RADAR KUDUS - Pekan kelima Liga Italia musim 2025/2026 menghadirkan drama menarik.
Inter Milan sukses meraih tiga poin penting, sementara Juventus kembali kehilangan momentum.
Nerazzurri menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan kemenangan meyakinkan, sedangkan Si Nyonya Tua harus puas berbagi angka di hadapan pendukung sendiri.
Inter Milan Menaklukkan Cagliari di Sardinia
Di Stadion Unipol Domus, Minggu dinihari (28/9), Inter Milan tampil perkasa. Mereka membungkam tuan rumah Cagliari dengan skor 2-0. Lautaro Martinez kembali membuktikan dirinya sebagai mesin gol utama Nerazzurri.
Baru sembilan menit laga berjalan, Lautaro membuka pesta lewat sundulan presisi setelah menerima umpan silang matang dari Alessandro Bastoni. Itu menjadi gol ke-12 Lautaro sepanjang kariernya melawan Cagliari—rekor yang semakin menegaskan statusnya sebagai mimpi buruk bagi Rossoblu.
Meski terus menekan, Inter baru bisa menggandakan skor di menit ke-82. Federico Dimarco menusuk dari sisi kiri dan melepaskan umpan tarik cerdas.
Francesco Pio Esposito, penyerang muda yang baru masuk menggantikan Marcus Thuram, tanpa ragu menyontek bola ke gawang. Gol ini terasa istimewa: bukan hanya mengunci kemenangan, tetapi juga menjadi gol perdana Esposito di Serie A.
Cagliari Kehilangan Momentum
Sebelum menjamu Inter, Cagliari dalam tren positif dengan tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi. Namun, permainan solid mereka runtuh di hadapan dominasi Inter. Serangan demi serangan yang dibangun Zito Luvumbo dan rekan-rekan selalu patah di barisan belakang lawan.
Kekalahan ini membuat Cagliari tertahan di peringkat 10 klasemen dengan tujuh poin. Bagi pelatih Claudio Ranieri, hasil ini menjadi sinyal bahwa konsistensi tim masih perlu diuji, terutama saat menghadapi klub-klub papan atas.
Juventus Gagal Manfaatkan Dukungan Publik
Sementara itu di Turin, Juventus gagal menuai kemenangan meski tampil di depan tifosi sendiri. Menjamu Atalanta di Allianz Stadium, Sabtu malam, pasukan Igor Tudor harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Juventus sebenarnya tampil agresif sejak menit awal. Namun, pertahanan solid Atalanta yang dikawal Marco Carnesecchi membuat semua upaya Bianconeri mentah. Ketika sedang asyik menyerang, mereka justru kecolongan.
Pada masa injury time babak pertama, Kamaldeen Sulemana memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah.
Dengan kecepatan dan ketenangan, ia menusuk dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan rendah yang tak mampu dihentikan Michele Di Gregorio. Allianz Stadium terdiam, Juventus tertinggal 0-1.
Cabal Selamatkan Si Nyonya Tua
Di babak kedua, Juventus meningkatkan intensitas serangan. Namun baru di menit ke-78 mereka bisa menyamakan kedudukan. Juan Cabal, bek yang jarang mencetak gol, muncul sebagai penyelamat.
Berawal dari bola liar di kotak penalti, Cabal melepaskan tendangan keras yang menggetarkan gawang Atalanta. Gol itu seakan membangkitkan kembali semangat Juventus.
Namun, momentum itu tak mampu mereka maksimalkan. Hanya semenit setelah gol, Atalanta kehilangan Marten de Roon yang diusir wasit akibat kartu kuning kedua.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Juventus terus menggempur, tetapi serangan mereka selalu kandas. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-1.
Baca Juga: Imbang Lagi! Juventus Ditahan Atalanta, Cabal Jadi Pahlawan Setelah Nyaris Tumbang di Kandang
Juventus Kehilangan Kesempatan Emas
Tambahan satu poin membuat Juventus kini mengoleksi 11 poin dari lima pertandingan. Sayangnya, hasil itu belum cukup untuk menggeser Napoli dari puncak klasemen. Napoli masih unggul satu poin meski baru memainkan empat laga.
Situasi ini menjadi peringatan dini bagi Juventus. Mereka boleh saja belum terkalahkan, tetapi terlalu sering kehilangan poin membuat laju mereka terhambat.
Igor Tudor harus segera menemukan formula yang tepat agar Bianconeri bisa kembali konsisten jika ingin berbicara banyak dalam perburuan scudetto.
Atalanta Tetap Tangguh
Di sisi lain, hasil seri ini membuat Atalanta mempertahankan catatan tak terkalahkan musim ini. Dengan koleksi sembilan poin dari dua kemenangan dan tiga hasil imbang, mereka bertengger di peringkat enam.
Meskipun kehilangan kesempatan meraih kemenangan berharga di Turin, Gian Piero Gasperini patut berbangga.
Timnya mampu menahan tekanan Juventus bahkan ketika hanya bermain dengan 10 orang di akhir laga. Mentalitas itu bisa menjadi modal penting bagi Atalanta untuk menembus papan atas musim ini.
Baca Juga: Son Heung-min & Bouanga: Duet Maut LAFC yang Onfire di MLS, Akankah LAFC Hancurkan St. Louis Lagi?
Klasemen Liga Italia Pekan Kelima
Berikut posisi klasemen sementara Serie A setelah rangkaian pertandingan pekan kelima:
-
Napoli – 12 poin (4 laga)
-
Juventus – 11 poin (5 laga)
-
Cremonese – 9 poin (5 laga)
-
AS Roma – 9 poin (4 laga)
-
AC Milan – 9 poin (4 laga)
-
Atalanta – 9 poin (5 laga)
-
Inter Milan – 9 poin (5 laga)
-
Como – 8 poin (5 laga)
-
Cagliari – 7 poin (5 laga)
-
Udinese – 7 poin (4 laga)
Papan atas Serie A kini semakin padat. Enam tim sama-sama mengoleksi sembilan poin, hanya berbeda selisih gol.
Persaingan menuju puncak klasemen dipastikan kian sengit dalam pekan-pekan berikutnya.
Baca Juga: Klasemen MLS Wilayah Timur 2025 Terbaru, Inter Miami Gagal Pangkas Poin dengan Pemuncak Klasemen
Serie A Memanas Lebih Awal
Pekan kelima Serie A menghadirkan sinyal jelas: musim ini akan penuh kejutan.
Inter Milan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, Juventus masih bermasalah dengan efektivitas, sementara Napoli tetap tangguh di puncak meski belum bermain.
Kemenangan Inter dan kegagalan Juventus menjadi narasi utama yang mengubah dinamika papan atas.
Liga Italia bukan lagi sekadar pertarungan klasik, tetapi medan penuh drama yang menuntut konsistensi. Siapapun yang lengah akan langsung terlempar dari persaingan.
Editor : Mahendra Aditya