RADAR KUDUS - Laga perdana Liga 1 antara PSM Makassar dan Persijap Jepara di Stadion BJ Habibie, Parepare, Jumat (8/8), berjalan sengit sejak peluit pertama.
Tuan rumah “Juku Eja” langsung memimpin di menit ke-6 lewat sontekan Victor Jonson Benjamin Dethan, memanfaatkan umpan matang Victor Luiz Prestes Filho.
Gol cepat ini membuat ribuan pendukung PSM bersorak, yakin kemenangan akan jadi milik mereka.
Namun, keyakinan itu runtuh di detik-detik terakhir pertandingan. Carlos Henrique França Freires, striker andalan Persijap, sukses menggetarkan gawang PSM lewat tendangan kerasnya di masa injury time.
Gol ini menjadi penutup dramatis sekaligus menyelamatkan “Laskar Kalinyamat” dari kekalahan di kandang lawan.
Baca Juga: Drama di Menit Akhir! Persebaya Keok dari PSIM Yogyakarta di Laga Pembuka Super League
Hujan Kartu Kuning Warnai Pertandingan
Pertandingan ini bukan hanya panas secara skor, tapi juga diwarnai hujan kartu kuning. Wasit Tommi Manggopa mencatat rekor pribadi dengan mengeluarkan 11 kartu kuning sepanjang laga.
Kartu pertama jatuh pada Elvis Sakyi (Persijap) di menit 26, disusul Akbar Tanjung dan Karel Ridzald Iek. Tekanan dan tensi tinggi membuat kedua tim sama-sama tampil keras.
Babak kedua pun tak kalah panas. Wahyudi Hamisi (PSM) terkena kartu di menit 66, disusul Victor Luiz, Najeeb Yakubu, Alexis Nahuel Gómez, Rizky Pratama, Douglas Nonato, dan Muh Dzaky Asraf. Bahkan França sendiri ikut mendapat kartu kuning usai selebrasi golnya yang melepas baju.
Strategi dan Pergantian Pemain yang Mengubah Jalannya Laga
Pelatih Persijap, Mario Lemos, tak tinggal diam melihat timnya tertinggal. Sejak awal babak kedua, ia melakukan sejumlah pergantian taktis:
-
Indea Arya diganti Dicky Kurniawan
-
Elvis Sakyi diganti Najeeb Yakubu
-
Franc Rikhart Sokoy diganti Adzikry Fadlilah
-
Diogo Brito diganti Rosalvo
PSM juga merespons dengan masuknya Mufli Hidayat dan Ananda Raehan Alief, mencoba menjaga dominasi di lini tengah. Namun, ketatnya pressing Persijap membuat PSM sulit menambah gol.
Mental Baja Tim Promosi
Gol penyama dari França di ujung pertandingan menjadi bukti bahwa Persijap bukan sekadar tim promosi.
Mereka datang dengan tekad dan percaya diri tinggi, bahkan mampu membungkam ribuan suporter tuan rumah.
Hasil imbang ini menjadi modal berharga jelang laga berikutnya melawan Persib Bandung pada 18 Agustus.
Persijap tak pulang dengan tangan kosong, melainkan membawa optimisme dan semangat juang yang terbukti di lapangan.
Editor : Mahendra Aditya