JEPARA - Di kandang lawan, kekalahan perdana Persijap Jepara itu terjadi. Yaitu saat melawan Borneo FC pada pekan ketiga yang berlangsung Minggu (24/8) lalu.
Pelatih Kepala Persijap Jepara, Mário Licinio Guerreiro Lemos menyampaikan menyampaikan beberapa catatannya usai skuad asuhannya ditekuk 3-1 tersebut.
Menurutnya, para pemain Persijap memiliki tak sedikit peluang dalam serangan terhadap gawang Borneo FC. Namun pada saat yang sama kurang fokus di benteng pertahanan.
Baca Juga: Berjumpa Arema FC, Persijap Jepara Dibayangi Rekor Buruk
"Fokus menyerang dan akhirnya kebobolan. Para pemain kurang pengalaman untuk menghadapi kondisi taktikal di luar lapangan," ulasnya.
Setelah laga di pekan pertama seri, 1-1 atas PSM Makassar dan Menang 2-1 atas Persib, menurutnya kebobolan gol dari Borneo agak memukul kondisi emosional para pemain. Itulah yang menyebabkan gaya permainan para pemain goyah.
Awalnya, gawang Rodrigo Moura dijebol oleh Joel Vinicius Silva Dos Anjos di menit 24. Disusul gol kedua di menit 45+2 oleh Mariano Ezequiel Peralta Bauer. Babak pertama selesai dengan skor 2-0.
Baru kemudian babak kedua, Persijap dapat mencuri gol di menit 74 berkat Dicky Kurniawan. Namun Laskar Kalinyamat kian tertinggal usai gol ketiga Borneo yang diciptakan oleh oleh Joel Vinicius Silva Dos Anjos lagi di menit 76.
Kendati demikian, laga ketiga ini menjadi sebuah pengalaman yang berarti bagi tim. Pihaknya beserta skuad asuhan tidak berhenti di situ. Masih ada banyak laga yang mesti dihadapi dengan penuh gairah.
Baca Juga: Dua Laga, 10 Kartu Kuning:, Persijap Jepara Jadi Tim Paling Keras di Super League
"Borneo tim solid. Punya banyak pemain berpengalaman. Kami akan membenahi kelemahan untuk lebih lagi. Fokus untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya lawan Arema di home," ucapnya.
Pihaknya menekankan terhadap para pemain agar lebih disiplin dalam latihan. Terlebih saat laga mendapatkan counter dan serangan musuh.
"Seperti saat melawan Borneo, meskipun sudah kebobolan di menit pertengahan babak pertama, kami masih punya banyak waktu untuk mengubah permainan, tapi setelah gol emosional pemain goyah.
Padahal keadaan bisa dibalik, tapi sekali lagi emosional agak berlebihan dan mempengaruhi permainan," sebutnya.
Sekalipun sedikit kecewa dengan hasil pertandingan terakhir, skuad Laskar Kalinyamat kini kembali menegakkan kepala saat pulang ke Jepara. Membawa semangat untuk terus berjuang di panggung tertinggi sepak bola Indonesia.
Arema FC akan menjadi lawan berikutnya pada Sabtu (30/8). Tim berjuluk Singo Edan itu tercatat belum pernah menelan kekalahan hingga pekan ini, menjadikan laga di Stadion Gelora Bumi Kartini sebagai ujian berat bagi Persijap.
Akan tetapi, sebagai tim promosi, Persijap sudah menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar penggembira di BRI Super League 2025/2026.
"Sedikit kecewa dengan laga terakhir, tetapi senang bisa kembali ke Jepara. Arema adalah tim lain yang belum terkalahkan, sehingga kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin," tegas Mario Lemos usai latihan rutin di Lapangan Telukwetan Rabu (28/8) sore.
Mental pantang menyerah menjadi modal utama Persijap. Meski menghadapi tim-tim besar, Laskar Kalinyamat tetap mengusung motivasi besar untuk meraih poin, meningkatkan performa, dan menjaga konsistensi permainan.
"Motivasi kami selalu ingin lebih, lebih banyak poin, penampilan lebih baik, berkembang sebagai tim, dan tampil konsisten," tambahnya.
Laga Persijap melawan Arema diprediksi akan berlangsung sengit. Dengan dukungan penuh suporter Jepara, Persijap siap membuktikan bahwa status tim promosi bukan berarti mudah ditaklukkan.
Di bawah sorotan publik, Laskar Kalinyamat bertekad menjadikan kandang mereka sebagai benteng yang sulit ditembus, meski lawan yang datang adalah salah satu raksasa BRI Super League.
Namun, Laskar Kalinyamat menjamin, Gelora Bumi Kartini akan menampakkan keangkerannya. Menjamu setiap lawan yang datang dengan ombak perlawanan yang ganas.(fik)
Editor : Mahendra Aditya