RADAR KUDUS - Perekrutan besar Arsenal musim panas ini, Martin Zubimendi, akhirnya buka suara soal kepindahannya dari Real Sociedad ke Emirates Stadium.
Dengan mahar fantastis sebesar £60 juta, pemain timnas Spanyol ini mengaku bahwa keputusannya meninggalkan klub lamanya bukanlah hal mudah, apalagi setelah satu tahun penuh dibayangi spekulasi transfer.
"Sebenarnya keputusan untuk meninggalkan Sociedad tidak datang dengan mudah," ujar Zubimendi dalam wawancara eksklusif.
"Tahun lalu belum waktunya. Saya masih merasa banyak yang bisa saya pelajari di sana, dan Real memberi saya panggung untuk berkembang."
Namun kini, semua berubah. Zubimendi mantap melangkah ke tantangan baru—dan alasan utamanya? Mikel Arteta.
Baca Juga: Heboh! Wonderkid 15 Tahun Max Dowman Masuk Skuad Utama Arsenal Lawan AC Milan di Singapura!
Arteta, Sang Pemimpin Detil yang Mengubah Segalanya
Sebelum resmi menandatangani kontrak, Zubimendi mengaku sempat berbincang panjang lewat telepon dengan Arteta. Obrolan itulah yang membuka matanya soal visi besar Arsenal di bawah sang pelatih.
"Dia tidak hanya pelatih. Arteta adalah seorang perfeksionis," tegas Zubimendi.
"Dalam beberapa hari saja bersama tim, saya langsung menyadari betapa dia memperhatikan setiap detil kecil dalam permainan. Bagi saya, itu adalah tanda pelatih kelas dunia."
Zubimendi menambahkan, "Saya tak tahu apa yang ia lihat dari saya, tapi saya tahu satu hal—saya ingin diasuh oleh pelatih yang bisa mengasah kemampuan saya hingga batas maksimal. Dan saya rasa, saya sudah menemukannya."
Siap Jadi Motor Baru Arsenal
Gelandang 25 tahun ini memang dikenal sebagai pemain yang punya visi, ketenangan, dan kemampuan distribusi bola luar biasa. Tapi di bawah Arteta, ia percaya akan berkembang lebih dari itu.
"Saya sedang belajar banyak hal baru di sini," katanya. "Posisi saya sebagai gelandang bertahan menuntut keseimbangan, kemampuan membaca permainan, dan akurasi umpan. Tapi Arteta menginginkan lebih. Dia ingin saya melakukan hal-hal yang sebelumnya tak pernah saya lakukan."
Target Trofi dan Pelajaran dari Musim Lalu
Harapan tinggi tentu mengiringi kedatangan Zubimendi. Ia diyakini bisa menjadi ‘puzzle terakhir’ yang Arsenal butuhkan untuk mengakhiri puasa gelar.
Setelah nyaris juara dalam dua musim terakhir, kini The Gunners ingin menyempurnakan cerita.
"Saya berharap bisa jadi bagian dari era baru di Arsenal—era yang penuh trofi," ujar Zubimendi penuh keyakinan.
"Tapi yang paling penting adalah bagaimana tim belajar dari kegagalan musim lalu."
Ia menyoroti bagaimana detail kecil bisa menjadi pembeda dalam laga-laga krusial. "Di semifinal Liga Champions, Arsenal adalah satu-satunya tim yang benar-benar menantang PSG.
Tapi karena detail kecil, mereka gagal. Hal-hal seperti itulah yang akan kami benahi musim ini."
Zubimendi & Obsesi Arsenal Menuju Juara
Kehadiran Zubimendi bukan sekadar perekrutan mahal. Ia adalah simbol perubahan. Sosok yang mewakili ambisi besar Arsenal untuk bangkit dan kembali ke jalur juara, baik di Premier League maupun Liga Champions.
Dengan dukungan Arteta—sosok yang disebutnya “obsesif terhadap kemenangan”—dan skuat muda bertalenta seperti Bukayo Saka, Declan Rice, serta Ethan Nwaneri, Arsenal kini semakin menakutkan.
Zubimendi sudah siap. Emirates sudah menantikan. Dan jika semuanya berjalan sesuai rencana, musim ini bisa jadi awal dari kejayaan baru The Gunners.
Editor : Mahendra Aditya