RADAR KUDUS - Gelandang muda Persib Bandung, Nazriel Alfaro, terus mencuri perhatian berkat konsistensinya bersama Timnas Indonesia U17.
Pemain berusia 17 tahun itu hampir selalu dipercaya sebagai starter oleh pelatih Nova Arianto dalam sejumlah turnamen penting, termasuk Piala Asia U17 2025 di Arab Saudi dan Piala Kemerdekaan 2025 yang berlangsung di Tanah Air.
Perjalanan Alfaro bersama Garuda Muda di Piala Asia U17 berjalan mulus. Ia tampil penuh dalam tiga laga fase grup, saat Indonesia menundukkan Afghanistan, serta dua pertandingan lainnya yang mengantarkan tim melaju ke babak selanjutnya dengan catatan sempurna.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Persijap vs Persib: Laga Sengit Super League 2025-2026 di Jepara
Kiprah apik itu membuat namanya semakin menonjol sebagai salah satu pilar lini tengah tim.
Di level klub, pemain jebolan Akademi Persib Bandung ini juga tengah menjalani fase penting dalam kariernya.
Musim 2025/2026, Alfaro resmi naik kelas ke skuad senior Maung Bandung bersama tiga rekannya: Rhaka Syafaka Bilhuda, Kevin Pasha, dan Athaya Zahran.
Promosi ini menjadi langkah besar bagi Persib yang ingin memaksimalkan potensi pemain muda hasil binaan sendiri.
Baca Juga: Link Live Streaming Persijap vs Persib Bandung: Kick-off 18.30 WIB di Gelora Bumi Kartini
Tampil di Piala Kemerdekaan 2025
Di ajang Piala Kemerdekaan, Alfaro kembali menjadi pilihan utama Nova Arianto. Ia tampil saat Indonesia menghadapi Tajikistan dan Uzbekistan, dan dijadwalkan turun pada partai melawan Mali di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (18/8/2025).
Turnamen ini dipandang sebagai pemanasan berharga menjelang Piala Dunia U17 2025 yang akan digelar pada akhir tahun.
Meski belum sempat menonton langsung penampilan anak asuhnya di Timnas, pelatih Persib Bojan Hodak sudah mendapat banyak kabar positif.
Ia mendengar Alfaro selalu dipercaya Nova untuk turun sejak menit awal. Hal itu dianggap sebagai bukti kualitas dan kepercayaan besar terhadap sang pemain muda.
“Saya belum menonton langsung karena waktunya bersamaan dengan latihan Persib. Tapi kalau dia selalu menjadi starter, itu menandakan dia punya kemampuan yang bagus,” ungkap Hodak.
Proyeksi Besar untuk Persib
Sebagai pelatih yang dikenal berani memberi ruang bagi pemain muda, Hodak menaruh harapan besar pada Alfaro. Menurutnya, perjalanan gelandang muda itu masih panjang, tetapi potensinya terlihat jelas.
“Dia baru 17 tahun, masih butuh waktu untuk berkembang. Dari yang saya lihat saat latihan, dia memiliki potensi besar. Saya berharap suatu saat nanti dia bisa menjadi pemain inti Persib,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Persib sebelumnya juga melahirkan sejumlah talenta yang kini menjadi tulang punggung tim, seperti Beckham Putra, Kakang Rudianto, hingga Robi Darwis.
Hodak yakin Alfaro bisa mengikuti jejak para seniornya, bahkan berpotensi menjadi gelandang bertahan masa depan Persib.
Baca Juga: Prediksi Persijap vs Persib: Maung Bandung Diunggulkan, Tapi Laskar Kalinyamat Siap Beri Kejutan
Konsistensi Akademi Persib
Langkah promosi Alfaro ke tim senior menunjukkan konsistensi Persib dalam memberi ruang bagi pemain akademi.
Selain nama-nama baru yang naik di musim ini, beberapa musim sebelumnya Maung Bandung juga sudah melahirkan banyak talenta seperti Fitrah Maulana, Zulkifli Lukmansyah, Kakang Rudianto, dan Robi Darwis.
Contoh nyata sukses pembinaan ini bisa dilihat dari Kakang Rudianto. Sejak promosi pada 2020, ia kini menjelma sebagai salah satu pemain penting Persib dan juga andalan di Timnas U23.
Jejak serupa juga berpotensi diikuti Alfaro yang saat ini sudah mulai mencatatkan menit bermain reguler bersama Timnas U17.
Baca Juga: Prediksi Persijap vs Persib: Duel Sengit di Jepara, Maung Bandung Tanpa Przybek dan Dewangga
Amunisi Masa Depan
Dengan kapasitas bermain sebagai gelandang bertahan, Alfaro memiliki karakter yang dibutuhkan Persib.
Pemain muda dengan ketenangan, visi bermain, dan daya juang tinggi kerap menjadi aset berharga bagi tim. Hodak menegaskan bahwa Alfaro harus terus bekerja keras jika ingin mengamankan tempat di skuad utama.
“Masih ada proses panjang. Tetapi, kalau terus berkembang, dia bisa menjadi bagian penting dari Persib dan juga Timnas,” tambah Hodak.
Kehadiran Alfaro sekaligus memperkuat tradisi Persib yang tak hanya mengandalkan pemain asing atau senior, melainkan juga memberi kesempatan bagi darah muda untuk membuktikan kualitas.
Fokus ke Depan
Turnamen Piala Kemerdekaan 2025 menjadi panggung bagi Alfaro untuk menunjukkan kematangan permainannya.
Uji coba melawan Mali bukan hanya soal hasil, tetapi juga ajang untuk mengukur kesiapan Garuda Muda sebelum menghadapi tantangan lebih besar di Piala Dunia U17.
Bagi Persib, perjalanan Alfaro bersama Timnas adalah investasi pengalaman yang akan bermanfaat saat kembali ke klub.
Hodak percaya, pengalaman internasional di usia belia akan membuat Alfaro lebih matang saat membela Maung Bandung di kompetisi domestik maupun level Asia.
Dengan usia yang masih sangat muda, Nazriel Alfaro kini berada di jalur yang tepat menuju karier panjang di sepak bola profesional.
Harapan besar pun menyertai langkahnya, baik dari pelatih Persib maupun publik sepak bola Indonesia.
Editor : Mahendra Aditya