JEPARA – Setelah 11 tahun absen dari kasta tertinggi sepak bola nasional, Persijap Jepara kembali menapaki rumput Liga 1.
Tapi alih-alih mendapat sambutan ringan, debut mereka justru akan diguncang oleh laga panas menghadapi raksasa Sulawesi, PSM Makassar.
Laga perdana ini bukan sekadar pembuka musim—tapi jadi ujian ketahanan dan mental bagi Laskar Kalinyamat yang akan bertanding di Stadion BJ Habibie, Parepare, pada Jumat (8/8) malam.
Mengapa laga ini begitu penting? Karena ini bukan cuma pertandingan, ini adalah pertaruhan harga diri klub yang baru saja kembali ke panggung utama. Lawan yang mereka hadapi bukan tim sembarangan.
PSM Makassar, klub bersejarah yang kenyang pengalaman dan telah siap tempur lewat rangkaian uji coba berkelas, siap menjegal langkah awal tim promosi asal Jepara ini.
PSM: Kuat, Solid, dan Siap Menggila
Di bawah komando pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, PSM tampil lebih dari siap.
Selama pramusim, Pasukan Ramang melahap lima laga uji coba. Mereka menghadapi tim-tim kompetitif seperti Persita Tangerang (1-1), tim Malaysia Kuching City FC (kalah tipis 0-1), Garudayaksa FC (menang 3-0), Adhyaksa FC (1-1), hingga membantai tim lokal Persipare dengan skor mencolok 5-0. Hasil ini menunjukkan betapa agresif dan solidnya mereka dalam menyusun kekuatan.
Komposisi pemain pun menggiurkan. PSM membawa 32 pemain, termasuk sembilan legiun asing. Nama-nama seperti Alex Tanque, Lucas Dias, Savio Roberto, dan striker anyar Jacques Themopele asal Kongo membuat lini serang mereka terlihat mematikan.
Ditambah para pemain muda potensial seperti Dzaky Asraf, Victor Dethan, dan Rizky Eka, kekuatan Juku Eja menjadi paket komplit yang siap menerkam.
Persijap: Minim Uji Coba, Penuh Harap
Sementara di kubu Persijap, tim ini hanya menjalani satu laga uji coba melawan Persipura Jayapura yang berakhir imbang tanpa gol.
Meski minim pemanasan, pelatih Mário Licinio Guerreiro Lemos tetap percaya diri dengan racikan barunya.
Persijap juga memboyong sembilan pemain asing dengan cita rasa Amerika Latin, seperti Najeeb Yakubu, Diogo Araujo, Carlos França, Rodrigo Moura, hingga Douglas Nonato dan Rosalvo Candido. Mereka akan menjadi tumpuan utama di lini serang dan tengah.
Meski demikian, perbedaan jumlah uji coba jelas menjadi sorotan. Di atas kertas, kesiapan PSM jauh lebih matang dibandingkan sang tamu.
Tapi sepak bola tak selalu soal statistik. Mentalitas, strategi, dan kejutan dari tim underdog kerap kali jadi cerita menarik di lapangan hijau.
Taktik dan Strategi Jadi Kunci
Pelatih Lemos menyebutkan bahwa timnya akan bermain cepat dan agresif sejak peluit awal. Taktik ini dirancang untuk mengejutkan PSM yang dikenal solid dalam transisi permainan.
Tapi dengan kekuatan sayap PSM yang diisi oleh pemain cepat seperti Lucas Dias dan Victor Dethan di kanan serta Rizky Eka di kiri, pertahanan Persijap akan mendapat tekanan tiada henti.
Kedua tim akan menurunkan formasi dengan tujuh pemain asing sebagai starter dan dua cadangan. Artinya, intensitas laga akan tinggi sejak menit awal, dan duel antar legiun impor akan menjadi sajian tersendiri bagi pecinta sepak bola nasional.
Baca Juga: Laga Pembuka Liga 1, Persijap Tantang PSM di Kandang! Siap Kembali ke Liga 1 Setelah 11 Tahun
Atmosfer Emosional dan Tekanan Tinggi
Bagi Persijap, ini bukan hanya pertandingan pembuka. Ini adalah babak baru, kebangkitan dari masa lalu, dan pencarian identitas di kasta tertinggi.
Setelah 11 tahun menunggu, mereka ingin menandai kembalinya dengan kebanggaan, bukan kekecewaan.
Namun atmosfer Parepare yang dikenal panas, serta kekuatan PSM yang merata di setiap lini, membuat laga ini lebih dari sekadar ujian biasa.
Laga ini bukan hanya soal menang atau kalah—tapi tentang seberapa layak Persijap Jepara bertahan di Liga 1 setelah sekian lama tenggelam. Jika mereka bisa mencuri poin atau bahkan mengejutkan tuan rumah, itu akan menjadi pernyataan keras bahwa mereka tidak kembali hanya untuk jadi penggembira.
Sebaliknya, kekalahan telak bisa langsung mengguncang kepercayaan diri dan membuat musim ini semakin berat dijalani.
Editor : Mahendra Aditya