KUDUS - Persiku kembali menelan kekalahan di laga ketiga saat menjamu Persela Lamongan.
Lini belakang Persiku harus segera dievaluasi di tengah minimnya pemain yang mengalami cedera.
Dua gol Persela Lamongan yang terjadi hampir sama. Skema serang balik dengan umpan lambung terukur gagal diantisipasi oleh bek Persiku.
Lagi-lagi dalam skema terciptanya gol tersebut, Adam Malik memanfaatkan kecepatannya. Ia dua kali berhasil membuat repot Kandaimu.
Gol kedua, di menit akhir babak kedua, Kandaimu menjatuhkan Adam Malik.
Lewat keputusan VAR wasit memutuskan pelanggaran tersebut dengan menunjuk titik putih.
Pelatih harus bertindak dalam menyelesaikan permasalahan lini belakang. Apalagi Persiku akan bertandang ke kandang Deltras FC.
Opsi pergantian di lini belakang Persiku saat ini cukup minim. Dua pemain andalan Ivan Maric dan Aldo masih dibekap cedera.
Pelatih Persiku Alfiat mengakui proses terjadinya gol lawan karena serangan balik cepat.
Hal tersebut menjadi catatan dan evaluasi yang perlu dibenahi untuk laga selanjutnya.
"Kami akan evaluasi untuk laga selanjutnya. Kami meminta maaf atas hasil yang diperoleh," ungkapnya.
Alfiat menambahkan, perangkat pertandingan juga perlu dibenahi. Salah satunya adalah VAR yang perlu ditayangkan.
"Yang saya pertanyakan gol kedua tidak ada tayang video. Wasit tidak mengecek, ini menjadi evaluasi dan semoga ke depan bisa lebih baik," katanya.
Untuk langkah selanjutnya, Alfiat akan meningkatkan koordinasi lini belakang. Serta kedisiplinan pemain dalam mengawal setiap lini.
Dari tiga laga yang dijalani Persiku memetik satu kali hasil kemenangan. Serta dua kali kekalahan.
Persiku berada di peringkat tujuh klasemen sementara grup timur dengan mengoleksi tiga poin. (gal)