RADAR KUDUS – Manajemen Madura United FC resmi memberhentikan Alfredo Vera dari jabatan pelatih kepala.
Langkah tersebut diambil setelah tim dianggap gagal menunjukkan performa memuaskan sepanjang kompetisi BRI Super League 2025–2026.
Manajer Madura United, Umar Wachdin, menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan internal klub.
Baca Juga: Kudus Muncul sebagai Kiblat Fashion Lokal, Pertumbuhan Ekonomi Melesat
“Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi internal manajemen,” ujar Umar di Pamekasan, Senin (10/11), dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan bahwa selain menjadi pelatih utama, Alfredo juga menjabat sebagai Direktur Teknik Madura United.
Lewat evaluasi tersebut, klub memutuskan untuk mengembalikan Vera ke posisi semula sebagai direktur teknik.
“Kami sepakat menempatkan Alfredo kembali pada jabatan direktur teknik,” jelasnya.
Selama menukangi Madura United musim ini, eks pelatih Persebaya Surabaya itu dinilai belum mampu memberikan kestabilan permainan.
Laskar Sape Kerrab kerap kehilangan poin penting dan belum mampu mempertahankan hasil positif terutama di laga kandang.
Umar juga mengungkapkan bahwa sosok pengganti Alfredo telah tiba di Indonesia.
Baca Juga: Dominan di Etihad, Manchester City Bungkam Liverpool Tiga Gol Tanpa Balas
Saat ini, klub hanya menunggu proses administrasi sebelum pelatih baru tersebut diperkenalkan secara resmi.
Selama Alfredo tidak mendampingi tim dalam dua laga terakhir—kontra PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie (2/11) dan kemenangan 2–1 atas Persijap Jepara di SGMRP Pamekasan—tugas kepelatihan sementara dipegang oleh asisten pelatih Rakhmad Basuki.
Dengan keputusan ini, Alfredo menjadi pelatih ketiga yang berpisah dengan klub peserta Super League 2025/2026.
Sebelumnya, Semen Padang lebih dulu melepas Eduardo Almeida dan PSM Makassar mengakhiri kerja sama dengan Bernardo Tavares.
Manajemen menegaskan bahwa perubahan ini diperlukan untuk menjaga arah tim dan memperbaiki performa pada sisa musim.
Editor : Ali Mustofa