Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cabor Kempo di PON Bela Diri Kudus Berlangsung Kompetitif, NTT Jadi Unggulan

Redaksi Radar Kudus • Senin, 20 Oktober 2025 | 15:43 WIB

 

SENGIT: Dua atlet bertanding pada pertandingan shorinji kempo di Djarum Kaliputu Arena Kudus kemarin.
SENGIT: Dua atlet bertanding pada pertandingan shorinji kempo di Djarum Kaliputu Arena Kudus kemarin.

KUDUS – Cabang olahraga (cabor) shorinji kempo di PON Bela Diri Kudus telah digelar di Djarum Kaliputu Arena. Antusias pesertanya tinggi.

Selain itu, peta kekuatan kontingen di ajang PON bela diri ini, dipastikan merata.

Wakil Ketua Umum II Persatuan Kempo Seluruh Indonesia (Perkemi) Beni Sukawanto datang ke Kota Kretek.

Untuk meninjau ragam pertandingan nomor randori dan embu yang berlangsung. Sekaligus menjaring bibit-bibit atlet kempo dari berbagai daerah.

Dia melihat antusiasmenya peserta sangat bagus.  

Beni mengaku senang melihat tingginya perhatian para pengurus provinsi terhadap PON Bela Diri Kudus 2025.

Antusiasme itu, terlihat dari keikutsertaan mereka yang membawa atlet-atlet terbaik ke Kudus untuk memperebutkan total 96 medali.

Terdiri dari 28 emas, 28 perak, dan 40 perunggu.

”Kami juga surprise, bahkan 25 provinsi berpartisipasi. Berarti mereka menganggap event ini kelasnya sudah setara dengan ajang multi-event yang sudah biasa digelar di Indonesia,” katanya.

Sementara untuk persaingan kali ini, Beni melihat kompetitif. Kontingen unggulan datang dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, ada Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Tuan rumah Jawa Tengah mungkin baru mulai tumbuh lagi.

Jawa Tengah dilihat sudah lama tidak masuk di lima besar, tapi Beni optimistis melihat beberapa atlet kualitasnya sudah mulai bagus.

”Sementara untuk DKI Jakarta juga mulai recovery. Persaingan cukup ketat. Fairness-nya cukup bagus. Begitu pun spirit atletnya yang juga luar biasa. Artinya sportivitas tinggi,” katanya.

Wasit yang memimpin pertandingan juga baik dan tegas dalam menjalankan tugasnya. Beni melihat tidak ada satu pun yang memihak.

Beni yang juga menjabat sebagai director World Shorinji Kempo Organization berbagi pandangan seputar pengamatannya selama dua hari pelaksanaan pertandingan shorinji kempo di PON Bela Diri Kudus 2025.

Ia juga menyoroti terbukanya peluang bagi para atlet muda yang tampil pada ajang ini, untuk menembus Pelatnas Perkemi.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang menyaksikan mengatakan, ini lebih dari sekadar semangat kompetisi.

Penyelenggaraan berbagai cabang olah raga di satu lokasi seperti Djarum Arena, bukan hanya mampu membangkitkan gairah masyarakat terhadap olahraga, tetapi juga membuka peluang besar bagi tumbuhnya ekonomi di Kabupaten Kudus.

”UMKM dan para pelaku usaha kuliner misalnya, jadi laris. Para atlet, pelatih, atau pengunjung di acara PON Bela Diri ini, pasti mereka mencari makan sekitar lokasi event atau mencari suvenir di berbagai toko di Kudus. Termasuk penginapan,” katanya.

Sam’ani menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya menciptakan iklim investasi yang ramah demi mendukung kemajuan di sektor olahraga.

Ia menegaskan, berbagai kemudahan perizinan menjadi salah satu prioritasnya.

Terutama bagi investor di bidang perhotelan yang dapat memperkuat infrastruktur pariwisata olahraga di Kudus.

Ia mengapresiasi KONI pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kudus sebagai tuan rumah PON Bela Diri Kudus 2025.

Sekaligus mengungkap kabar gembira, bahwa ajang serupa direncanakan lagi digelar di Kudus pada 2027.

Pada hari kedelapan PON Bela Diri kemarin, ada tiga cabor yang dipertandingkan. Meliputi, cabor sambo, kempo, dan pencak silat. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#djarum #pertandingan #kempo #cabor #Kudus #PON Bela Diri