RADAR KUDUS – Karier internasional bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, kembali menjadi sorotan.
Klub asal Turki, Manisa BBSK Volleyball, resmi mengumumkan pemutusan kontrak dengan sang opposite hitter pada 23 Oktober 2025, tanpa memberikan kompensasi finansial sedikit pun.
Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung melalui media sosial resmi klub, pada Selasa (28/10).
Dalam pernyataan tersebut, Manisa menilai Megawati telah melanggar kewajiban kontraktual karena tidak kembali ke Turki tiga hari setelah turnamen Livoli Divisi Utama selesai.
Padahal, Megawati baru saja menyelesaikan pertandingan terakhir bersama Surabaya Bank Jatim pada 18 Oktober. Namun, perubahan jadwal Livoli yang dimajukan membuat situasi menjadi rumit.
Pilih Mundur dengan Kesadaran Penuh
Tak butuh waktu lama, Megawati pun buka suara lewat unggahan Instagram Stories. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa keputusan mundur dari Manisa merupakan inisiatif pribadi, bukan desakan dari pihak manapun.
“Ini murni keputusan saya sendiri, bukan karena tekanan siapa pun. Semua dilakukan dengan kesepakatan bersama dan tanpa paksaan,” tulis atlet berusia 26 tahun itu.
Megawati menyebut langkah ini diambil demi fokus penuh pada persiapan SEA Games 2025 di Thailand, di mana ia akan menjadi andalan utama tim nasional voli putri Indonesia.
Jadwal Padat, Tubuh Lelah, dan Dilema Profesional
Manajer tim Bank Jatim, Johanes Koento Eko Pramono, membenarkan bahwa Megawati meminta penghentian kontrak dengan alasan ingin konsentrasi total di timnas.
“Keputusan Mega itu sudah melalui pertimbangan matang. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia di SEA Games,” ujar Koento kepada Jawa Pos (29/10).
Menurutnya, perubahan jadwal kompetisi Livoli menjadi pemicu utama kerumitan ini. Awalnya, Livoli dijadwalkan berakhir 2 November, namun dimajukan menjadi 19 Oktober agar timnas memiliki waktu lebih panjang untuk training camp (TC).
Masalahnya, kesepakatan perubahan jadwal itu baru terjadi 23 Agustus, seminggu setelah Mega menandatangani kontrak dengan Manisa. Akibatnya, jadwal keberangkatan dan pemulihan fisik Mega menjadi tidak sinkron dengan agenda klub Turki tersebut.
“Mega sempat mengalami kelelahan dan cedera lutut ringan karena intensitas pertandingan tinggi. Akhirnya dia memutuskan untuk fokus pemulihan dan latihan timnas,” jelas Koento.
Tak Ada Dendam, Tak Ada Drama
Meski diakhiri tanpa kompensasi, hubungan antara Megawati dan Manisa BBSK disebut tetap baik dan profesional. Pihak klub menghormati keputusan sang pemain, sementara Megawati pun berterima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Langkah mundur ini juga tidak menutup peluangnya untuk kembali bermain di luar negeri. Bank Jatim selaku klub domestik yang menaunginya menegaskan dukungan penuh jika ada tawaran dari luar.
“Kalau nanti ada kesempatan lagi ke luar negeri, kami sangat mendukung. Pintu selalu terbuka untuk Mega,” tegas Koento.
Fokus Pulih dan Kembali ke Timnas
Setelah resmi berpisah dari Manisa, Megawati dijadwalkan bergabung ke pemusatan latihan (TC) timnas di Medan paling cepat akhir pekan ini. Namun, kehadirannya masih menunggu hasil pemeriksaan lutut yang sempat bermasalah akibat overused pasca bermain di klub Korea, Jungkwanjang Red Sparks.
“Kalau pemeriksaannya lancar, kemungkinan Jumat atau Minggu depan Mega sudah bergabung di TC,” tambah Koento.
Jejak Prestasi Megawati di 2025
Tahun 2025 menjadi perjalanan penuh warna bagi Megawati Hangestri. Meskipun diwarnai kelelahan dan cedera, performanya tetap impresif:
-
Jungkwanjang Red Sparks (Korsel/V-League) – Runner-up
-
Gresik Petrokimia (Indonesia/Proliga) – Peringkat 3
-
Timnas Indonesia (SEA V League) – Posisi buncit
-
Surabaya Bank Jatim (Livoli Divisi Utama) – Peringkat 3
Rekam jejak tersebut menunjukkan betapa padatnya jadwal sang “Megatron” sepanjang tahun ini. Tak heran jika ia memilih memprioritaskan pemulihan dan performa optimal untuk membela Merah Putih di pentas SEA Games mendatang.
Fokus pada Emas, Bukan Drama
Keputusan Megawati mundur dari klub luar negeri jelas bukan langkah mundur, melainkan bentuk komitmen nasionalisme dan profesionalisme. Ia memilih berkorban demi membawa nama Indonesia di panggung Asia Tenggara.
Publik voli pun menaruh harapan besar padanya untuk memimpin timnas meraih medali emas setelah sekian lama tertinggal dari Thailand dan Vietnam.
Dengan semangat pantang menyerah dan rekam prestasi internasionalnya, Megawati diyakini akan menjadi motor kebangkitan voli putri Indonesia di SEA Games 2025.
Editor : Mahendra Aditya