Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Laga Panas Persebaya vs Persik, Coach Eduardo Perez Ungkap Taktik Khusus

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 7 November 2025 | 00:43 WIB

 

Strategi Rahasia Eduardo Perez, Kedisiplinan Jadi Kunci Persebaya Menang
Strategi Rahasia Eduardo Perez, Kedisiplinan Jadi Kunci Persebaya Menang

SURABAYA – Menjelang laga sengit antara Persebaya Surabaya dan Persik Kediri di pekan ke-12 BRI Super League 2025/2026, pelatih kepala Eduardo Perez memberikan pesan tegas: “Disiplin adalah segalanya.”

Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (7/11) malam itu, diprediksi berjalan ketat. Kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk menjaga posisi di papan tengah klasemen.

Eduardo Perez, yang dikenal perfeksionis soal detail permainan, menekankan pentingnya kendali emosi dan disiplin taktik di lapangan, terlebih di era penggunaan VAR (Video Assistant Referee).

“Dengan adanya VAR, pemain harus sangat berhati-hati. Kontak kecil pun bisa dinilai pelanggaran jika interpretasi wasit berbeda,” ujarnya dalam sesi konferensi pers, Kamis (6/11).

Menurut pelatih asal Spanyol itu, keberadaan VAR memang membawa transparansi, namun juga menuntut pemain agar lebih bijak.

“Wasit punya sudut pandang berbeda-beda. Kedisiplinan dalam bereaksi menjadi kunci agar tim tidak dirugikan keputusan teknis,” lanjutnya.

Baca Juga: Head-to-Head Persebaya vs Persis Solo, Ancaman Kejutan Sambernyawa di Gelora Bung Tomo

Intensitas Tinggi Bukan Berarti Kasar

Eduardo mengakui gaya bermain Persebaya yang agresif dan penuh energi sering disalahartikan. Namun, ia menegaskan bahwa intensitas tinggi bukan sinonim dari permainan kasar.

“Kami bermain dengan tempo cepat dan pressing ketat, tapi bukan berarti kami bermain keras. Dalam momen tertentu, pelanggaran taktis memang dibutuhkan. Tapi jika wasit menilai berat, bisa berujung kartu,” jelasnya.

Ia mengingatkan anak asuhnya agar tetap fokus pada strategi dan mengontrol emosi di tengah tekanan pertandingan. Bagi Perez, satu kartu kuning yang tidak perlu bisa mengubah seluruh ritme permainan.

Meski waktu persiapan relatif singkat, Eduardo memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap tempur.

“Latihan terakhir berjalan baik. Kami fokus pada peningkatan taktik dan pemulihan kondisi pemain,” katanya.

Rotasi Pemain dan Ancaman dari Dua Pilar Asal Spanyol

Menyoal susunan pemain inti, Perez masih menutup rapat formasi yang akan diturunkan. Keputusan final, katanya, baru akan diambil beberapa jam sebelum kick-off.

“Semua pemain siap, termasuk Diego Mauricio. Saya puas dengan performa mereka di latihan, tapi tentu tidak semuanya bisa dimainkan bersamaan,” ujar Coach Edu sambil tersenyum.

Ia juga menyoroti kekuatan Persik Kediri, yang memiliki dua pemain asal Spanyol: Jose Enrique dan Imanol Garcia. Menurutnya, keberadaan keduanya memberi warna berbeda dalam permainan Macan Putih.

“Persik adalah tim berpengalaman. Mereka punya keseimbangan antara pemain muda dan senior, serta mental tanding yang kuat. Tapi kami juga datang dengan ambisi besar. Kami ingin membawa pulang poin,” tegas Perez.

Baca Juga: Prediksi Line-Up Persebaya vs Persis Solo, Duel Rivera vs Kodai Tanaka, Siapa yang Jadi Penentu?

Pemain Siap Tempur, Gali Freitas Pastikan Tim dalam Kondisi Prima

Dari sisi pemain, Gali Freitas, penyerang asal Timor Leste, memastikan skuad Persebaya dalam kondisi bugar meski jadwal padat. Setelah menghadapi Persis Solo, tim hanya memiliki sedikit waktu untuk pemulihan.

“Proses recovery berjalan lancar. Kami memang harus pandai menjaga stamina karena pertandingan berdekatan. Tapi semua pemain siap bertanding dan memberikan yang terbaik,” ungkapnya.

Freitas, yang kerap menjadi motor serangan sayap Bajol Ijo, menyebut bahwa atmosfer latihan di bawah asuhan Eduardo Perez sangat kompetitif. “Setiap sesi latihan seperti pertandingan. Semua ingin tampil maksimal agar mendapat kepercayaan pelatih,” tambahnya.

Tekanan, VAR, dan Jalan Menuju Kemenangan

Pertandingan melawan Persik bukan sekadar soal tiga poin, melainkan ujian mental dan disiplin bagi Persebaya. Dengan VAR yang siap menyorot setiap pelanggaran, kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

Perez menyadari tekanan besar itu, namun justru menjadikannya bahan bakar motivasi bagi timnya. “Kedisiplinan bukan hanya soal bertahan, tapi juga bagaimana kami membaca situasi, menjaga fokus, dan bereaksi dengan tenang di bawah tekanan,” tutupnya.

Laga ini akan menjadi pembuktian bagi Persebaya: apakah filosofi disiplin ala Eduardo Perez bisa menundukkan kecepatan dan pengalaman Persik Kediri di lapangan Gresik.

Editor : Mahendra Aditya
#jadwal pertandingan persebaya #eduardo perez #BRI Super League 2025 #Eduardo Perez Persebaya #BRI Super League #liga 1 #persebaya vs persik kediri