RADAR KUDUS - Laga antara Arema FC dan Oxford United di ajang Piala Presiden 2025 mendadak menjadi pusat kontroversi.
Bukan karena skor akhir atau permainan gemilang, melainkan insiden brutal yang membuat penggemar sepak bola Indonesia murka.
Paulinho Moccelin, gelandang Arema FC asal Brasil, menjadi sasaran kecaman usai membuat striker naturalisasi Timnas Indonesia, Ole Romeny, harus ditandu keluar lapangan karena cedera parah.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis malam (10/7), sejatinya berjalan cukup intens.
Namun panasnya tensi berubah jadi kekacauan setelah Paulinho melakukan tekel berbahaya pada Romeny di menit ke-17.
Momen itu membuat suasana stadion mendadak hening: sang bintang Oxford—yang baru saja mencetak gol indah dua menit sebelumnya—terkapar kesakitan di sisi lapangan.
Wasit sempat meninjau ulang kejadian lewat VAR dan memutuskan hanya mengganjar Paulinho dengan kartu kuning.
Tapi keputusan itu justru memicu kemarahan lebih luas. Di akun Instagram pribadinya, @paulinhomoccelin94, Romeny bahkan menyindir keras keputusan wasit dengan komentar pendek namun tajam: “No red card? Joke!!”
Instagram Paulinho Diserbu Ribuan Netizen: “Mainnya Kayak Tarkam!”
Tak butuh waktu lama, publik sepak bola Indonesia langsung meluapkan emosi mereka ke media sosial. Akun Instagram Paulinho mendadak menjadi sasaran pelampiasan kekecewaan.
Dalam waktu singkat, lebih dari 15 ribu komentar membanjiri kolom komentarnya—mayoritas berisi kemarahan, tuntutan permintaan maaf, dan ajakan agar PSSI menjatuhkan sanksi tegas.
“Kalau nggak bisa kontrol diri, jangan main di liga kami. Pemain timnas bukan buat jadi korban tekel liar,” tulis salah satu netizen.
“Ini bukan sepak bola, ini karate! Paulinho harus dilarang main!” seru akun lain dengan nada tinggi.
Situasi makin runyam lantaran Romeny adalah salah satu aset berharga Timnas Indonesia yang tengah dipersiapkan pelatih Shin Tae-yong untuk turnamen penting di akhir tahun.
Cederanya sang pemain—yang diduga mengenai bagian engkel—berpotensi mengacaukan skema timnas yang sedang dalam momentum bagus.
Romeny Terluka, Persiapan Timnas Terancam
Ole Romeny bukan pemain sembarangan. Penyerang berdarah Belanda itu tengah menunjukkan performa puncak dan menjadi salah satu kunci kebangkitan Garuda di bawah asuhan Shin Tae-yong. Sayangnya, cedera yang dideritanya bisa berimbas besar pada kekuatan timnas.
Hingga saat ini, tim medis Oxford belum merilis detail resmi terkait cedera Romeny. Namun dari tayangan ulang insiden, terlihat jelas bahwa injakan Paulinho mengarah langsung ke pergelangan kaki—bagian vital bagi seorang striker yang mengandalkan mobilitas tinggi.
Jika cederanya parah, absennya Romeny di laga-laga uji coba dan turnamen besar bukan hanya merugikan timnas, tapi juga publik pecinta sepak bola tanah air yang telah menaruh harapan besar padanya.
PSSI dan Panitia Turnamen Diminta Tak Tutup Mata
Gelombang protes pun mengarah ke panitia turnamen dan federasi. Banyak pihak mendesak agar PSSI serta penyelenggara Piala Presiden 2025 bersikap tegas.
Beberapa pengamat bahkan menilai insiden seperti ini harus jadi titik balik dalam hal perlindungan pemain, terutama mereka yang punya peran vital bagi tim nasional.
“Ini bukan sekadar laga pramusim. Ini soal menjaga aset negara dari tindakan brutal,” ujar salah satu pengamat di platform X (Twitter).
Sejumlah tokoh publik dan mantan pemain pun ikut menyuarakan kritik.
Mereka menilai bahwa tindakan seperti ini tak bisa dibiarkan berlalu begitu saja, karena bisa mencoreng wajah kompetisi Indonesia dan menurunkan minat pemain asing maupun naturalisasi untuk bergabung di masa depan.
Saatnya Tegas, Jangan Sampai Pemain Timnas Jadi Korban Lagi
Kasus Paulinho vs Romeny adalah pengingat keras bahwa sepak bola, selain adu taktik dan fisik, juga butuh etika dan perlindungan.
Jika dibiarkan, bukan hanya reputasi liga yang rusak, tapi juga masa depan timnas Indonesia yang sedang membangun kejayaan.
Pertanyaannya kini: apakah PSSI berani bertindak? Atau publik harus kembali bersuara lebih keras untuk melindungi pahlawan-pahlawan Garuda dari risiko tak perlu?
Yang jelas, cedera Romeny bukan sekadar luka fisik—itu pukulan mental bagi seluruh suporter Merah Putih.
Editor : Mahendra Aditya