Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hujan Deras dan Kartu Merah, Persebaya Surabaya Pulang dengan Luka dari Bandung

Ali Mustofa • Sabtu, 13 September 2025 | 18:33 WIB
Aksi Dejan Tumbas saat bela Persebaya Surabaya hadapi Persib Bandung, Jumat (12/9).
Aksi Dejan Tumbas saat bela Persebaya Surabaya hadapi Persib Bandung, Jumat (12/9).

RADAR KUDUS — Persebaya Surabaya harus pulang dengan tangan hampa setelah ditaklukkan Persib Bandung dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (12/9) sore.

Kekalahan ini terasa makin menyesakkan karena dua hal penting memengaruhi jalannya pertandingan.

Derasnya hujan yang mengacaukan ritme permainan, serta kartu merah di menit akhir yang meruntuhkan peluang Green Force mengejar ketertinggalan.

Baca Juga: Malam Ini! Laga Persis Solo Vs Persijap Jepara Diprediksi Berlangsung Panas, Berapa Skor?

Sejak menit awal laga pekan ke-5 Super League 2025/2026 ini berlangsung sengit.

Persib lebih berhati-hati dalam mengatur tempo, sementara Persebaya coba tampil agresif dengan serangan cepat dari lini tengah.

Gol tunggal lahir pada menit ke-53 lewat sepakan Uilliam Barros yang berhasil memanfaatkan umpan matang dari Berguinho.

Tendangan jarak dekatnya tak mampu dibendung Ernando Ari, membuat publik tuan rumah bersorak kegirangan.

Namun, jalannya pertandingan tak sepenuhnya mulus. Hujan deras membuat lapangan tergenang sehingga bola sulit dikendalikan.

Pertandingan bahkan sempat tertunda dua kali masing-masing 20 menit karena situasi yang dianggap tidak kondusif.

Usai laga dilanjutkan, Persebaya justru semakin gencar menekan pertahanan Maung Bandung.

Baca Juga: Ratusan Siswa di Wonogiri Diduga Keracunan Usai Konsumsi Menu Makan Bergizi Gratis

Beberapa peluang tercipta, tetapi barisan belakang Persib tampil solid sehingga Green Force gagal menyamakan kedudukan.

Memasuki menit-menit akhir, atmosfer pertandingan semakin memanas.

Insiden antara Rivera (Persebaya) dan Luciano (Persib) di masa injury time membuat wasit Candra asal Sumatera Barat mengeluarkan dua kartu merah sekaligus.

Kedua tim akhirnya sama-sama bermain dengan sepuluh orang hingga laga ditutup dengan kemenangan tipis Persib.

Hasil ini memutus tren positif Persebaya yang sebelumnya mencatat dua kemenangan beruntun.

Baca Juga: Diduga Gara-Gara Sambal Goreng Ati, Puluhan Warga Bengetayu Semarang Masuk Rumah Sakit, Begini Kronologinya

Bagi Persib, tambahan tiga poin membuat mereka semakin percaya diri bersaing di papan atas klasemen.

Sebaliknya, bagi Persebaya kekalahan ini menjadi pelajaran berharga.

Cuaca ekstrem terbukti memengaruhi pola main cepat yang biasa mereka andalkan, sementara emosi yang tak terkendali di menit krusial semakin memperburuk keadaan.

Di sisi lain, proses gol Barros sempat menimbulkan perdebatan. Dalam tayangan ulang terlihat kaki Rivera sempat terinjak sebelum bola jatuh ke penguasaan pemain Persib.

Namun, wasit tidak meniup peluit dan gol tetap disahkan. Pertanyaan pun muncul, apakah momen tersebut sudah ditinjau VAR?

Berdasarkan protokol IFAB, setiap gol otomatis diperiksa VAR untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam prosesnya. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama.

Dalam kasus ini, ada dua kemungkinan: insiden terlewat dalam komunikasi dengan VAR, atau wasit dan VAR sama-sama menilai tidak ada pelanggaran yang signifikan.

Apapun alasannya, hasil akhir tetap berpihak pada Maung Bandung. Sementara Bonek yang hadir di tribun tamu harus pulang dengan rasa kecewa.

Harapan kini tertuju pada laga berikutnya, agar Green Force segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.

Editor : Ali Mustofa
#persebaya surabaya #stadion gelora bandung lautan api #persib bandung