RADAR KUDUS – Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat bentrok dengan Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Minggu dini hari.
Pertandingan ini menjadi penentu nasib kedua tim di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana kemenangan mutlak dibutuhkan agar peluang lolos tetap terjaga.
Irak datang dengan modal positif setelah menaklukkan Yordania 1-0 pada laga sebelumnya.
Baca Juga: Waspadai Teman Manipulatif dan Psikopat Sosial: Sahabat Bisa Menjadi Ancaman Tersembunyi
Sementara itu, Indonesia berusaha bangkit usai kalah tipis 2-3 dari Arab Saudi, hasil yang membuat posisi mereka di klasemen semakin tertekan.
Bagi skuad asuhan Patrick Kluivert, tiga poin menjadi harga mati.
Kemenangan dengan selisih gol besar akan menjaga asa Garuda untuk kembali mencicipi panggung Piala Dunia.
Sesuatu yang terakhir kali terjadi 87 tahun lalu ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda di tahun 1938.
Secara rekor pertemuan, Irak jauh lebih unggul. Dari enam laga terakhir sejak 2006, Indonesia belum pernah sekalipun menang.
Irak mencatat enam kemenangan beruntun, termasuk tiga kali mengalahkan Indonesia hanya dalam setahun terakhir.
Di ajang Kualifikasi Piala Dunia, Irak menang 5-1 di Basra (November 2023) dan kembali unggul 2-0 di Jakarta (Juni 2024). Sementara di Piala Asia Januari lalu, Garuda menyerah 1-3.
Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Mengenal Diri Sendiri Bisa Mengubah Hidupmu
Total selisih gol kedua tim dalam tujuh pertemuan terakhir mencapai 24-5, menggambarkan perbedaan kualitas dan efektivitas antara keduanya.
Meski begitu, pelatih Irak Graham Arnold menegaskan timnya tak boleh terlalu percaya diri.
“Kami menghormati Indonesia. Mereka punya pemain muda, cepat, dan bersemangat. Kami harus fokus sejak menit pertama,” ujarnya dalam konferensi pers jelang laga.
Arnold kemungkinan tetap mengandalkan Aymen Hussein di lini depan. Penyerang berusia 28 tahun itu telah mengoleksi delapan gol di babak kualifikasi dan menjadi tumpuan utama formasi 4-3-3.
Dukungan akan datang dari Ali Jasim, Mohanad Ali, serta Bashar Resan yang tampil konsisten di lini tengah.
Baca Juga: Mengenal Diri Sendiri Sebagai Awal Perjalanan Spiritual
Dari kubu Indonesia, sejumlah peningkatan terlihat pada efektivitas serangan.
Dalam tiga laga terakhir, Garuda mampu mencetak tujuh gol dari delapan peluang tepat sasaran.
Pemain lokal seperti Rizky Ridho dan Ramadhan Sananta menunjukkan progres positif, sedangkan trio naturalisasi Ragnar Oratmangoen, Kevin Diks, dan Thom Haye menambah keseimbangan antara pengalaman Eropa dan gaya Asia.
Namun, lini pertahanan tetap menjadi pekerjaan rumah utama.
Dalam lima pertemuan terakhir melawan Irak, Indonesia rata-rata kebobolan tiga gol per pertandingan, terutama dari bola mati dan duel udara — area yang kerap dimanfaatkan Irak.
Saat ini, Irak menempati posisi kedua klasemen Grup B di bawah Arab Saudi. Indonesia sendiri berada di posisi buncit tanpa poin.
Kekalahan di laga ini akan menghapus seluruh peluang Garuda menuju putaran berikutnya.
Patrick Kluivert menyadari beratnya situasi tersebut.
Baca Juga: Mengenal Allah SWT, Jalan Menuju Pemahaman Hakikat Kehidupan
“Kami tahu ini bukan pertandingan mudah, tapi kami tidak datang untuk menyerah. Satu kemenangan bisa mengubah segalanya,” ucap pelatih asal Belanda itu.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin di awal laga, karena Irak sering mencetak gol cepat di 15 menit pertama.
“Kami sudah menyiapkan strategi terbaik, dan hasilnya akan terlihat di lapangan. Setelah pertandingan baru saya bisa menjelaskan detailnya,” tambah Kluivert dengan nada penuh keyakinan.
Laga melawan Irak bukan sekadar perebutan poin, melainkan ujian mental bagi tim muda Indonesia.
Dengan semangat dan disiplin tinggi, Garuda diharapkan mampu memberikan kejutan besar dan menjaga asa menuju Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Lomba Siskamling Kudus Bangkitkan Lagi Tradisi Ronda
Jika Indonesia kalah atau bermain imbang, peluang lolos akan tertutup. Namun jika mampu menundukkan Irak, itu bisa menjadi kejutan besar di Asia sekaligus tonggak baru dalam sejarah sepak bola nasional.
Pertandingan “hidup mati” ini akan berlangsung Minggu (12/10) pukul 02.30 WIB atau Sabtu malam waktu setempat di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Sebelumnya, Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi lewat dua gol penalti Kevin Diks, sedangkan tuan rumah mencetak tiga gol lewat Saleh Abu Al-Shamat dan Firas Al-Buraikan.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia belum mengoleksi poin di Grup B.
Meski peluang lolos menipis, secara matematis masih terbuka jika Indonesia menang atas Irak dan hasil laga terakhir antara Arab Saudi dan Irak berakhir sesuai skenario tertentu.
Berikut jadwal pertandingan:
Minggu (12/10)
Irak vs Indonesia – 02.30 WIB
Editor : Ali Mustofa