menutup pesta golnya — lagi-lagi lewat situasi bola mati. Kali ini tandukan mautnya menit 94’ memastikan kemenangan telak 3-0 bagi Macan Muria.
Mahesa Jenar Terpuruk, Persiku Naik Daun
Hasil ini membuat PSIS Semarang semakin terpuruk di dasar klasemen dengan hanya dua poin dari sepuluh laga. Sementara Persiku Kudus, yang semula terseok di papan bawah, kini merangsek naik dengan tujuh poin, melampaui Persipal FC.
Kekalahan ini menegaskan betapa rapuhnya pertahanan PSIS musim ini. Dalam dua pertemuan melawan Persiku, mereka kebobolan tujuh gol tanpa balas, enam di antaranya diciptakan oleh satu pemain yang sama — Igor Henrique.
Baca Juga: 3 Pemain Persib Diisukan Diincar PSIS Semarang Usai Akuisisi Bos Malut United
Bukan Sekadar Keberuntungan: Igor, Mesin Gol Bola Mati
Jika biasanya hattrick lahir dari permainan terbuka, Igor menunjukkan hal berbeda. Tiga golnya ke gawang PSIS semuanya lahir dari situasi bola mati. Ini membuktikan kehebatan eksekusi serta kecerdasannya membaca momentum.
Tak hanya klinis di depan gawang, Igor juga menjadi poros permainan Persiku. Ia mampu memancing pelanggaran, mengatur ritme serangan, hingga memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
Bagi suporter Persiku, nama Igor kini menjadi simbol kebangkitan. Sementara bagi fans PSIS, sosok ini mungkin akan lama mereka ingat — bukan karena decak kagum, melainkan trauma berulang.
PSIS Masih Tanpa Arah, Persiku Makin Percaya Diri
Sementara Persiku Kudus merayakan kemenangan besar di kandang sendiri, PSIS masih mencari jati diri. Permainan mereka tampak tidak terkoordinasi, lini tengah kehilangan kreativitas, dan barisan belakang terlalu mudah ditembus.
Pelatih Persiku, Alfiat, memuji kerja keras anak asuhnya. “Ini bukan hanya kemenangan, tapi hasil disiplin dan fokus sepanjang pertandingan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa meski menang besar, timnya tidak boleh cepat puas.
Sementara itu, kubu PSIS enggan banyak berkomentar. Beberapa pemain tampak tertunduk lesu meninggalkan lapangan — menyadari bahwa ini kali kedua mereka dibungkam lawan yang sama dengan cara yang sama.
Dua hattrick dalam dua laga melawan PSIS membuat Igor Henrique kini menjadi mimpi buruk abadi bagi Mahesa Jenar.
Bagi Persiku Kudus, striker asal Brasil itu bukan sekadar penyerang, tapi simbol dari mental juara dan keberanian menantang arus.
PSIS Semarang kini harus bangkit sebelum terlambat. Sebab jika tidak, nama Igor Henrique akan terus melekat sebagai sosok yang menandai kejatuhan mereka — baik di kandang sendiri maupun di Wergu Wetan.
Editor : Mahendra Aditya