RADAR KUDUS - Perjalanan awal Dewa United di Super League 2025/2026 belum berjalan mulus.
Striker anyar mereka, Rafael Struick, belum mampu mencatatkan kontribusi berarti di dua laga pertama musim ini.
Alhasil, tim berjuluk Banten Warrior harus menerima dua kekalahan beruntun dan kini terdampar di papan bawah klasemen sementara.
Kekalahan Terbaru di Padang
Dalam pertandingan pekan kedua yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/8), Dewa United harus mengakui keunggulan tuan rumah Semen Padang dengan skor 0-2.
Menariknya, kedua gol yang bersarang ke gawang Dewa United tercipta di masa injury time babak kedua.
Carlos Chaby membuka keunggulan Kabau Sirah pada menit-menit akhir setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Dewa United.
Tak lama berselang, Bruno Conceicao memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol penutup.
Padahal, secara statistik, Dewa United mampu mendominasi penguasaan bola sepanjang laga.
Namun, dominasi tersebut tidak dibarengi efektivitas di lini serang. Peluang yang tercipta jarang mengancam langsung gawang lawan, membuat Semen Padang lebih efektif dalam memanfaatkan momen.
Struick Turun dari Bangku Cadangan
Pada laga tersebut, Rafael Struick memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia baru dimasukkan oleh pelatih pada menit ke-87 untuk menggantikan Alex Ferreira.
Dengan waktu bermain yang sangat singkat, pemain Timnas Indonesia ini tak sempat memberikan pengaruh signifikan pada jalannya pertandingan.
Ironisnya, dua gol Semen Padang justru tercipta ketika Struick sudah berada di lapangan.
Meski tidak secara langsung menjadi penyebab, situasi ini menambah catatan kurang memuaskan bagi sang striker yang diharapkan menjadi ujung tombak baru Dewa United.
Debut Sebagai Starter Juga Belum Memuaskan
Sebelum laga di Padang, Struick telah melakoni debut sebagai starter pada pertandingan perdana musim ini melawan Malut United di Banten International Stadium (BIS), Sabtu (9/8). Sayangnya, hasil yang didapat juga tidak menggembirakan.
Dewa United kalah 1-3 di hadapan pendukung sendiri. Struick bermain sejak menit awal, namun performanya belum memenuhi ekspektasi.
Ia hanya bertahan selama 45 menit sebelum digantikan di awal babak kedua. Dalam periode itu, Struick tercatat melakukan dua tembakan—satu mengarah tepat ke gawang dan satu melenceng.
Minimnya peluang emas yang ia dapatkan menunjukkan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan rekan setimnya masih perlu dibangun.
Posisi Dewa United di Klasemen
Kekalahan beruntun pada dua laga awal membuat Dewa United tercecer di peringkat ke-17 klasemen sementara Super League. Mereka hanya unggul satu tingkat di atas Persita Tangerang yang menjadi juru kunci.
Dengan format kompetisi yang ketat, dua hasil negatif di awal musim tentu menjadi sinyal bahaya. Tim asuhan pelatih Banten Warrior perlu segera bangkit untuk menghindari tekanan berlebih yang bisa memengaruhi performa di laga-laga berikutnya.
Proses Adaptasi Struick di Liga Indonesia
Bagi Rafael Struick, musim ini menjadi pengalaman perdananya bermain di kompetisi sepak bola Indonesia.
Sebelumnya, ia merumput di Liga Australia bersama Brisbane Roar. Perbedaan gaya bermain, intensitas, hingga atmosfer stadion menjadi tantangan yang harus ia lewati.
Dua laga awal memang belum cukup untuk menilai kualitas seorang pemain. Namun, Struick perlu segera menyesuaikan diri agar bisa menjawab ekspektasi tinggi, baik dari klub maupun suporter.
Kebugaran fisik, pemahaman taktik, dan chemistry dengan rekan setim akan menjadi faktor penentu dalam proses adaptasinya.
Tugas Berat Pelatih dan Tim
Beban bukan hanya berada di pundak Struick, tetapi juga pada tim pelatih dan seluruh skuat.
Lini tengah harus mampu memberikan suplai bola yang lebih berkualitas kepada striker, sementara lini pertahanan perlu lebih fokus menjaga konsentrasi hingga peluit akhir.
Dewa United masih punya waktu untuk memperbaiki situasi. Kompetisi Super League masih panjang, dan peluang untuk bangkit tetap terbuka lebar. Namun, perbaikan harus segera dilakukan agar tidak terlambat.
Laga Selanjutnya Jadi Ujian
Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian penting bagi Dewa United dan Rafael Struick. Sebuah kemenangan tidak hanya akan mengangkat posisi di klasemen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri tim.
Bagi Struick sendiri, mencetak gol pertama akan menjadi momen krusial untuk membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang andalan.
Meski awal musim ini belum memuaskan, perjalanan masih panjang. Dengan adaptasi yang cepat dan kerja sama tim yang solid, peluang Dewa United untuk bangkit tetap terbuka.
Semua mata kini tertuju pada bagaimana Struick akan menjawab keraguan di laga-laga mendatang.
Editor : Mahendra Aditya