Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Klasemen Super League Terbaru Setelah Persis Solo Tumbang di Menit 90+13 Dikandang, Persijap Curi Poin Penuh

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 14 September 2025 | 04:45 WIB

 

SENGIT: Pemain Persis Solo beradu dengan pemain Laskar Kalinyamat.
SENGIT: Pemain Persis Solo beradu dengan pemain Laskar Kalinyamat.

RADAR KUDUS - Stadion Manahan Solo kembali jadi saksi laga sarat gengsi kala Persis Solo menjamu Persijap Jepara di pekan kelima Super League 2025/2026.

Atmosfer panas sudah terasa sejak sebelum kick-off, suporter memadati stadion berharap Laskar Sambernyawa meraih kemenangan.

Namun, yang terjadi justru menjadi malam penuh drama: gol dianulir, kartu merah sang kapten, hingga penalti di menit 90+13 yang membuat Persijap membawa pulang tiga poin.

Sejak peluit pertama, Persis langsung mengambil inisiatif menyerang. Kodai Tanaka, Sho Yamamoto, dan Ikhwan Tanamal tampil agresif, berusaha membongkar pertahanan Persijap.

Namun tim tamu tidak datang hanya untuk bertahan. Rosalvo, sang kapten Persijap, memberi ancaman serius dengan tembakan keras di menit ke-10 yang memaksa Riyandi melakukan penyelamatan gemilang.

Baca Juga: Malam Pahit di Manahan! Persis Solo Dipermalukan Persijap Lewat Gol Penalti Menit 90+13


Babak Pertama: Gol Dianulir VAR

Laga makin sengit setelah menit ke-20. Persis mendapat peluang emas dari kerja sama apik Eky Taufik dan Zulfahmi Arifin yang menghasilkan bola crossing berbahaya.

Di menit ke-31, Xandro Schenk sempat membuat stadion bergemuruh setelah mencetak gol tap-in dari situasi sepak pojok.

Sayangnya, kegembiraan itu hanya bertahan sebentar. Wasit Tri Santoso menerima panggilan dari ruang VAR dan setelah peninjauan, gol dianulir karena posisi offside.

Sorakan kecewa menggema dari tribun, momentum Persis seakan terputus. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0 meskipun Persis menguasai 60% penguasaan bola.


Babak Kedua: Persijap Mencuri Keunggulan

Memasuki paruh kedua, Persis mencoba menaikkan tempo. Namun, justru Persijap yang memecah kebuntuan. Menit ke-50, kombinasi umpan satu-dua antara Wahyudi Hamisi, Carlos Franca, dan Dicky Kurniawan membuat pertahanan Persis terbuka.

Rosalvo yang lolos dari kawalan dengan tenang mengeksekusi bola ke sudut kiri gawang. Skor berubah 0-1 untuk Persijap.

Tertinggal di kandang membuat Persis meningkatkan tekanan. Peluang demi peluang diciptakan Kodai Tanaka dan Sho Yamamoto, tetapi penyelesaian akhir masih tumpul.


Kartu Merah yang Mengubah Laga

Petaka datang di menit ke-70. Sho Yamamoto, kapten sekaligus top skor Persis, terlibat insiden dengan Rahmat Hidayat.

Wasit awalnya memberikan kartu kuning, namun setelah cek VAR, hukuman diubah menjadi kartu merah langsung. Persis harus bermain dengan 10 orang.

Bukannya menyerah, tim tuan rumah justru bangkit. Hanya enam menit berselang, Cleylton berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Persijap dan mencetak gol penyama kedudukan.

Gol sempat diperiksa VAR, tetapi akhirnya disahkan. Skor 1-1 membuat atmosfer Manahan kembali memanas.

Baca Juga: Persijap Jepara Jegal Persis Solo 2-1 Lewat Gol Menit 90+13, Tumbang di Kandang Setelah VAR Berikan Penalti di Injury Time


VAR Menentukan, Penalti Menit 90+13

Tambahan waktu hingga 13 menit diberikan karena banyaknya insiden dan review VAR. Di menit 90+9, drama berlanjut.

Bola mengenai tangan Sutanto Tan di kotak penalti. Setelah tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih.

Sudi Abdallah maju sebagai eksekutor. Dengan tenang ia mengarahkan bola ke sisi kanan, menaklukkan Riyandi.

Skor berubah 1-2 untuk Persijap. Sisa waktu tak cukup bagi Persis untuk menyamakan kedudukan. Peluit panjang berbunyi, Persijap merayakan kemenangan besar di kandang lawan.


Dampak ke Klasemen Super League

Kekalahan ini membuat posisi Persis Solo terpuruk di papan bawah klasemen. Dengan hanya empat poin dari lima laga, mereka tertahan di posisi 15.

Sementara Persijap naik ke peringkat 11 dengan lima poin dan selisih gol lebih baik.

Persija Jakarta tetap memimpin klasemen dengan 10 poin, disusul Borneo FC dan Arema FC. Laga ini semakin memanaskan persaingan di papan tengah dan bawah, di mana jarak antar tim hanya 1–2 poin.


Analisis: Persis Kehilangan Fokus di Momen Krusial

Pertandingan ini memberi pelajaran penting bagi Peter de Roo dan anak asuhnya. Meski menguasai bola lebih banyak, Persis terlalu bergantung pada Sho Yamamoto.

Setelah sang kapten keluar, pola permainan berubah dan koordinasi lini tengah melemah.

Persijap di sisi lain bermain cerdas. Mario Lemos menginstruksikan timnya untuk bertahan rapat dan memanfaatkan serangan balik cepat.

Keputusan mengganti Carlos Franca dengan pemain lebih bertahan di menit akhir juga terbukti efektif menahan gempuran Persis.


Reaksi Publik dan Suporter

Media sosial dipenuhi komentar usai laga. Banyak pendukung Persis yang menilai keputusan VAR terlalu berat bagi tim mereka.

Tagar #ManahanBerduka sempat trending di X (Twitter). Namun, ada pula yang menuntut evaluasi serius dari manajemen tim agar Persis segera bangkit.

Di sisi Persijap, kemenangan ini dirayakan bak juara. Akun resmi klub mengunggah foto selebrasi tim dengan caption “Tiga Poin Bersejarah di Manahan.”


Kesimpulan: Laga yang Akan Diingat Lama

Derby Jawa Tengah ini akan tercatat sebagai salah satu laga paling dramatis musim ini. Dari gol dianulir, kartu merah, hingga penalti menit 90+13 — semuanya menghadirkan emosi bagi penonton.

Persis Solo kini menghadapi tekanan besar untuk segera bangkit jika tak ingin terjerembab lebih dalam di papan bawah.

Laga berikutnya akan menjadi ujian mental apakah Laskar Sambernyawa mampu membalikkan keadaan.

Editor : Mahendra Aditya
#persis solo #Sho Yamamoto #Klasemen Super League 2025 #stadion manahan #Persis Solo vs Persijap Jepara #Stadion Manahan (Solo) #liga 1