JEPARA – Persijap Jepara kembali menelan pil pahit di kandang sendiri setelah kalah tipis 1-2 dari Bali United FC dalam laga pekan ke-9 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (19/10) malam.
Meski tampil agresif di awal pertandingan, Laskar Kalinyamat gagal mempertahankan fokus dan harus rela kehilangan tiga poin di hadapan ribuan pendukungnya.
Persijap sebenarnya mampu menekan lebih dulu. Pada menit ke-34, Elvis Sakyi nyaris membuka keunggulan lewat tendangan keras dari depan kotak penalti, namun bola berhasil ditepis kiper Bali United.
Sayangnya, konsentrasi lini belakang Persijap buyar saat wasit memberikan tambahan waktu satu menit sebelum jeda turun minum.
Pada tambahan waktu tersebut, kesalahan di area pertahanan membuat gawang Laskar Kalinyamat akhirnya jebol. Bali United menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0, lewat gol yang dicipta Kadek Agung.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat dan emosi mulai memanas.
Namun, Wahyudi Hamisi diganjar kartu merah menyusul kartu kuning kedua yang diterimanya di menit ke-53, dan membuat Persijap harus menuntaskan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Persijap berupaya mengejar ketertinggalan dan mendapat peluang emas pada menit ke-75 setelah wasit menunjuk titik putih usai Najeeb Yakubu dilanggar di kotak penalti.
Setelah melakukan pemeriksaan VAR, keputusan penalti dikonfirmasi. Namun sayang, Alexis yang menjadi eksekutor gagal menuntaskannya, bola tendangannya ditepis oleh kiper Bali United.
Kebuntuan baru pecah di menit ke-84. Carlos Franca sukses menyamakan kedudukan 1-1 lewat aksi individunya dari sisi kanan, menukik satu pemain lawan sebelum melepaskan tembakan keras yang tak terbendung.
Namun hanya berselang satu menit, Bali United membalas. Jordy Dennis Bruijin sukses menggoyangkan gawang Persijap yang dijaga Rodrigo.
Serangan cepat yang dibangun dari lini tengah tersebut berujung gol, sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk tim tamu.
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Hati saya sakit. Kami benar-benar ingin menang, tapi kurang pengalaman menghadapi tim besar seperti Bali United,” ujar Lemos dengan nada kecewa.
Pihaknya mengaku telah berusaha keras, bahkan dengan sepuluh pemain. Menciptakan peluang demi peluang namun belum dapat berbuah gol kembali.
"Dapat penalti tapi tidak masuk, kami berhasil menyamakan kedudukan, tapi bisa kebobolan dalam waktu yang cukup singkat," sebutnya.
Menurutnya itu merupakan kenyataan yang sulit, terlebih ini meniadi kekalahan ketiga di kandang.
"Kami sudah berusaha, sekalipun dengan sepuluh pemain. Supporter berkorban, kami pun mengalami hal yang sama," ujarnya.
Pihaknya pun mengaku juga para pemain juga melakukan latihan tendangan penalti dalam setiap masa latihan.
"Tapi hari ini gak mau masuk ke gawang, sebenarnya butuh keberuntungan," katanya.
Pemain Persijap Jepara, Charlos Franca menyampaikan bahwa gol yang diciptakannya menjadi tidak penting, lantaran tim menurutnya ialah yang terpenting.
"Meskipun hasil tidak bagus, bukan berarti saat kami kalah kami salah, bukan berarti saat kami menang berarti itu benar," ujarnya.
Dari kubu lawan, pelatih Bali United, Johnny Jansen, memuji atmosfer laga dan perjuangan Persijap.
Menurutnya, pertandingan sangat intens. Fans Jepara luar biasa, tapi tim asuhannya bisa menjaga bola dan memanfaatkan peluang, terutama setelah kartu merah Hamisi.
“Kiper kami, Mike Hauptmeijer tampil fantastis. Meski kebobolan satu, dia membuat penyelamatan penting dan membantu tim menang,” sambungnya.
Dengan hasil ini, Persijap Jepara menelan kekalahan ketiga secara beruntun, sementara Bali United mengamankan tiga poin penting untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Laskar Kalinyamat akan mencoba bangkit pada laga berikutnya melawan Bhayangkara FC pada Senin (27/10).(fik)
Editor : Mahendra Aditya