Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bos Baru Belum Bawa Berkah! PSIS Semarang Babak Belur, Persiku Kudus Berpesta di Kandang 3-0

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 12 November 2025 | 00:54 WIB
Logo PSIS
Logo PSIS

RADAR KUDUS - Kabar akuisisi PSIS Semarang oleh bos Malut United, David Glenn, sempat menyalakan secercah harapan bagi para pendukung Mahesa Jenar.

Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Harapan itu seolah berubah menjadi ironi setelah PSIS kembali menelan kekalahan telak 0-3 dari Persiku Kudus pada laga pekan ke-10 Liga 2 Championship, Selasa (11/11/2025).

Di Stadion Wergu Wetan, Kudus, para pemain PSIS seolah kehilangan arah permainan. Sementara itu, tuan rumah tampil penuh semangat, menyalakan bara semangat Macan Muria di hadapan ribuan suporter fanatik.

Baca Juga: Igor Henrique Mengamuk! Persiku Kudus Bantai PSIS Semarang 3-0, Mahesa Jenar Kian Terpuruk!

Hattrick Maut Igor Henrique: Luka Baru untuk Mahesa Jenar

Sore itu, nama Igor Henrique da Silva Costa menjadi momok menakutkan bagi lini belakang PSIS. Penyerang asal Brasil tersebut mencetak hattrick sensasional — semua golnya lahir dari skema bola mati.

Tendangan bebas mematikan, sundulan presisi, dan kejelian membaca ruang menjadikan dirinya bintang mutlak dalam kemenangan 3-0 Persiku Kudus.

Gol pertama lahir di menit ke-17 lewat sepakan bebas melengkung yang menembus pertahanan PSIS. Gol kedua datang di menit ke-62 lewat sundulan keras hasil umpan matang Sandi Sute. Dan puncaknya, di menit ke-94, Igor menutup pesta gol dengan tandukan maut yang menembus gawang Raka Octa Bernanda.

Stadion Wergu Wetan pun bergemuruh. Sorak kemenangan menggema, sementara PSIS hanya bisa tertunduk lesu di tengah lapangan.

PSIS: Dari Klub Legendaris ke Tim yang Kehilangan Identitas

Kekalahan ini bukan sekadar menambah catatan buruk PSIS — tetapi juga mempertegas keterpurukan mereka di musim ini. Dari 10 pertandingan, Mahesa Jenar hanya mampu mengoleksi dua poin tanpa satu pun kemenangan.

Ironisnya, kabar mengenai rencana akuisisi klub oleh bos Malut United justru datang bersamaan dengan deretan hasil buruk di lapangan. Harapan untuk bangkit di bawah kepemilikan baru seolah tak berpengaruh terhadap performa tim yang terus merosot.

Publik sepak bola Semarang pun mulai mempertanyakan arah manajemen PSIS. Meskipun rumor akuisisi oleh David Glenn membawa euforia di kalangan suporter, hasil di lapangan justru menunjukkan sebaliknya — PSIS semakin kehilangan taring dan jati diri.

Baca Juga: Kabar Gembira! Bantuan Subsidi Upah Rp600 Ribu Disalurkan, Begini Cara Cek dan Syarat Terbarunya!

Sorotan Suporter: “Kami Butuh Perubahan Nyata”

Gelombang reaksi dari pendukung PSIS mewarnai jagat media sosial. Banyak di antara mereka yang menyuarakan kekecewaan dan kelelahan menghadapi performa tim yang terus menurun.

“Kalau benar diambil alih bos Malut United, semoga bukan cuma ganti nama atau uang besar. Kami butuh tim yang bermental juara,” tulis salah satu akun pendukung di platform X (Twitter).

Sebelumnya, sejumlah perwakilan dari manajemen Malut United, termasuk Asghar Saleh, sempat menemui suporter PSIS di Semarang, Kamis (6/11/2025).

Pertemuan itu disebut sebagai sinyal kuat akan terjadinya akuisisi. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menegaskan kepastian transaksi tersebut.

Persiku Kudus Naik, PSIS Semakin Tenggelam

Sementara PSIS terus terpuruk, Persiku Kudus justru menunjukkan grafik menanjak. Kemenangan atas PSIS mengangkat posisi mereka ke papan tengah klasemen dengan torehan tujuh poin, melampaui beberapa tim pesaing.

Pelatih Persiku memuji kinerja timnya, terutama Igor Henrique yang tampil gemilang. “Dia bukan hanya pencetak gol, tapi pembawa semangat tim. Kami ingin terus konsisten dan menatap laga berikut dengan percaya diri,” ujar sang pelatih usai pertandingan.

Sebaliknya, PSIS tampak seperti kapal tanpa nakhoda. Bos baru mungkin sudah menunggu di pelabuhan, tapi jika nahkoda dan kru tak berbenah, kapal besar bernama Mahesa Jenar ini bisa benar-benar karam sebelum musim berakhir.

Akankah Bos Malut United Jadi Penyelamat atau Sekadar Penonton?

Pertanyaan besar kini menggantung di benak pendukung PSIS Semarang: apakah kehadiran David Glenn benar-benar akan membawa perubahan, atau justru menjadi wacana kosong yang tak berdampak?

Jika PSIS tak segera melakukan perombakan besar-besaran — baik dari sisi manajemen, strategi, hingga mental pemain — bukan tak mungkin klub kebanggaan warga Semarang ini akan semakin terjerumus dan kehilangan pamornya di pentas sepak bola nasional.

Yang jelas, malam kelam di Kudus menjadi cermin getir bagi Mahesa Jenar: uang dan akuisisi tak berarti apa-apa tanpa kerja nyata di lapangan.

Editor : Mahendra Aditya
#klasemen Liga 2 2025 #hasil Persiku Kudus vs PSIS Semarang #persiku kudus #PSIS Semarang #Persiku Kudus vs PSIS Semarang #Igor Henrique hattrick