Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rating Pemain Tottenham vs Copenhagen di Liga Champions: Van de Ven Tertinggi dan Jadi Player of the Match

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 5 November 2025 | 14:29 WIB
Micky van de Ven saat merayakan golnya ke gawang Copenhagen
Micky van de Ven saat merayakan golnya ke gawang Copenhagen

RADAR KUDUS - Tottenham Hotspur kembali menggigit di pentas Eropa. Bermain di hadapan ribuan pendukung fanatik di Tottenham Hotspur Stadium, tim asuhan Thomas Frank menampilkan performa luar biasa dengan membantai FC Copenhagen 4-0 dalam laga fase grup Liga Champions 2025.

Empat gol lahir dari kaki Brennan Johnson (19’), Wilson Odobert (51’), Micky van de Ven (64’), dan João Palhinha (67’). Meski sempat bermain dengan sepuluh orang usai Johnson diganjar kartu merah, Spurs tetap tampil menggila.

Kemenangan ini bukan hanya soal angka di papan skor. Ini adalah pembuktian mental dan karakter—dari tim yang sebelumnya dihujani kritik menjadi pasukan yang kembali disegani.

Baca Juga: Tottenham Meledak di Liga Champions! Van de Ven Curi Sorotan dengan Gol Ajaib, Spurs Gilas Copenhagen 4-0!

Gol Van de Ven: Seni dari Seorang Bek

Dari Bek Tengah Jadi Maestro di Lapangan

Satu nama yang mencuri seluruh perhatian malam itu adalah Micky van de Ven. Dengan rating 9.04, ia dinobatkan sebagai Man of the Match — bukan karena kebetulan, melainkan karena penampilan sempurnanya.

Gol yang dicetaknya pada menit ke-64 bahkan terasa seperti karya seni. Dari area pertahanan sendiri, Van de Ven menggiring bola melewati lima pemain lawan, lalu melepaskan tendangan keras yang tak bisa dijangkau kiper Dominik Kotarski.

Stadion pun meledak. Dalam hitungan detik, pemain yang sempat dicibir karena sikap dinginnya usai kalah dari Chelsea kini dipuja bak pahlawan.

Satu gol, satu malam, cukup untuk mengubah narasi dari “bek yang cuek” menjadi “ikon baru kebangkitan Tottenham.”

Baca Juga: Rating Pemain Liverpool vs Real Madrid di Liga Champions, Mac Allister Cetak Satu-satunya Gol, Conor Bradley Jadi Player of the Match

Johnson Kartu Merah, Tapi Semangat Spurs Tak Padam

Bermain Sepuluh Orang, Justru Makin Ganas

Brennan Johnson awalnya membuka pesta dengan gol cepat, tapi segalanya berubah ketika ia dikartu merah langsung pada menit ke-57 akibat tekel keras.

Biasanya, momen seperti itu jadi titik balik kehancuran tim. Namun Spurs justru bereaksi sebaliknya.

Thomas Frank dengan cepat memasukkan João Palhinha menggantikan Xavi Simons untuk memperkuat lini tengah.

Hasilnya, permainan Spurs semakin disiplin sekaligus mematikan.
Palhinha bahkan menutup pesta dengan gol keempat, menegaskan bahwa Tottenham tak lagi mudah runtuh seperti dulu.

Micky van de Ven saat merayakan golnya ke gawang Copenhagen di Liga Champions
Micky van de Ven saat merayakan golnya ke gawang Copenhagen di Liga Champions

Dari Dihujat Jadi Diidolakan

Spurs Pulihkan Martabat London Utara

Empat hari sebelumnya, Tottenham kalah memalukan dari Chelsea. Para suporter bahkan mencemooh pemain mereka sendiri.

Namun kemenangan 4-0 ini menghapus semuanya.
Spurs kembali jadi tim yang cepat, agresif, dan tajam.

Wilson Odobert mencatatkan gol impresif di babak kedua, Van de Ven jadi bintang malam, dan Palhinha menutup dengan presisi maut. Bahkan Richarlison, meski gagal mengeksekusi penalti, tetap mendapat tepuk tangan karena kerja kerasnya di lini depan.

Seruan “Come On You Spurs!” menggema di seluruh stadion. London Utara pun kembali tersenyum.

Rating Pemain: Siapa yang Bersinar Paling Terang?

Analisis Lengkap Tottenham vs Copenhagen

Tottenham Hotspur:

Copenhagen:
Hampir semua pemain tampil di bawah standar. Kiper Kotarski sempat menggagalkan dua peluang emas, tapi empat kebobolan membuat performanya tak bisa diselamatkan.

Thomas Frank: Dari Tekanan ke Pembuktian

Strategi Baru, Energi Baru, Tottenham Baru

Usai laga, Thomas Frank menyebut kemenangan ini sebagai “pesan untuk semua orang yang meragukan Tottenham.”
Formasi yang lebih dinamis, pressing ketat, dan keberanian menurunkan pemain muda terbukti ampuh.

Kini, Spurs mengantongi 8 poin dari 4 pertandingan dan duduk nyaman di posisi ketujuh klasemen sementara Liga Champions. Dengan momentum seperti ini, peluang lolos ke 16 besar sangat terbuka lebar.

Kami tidak sempurna, tapi malam ini membuktikan Tottenham masih hidup,” ujar Frank dengan senyum lega.

Malam Pembalasan dan Kebangkitan

Tottenham tidak hanya menang — mereka mengirim pesan ke seluruh Eropa. Bahwa klub ini belum selesai. Bahwa semangat London Utara belum padam.

Dari hujan kritik menjadi hujan gol, dari rasa malu menjadi rasa bangga.
Dan malam itu, satu nama berdiri paling tinggi: Micky van de Ven — bek yang bermain seperti seniman.

Editor : Mahendra Aditya
#rating pemain Tottenham vs Copenhagen #Hasil Liga Champions 2025 #hasil liga champions #Micky Van de Ven #THOMAS FRANK #Liga Champions 2025 #Tottenham vs Copenhagen