Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PON Bela Diri Kudus 2025: Tinggal Sisa Tiga Cabor, Perebutan Medali Semakin Sengit

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:50 WIB

 

PERSAINGAN KETAT: Salah satu atlet pencak silat asal Jateng (Jateng) saat bertanding kemarin. Kontingen pencak silat Jateng berhasil menyabet juara umum.
PERSAINGAN KETAT: Salah satu atlet pencak silat asal Jateng (Jateng) saat bertanding kemarin. Kontingen pencak silat Jateng berhasil menyabet juara umum.

KUDUS – Persaingan PON Bela Diri Kudus 2025 antarkontingen semakin panas. Dipastikan dua cabang olahraga (cabor) yang belum dipertandingkan akan berlangsung cukup sengit.

Dua cabor yang belum dipertandingkan itu, meliputi wushu, karate, dan ju-jitsu. Pertandingan akan dilaksanakan hari ini.

Sementara itu, tabel perolehan medali lima besar dipastikan akan bergeser.

Saat ini, kontingen Jawa Barat menempati peringkat I sementara. Mereka mengoleksi 27 emas, 10 perak, dan 27 perunggu.

Di tempat kedua ada DKI Jakarta dengan perolehan 24 emas, 14 perak, dan 23 perunggu. Di tempat III ada Jawa Tengah dengan 18 medali, 20 perak, dan 33 perunggu.

Di posisi keempat ada Kalimantan Timur dengan perolehan 15 emas, 15 perak, dan 27 perunggu.

Sementara Jawa Timur di posisi ke lima dengan perolehan 13 medali emas, enam perak, dan tujuh perunggu.

Kontingen Jawa Tengah akan berpeluang terbuka dalam menambah emas. Salah satunya lewat cabor wushu.

Sebab, cabor tersebut merupakan andalan dari kontingen Jawa Tengah.

Seperti silat kontingen Jateng berhasil menjadi juara umum. Mereka meroleh enam emas. Padahal sebelumnya ditargetkan tiga medali saja.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menilai pelaksanaan PON Bela Diri 2025 di Kudus berjalan sukses dan menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara dunia olahraga, pemerintah daerah, serta sektor swasta melalui dukungan Djarum Foundation

Menurut Marciano, penyelenggaraan PON Bela Diri 2025 tidak hanya berhasil menghadirkan persaingan ketat antaratlet, tetapi juga memperlihatkan sinergi yang ideal antara pembinaan olahraga dan dukungan pihak swasta.

”Dengan dukungan yang besar, para atlet bisa menikmati dan merasakan indahnya Kota Kudus. PON Bela Diri ini, juga tidak akan berjalan tanpa dukungan dari Djarum Foundation,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan ajang ini, menjadi dasar bagi KONI pusat untuk menjadikan PON Bela Diri sebagai event dua tahunan ini.

Rencana tersebut, sudah dibahas bersama Djarum Foundation dan pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan pembinaan atlet bela diri di Indonesia.

Marciano menjelaskan, PON Bela Diri diharapkan bisa menjadi wadah seleksi nasional sekaligus tolak ukur pembinaan di berbagai cabang bela diri.

Ia menilai, kompetisi yang rutin dan terjadwal dapat membantu pelatih dan federasi melihat potensi atlet yang siap tampil di level nasional ataupun internasional.

”Insya Allah ajang ini akan digelar dua tahun sekali. Dengan semakin banyak event seperti ini, saya yakin prestasi atlet-atlet bela diri kita akan meningkat. Bukan hanya di SEA Games, tapi bisa sampai Asian Games dan Olimpiade,” ujar Marciano. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#cabang olahraga #medali emas #jawa tengah #PON Bela Diri