Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bermain di Kandang Sendiri, Liverpool Tersingkir dari Piala Liga Inggris Usai Dihajar Crystal Palace 0-3 di Anfield

Ali Mustofa • Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:31 WIB
Liverpool akan menghadapi Crystal Palace di Community Shield 2025.
Liverpool akan menghadapi Crystal Palace di Community Shield 2025.

RADAR KUDUS – Langkah Liverpool di ajang Piala Liga Inggris musim 2025–2026 harus terhenti secara menyakitkan.

Bermain di kandang sendiri, Anfield, Kamis (30/10/2025) dini hari WIB, The Reds dipaksa menyerah 0-3 dari Crystal Palace pada babak keempat Carabao Cup.

Kekalahan ini menambah deretan hasil buruk pasukan Arne Slot yang kini telah menelan enam kekalahan dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terus Melemah, Kini di Level Rp 2,26 Juta per Gram

Dua gol dari Ismaila Sarr dan satu tambahan dari Yeremy Pino menjadi mimpi buruk bagi pendukung Liverpool yang memenuhi stadion.

Sejak peluit awal dibunyikan, Liverpool sebenarnya tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 59 persen.

Namun, dominasi itu tak mampu menghasilkan gol. Justru tim tamu tampil lebih efektif dalam serangan balik.

Dari 14 tembakan yang dilepaskan Crystal Palace, delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Peluang pertama Liverpool datang lewat sepakan Rio Ngumoha, namun bola masih melenceng tipis.

Kesalahan di lini belakang justru membuat Palace unggul lebih dulu melalui aksi Ismaila Sarr di menit ke-41.

Belum sempat bangkit, dua menit berselang, Sarr kembali menggetarkan jala gawang tuan rumah setelah menerima umpan matang dari Yeremy Pino. Skor 2-0 menutup babak pertama untuk keunggulan tim tamu.

Baca Juga: Pelantikan PD Forum TBM Jepara dan Talkshow Literasi: Perkuat Sinergi Literasi serta Ruang Aman untuk Anak dan Perempuan

Memasuki babak kedua, Liverpool berupaya mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan tempo permainan.

Namun malapetaka datang pada menit ke-79 ketika Amara Niallo diganjar kartu merah langsung setelah melanggar keras pemain lawan.

Unggul jumlah pemain, Palace semakin leluasa menekan pertahanan Liverpool.

Menit ke-88, Yeremy Pino menambah penderitaan The Reds lewat gol ketiga yang memastikan kemenangan telak 3-0 bagi tim asuhan Oliver Glasner.

Hasil ini membuat Liverpool kembali gagal melaju ke babak perempat final Carabao Cup. Kekalahan tersebut sekaligus memperpanjang catatan buruk mereka melawan Crystal Palace.

Baca Juga: Baznas Rembang Distribusi Pemberian Makanan Tambahan, Jambaniasi hingga Entaskan RTLH

Dalam tiga pertemuan musim ini, Liverpool selalu kalah—mulai dari Community Shield melalui adu penalti (2-3), di Premier League (1-2), hingga di Piala Liga Inggris (0-3).

Pelatih Arne Slot mengaku kecewa berat dengan hasil tersebut. Ia menilai rotasi pemain yang dilakukan menjadi salah satu faktor utama kegagalan timnya.

“Kekalahan selalu menyakitkan, apalagi saat harus tersingkir dari kompetisi. Tapi ini keputusan yang sama seperti musim lalu, memberikan kesempatan bagi pemain pelapis dan akademi,” ujar Slot dikutip dari laman resmi klub.

Slot menyoroti padatnya jadwal dan kondisi skuad yang terbatas akibat cedera.

“Kami kehilangan enam dari tujuh laga terakhir. Itu terlalu banyak. Ada alasan, tetapi tidak cukup untuk membenarkan performa kami,” tambahnya.

Manajer asal Belanda itu menegaskan bahwa Liverpool kini tengah dalam situasi sulit.

Beberapa pemain utama masih absen, sementara pemain baru belum beradaptasi sepenuhnya.

“Beberapa pemain masih kesulitan beradaptasi dengan intensitas Premier League dan Liga Champions yang sangat tinggi. Bermain tiga kali dalam sepekan tentu bukan hal mudah,” jelasnya.

Baca Juga: Naas, Pemuda Asal Kudus Jadi Korban Pembegalan, Motor Digasak Pelaku

Slot juga menyinggung kasus cedera dan kartu merah yang sering menimpa timnya dalam beberapa pekan terakhir.

“Saat melawan Southampton, Giovanni Leoni cedera. Hugo Ekitike juga mendapat dua kartu kuning. Sekarang kami hanya punya sekitar 15–16 pemain yang fit. Itu membuat kami harus menurunkan pemain muda di banyak laga,” ungkapnya.

Kendati demikian, Slot tetap menegaskan dirinya tidak menyesali keputusan merotasi skuad.

“Kompetisi ini memang selalu kami gunakan untuk memberi kesempatan pemain muda. Dengan skuad inti pun, kami belum tentu bisa menang melawan Palace. Jadi keputusan itu tetap saya anggap benar,” tegasnya.

Sementara di pertandingan lain, sejumlah klub besar Premier League memetik hasil berbeda.

Baca Juga: Alhamdulillah! Perjalanan KA Tujuan Grobogan Mulai Pulih, Jalur Semarang–Alastua Bisa Dilintasi Lagi

Arsenal menyingkirkan Brighton & Hove Albion lewat gol Ethan Nwaneri dan Bukayo Saka.

Manchester City menang 3-1 atas Swansea City berkat gol Jeremy Doku, Omar Marmoush, dan Rayan Cherki.

Sedangkan Chelsea menundukkan Wolverhampton Wanderers 4-3 dalam laga penuh drama di Stamford Bridge.

Di babak perempat final mendatang, Arsenal akan berhadapan dengan Crystal Palace, Chelsea menantang Cardiff City, Manchester City bersua Brentford, dan Newcastle United menghadapi Fulham.

Kekalahan telak ini menjadi sinyal bahaya bagi Liverpool yang tengah berjuang mengembalikan kepercayaan diri.

Dengan jadwal padat menghadapi Aston Villa akhir pekan ini, Arne Slot dituntut segera menemukan solusi agar The Reds tidak terus terpuruk di musim yang baru separuh jalan ini.

Editor : Ali Mustofa
#premier league #crystal palace #liverpool #piala liga inggris