RADAR KUDUS — Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 2–3 dari Arab Saudi dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (9/10) dini hari WIB.
Dua gol Indonesia dicetak melalui titik putih oleh Kevin Diks pada menit ke-11 dan ke-88, sementara tim tuan rumah membalas lewat sepakan jarak jauh Waheb Saleh (17’), serta dua gol Feras Al Brikan (36’ dan 62’).
Dengan hasil ini, Skuad Garuda terpuruk di dasar klasemen Grup B tanpa poin, sedangkan Arab Saudi naik ke puncak dengan tiga angka.
Baca Juga: Lini Sayap Jadi Lubang, Timnas Indonesia Gagal Pertahankan Keunggulan di Jeddah
Kekalahan ini semakin memperkecil peluang Indonesia untuk menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Meski begitu, harapan belum sepenuhnya tertutup. Masih ada satu laga tersisa di putaran keempat melawan Irak pada 12 Oktober mendatang.
Jika mampu meraih kemenangan besar, Indonesia berpotensi menjadi juara grup atau minimal runner-up untuk melangkah ke fase berikutnya.
Berikut lima skenario yang dapat membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Arab Saudi:
-
Indonesia menang atas Irak dengan selisih dua gol, sementara Irak menundukkan Arab Saudi dengan selisih satu gol — Indonesia jadi juara grup.
-
Jika menang atas Irak dengan selisih dua gol dan Irak juga mengalahkan Arab Saudi dua gol, Indonesia tetap jadi juara grup.
-
Jika Indonesia unggul dua gol atas Irak dan Irak menekuk Arab Saudi tiga gol, juara grup ditentukan dari produktivitas gol.
-
Jika kemenangan Indonesia dua gol dan Irak menang atas Arab Saudi empat gol, Irak juara grup, Indonesia runner-up.
-
Jika Indonesia menang dua gol atas Irak, sedangkan Arab Saudi bermain imbang atau menang dari Irak, maka Arab Saudi juara grup dan Indonesia runner-up.
Sayangnya, penampilan lini pertahanan Indonesia saat menghadapi Arab Saudi, terutama di sisi kanan, menjadi titik lemah yang dimanfaatkan lawan.
Sepanjang pertandingan, serangan Arab Saudi banyak mengalir dari sektor tersebut.
Yakob Sayuri yang ditempatkan sebagai bek kanan terlihat kewalahan menghadapi kecepatan dan kombinasi permainan Feras Al Brikan serta Salem Al Dawsari.
Pada menit ke-21, Al Dawsari dengan mudah menembus sisi kanan, bahkan sempat membuat kapten Jay Idzes tampak kesal dan memberi teguran kepada Sayuri.
Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Kalah Tipis, Tapi Masih Punya Harapan
Menit ke-30, ancaman besar kembali datang dari area itu ketika sepakan Abu Al Shamat membentur mistar gawang.
Gol penyama kedudukan bagi Arab Saudi juga berawal dari situasi Sayuri yang kalah cepat dari Al Brikan hingga berujung penalti.
Di babak kedua, kelemahan di sisi kanan makin terlihat. Serangan cepat Al Shamat menghasilkan peluang matang, dan tak lama kemudian gol ketiga Arab Saudi tercipta setelah bola muntah hasil sepakan keras Al Juwayr disambar Al Brikan yang luput dari pengawalan.
Lini kanan Indonesia kembali porak-poranda pada menit ke-75 ketika kombinasi Aiman Yahya dan Al Dawsari dengan mudah menembus empat pemain Garuda.
Beruntung sepakan terakhir Al Dawsari masih bisa ditepis oleh kiper Maarten Paes.
Rangkaian situasi ini membuat keputusan pelatih Patrick Kluivert menurunkan Yakob Sayuri sebagai bek kanan dalam formasi empat bek menuai tanda tanya.
Meski punya kemampuan ofensif yang baik, Sayuri dinilai belum cukup solid dalam bertahan dan kerap kesulitan menahan pergerakan cepat pemain-pemain Arab Saudi.
Editor : Ali Mustofa