RADAR KUDUS - Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia kini punya wajah baru.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) resmi mengganti nama Liga 1 menjadi Super League, sementara Liga 2 kini disebut Championship.
Perubahan nama ini diumumkan oleh Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, sebagai bagian dari penyegaran total dalam struktur liga profesional tanah air.
Baca Juga: Paragon Corp Buka Kesempatan Magang untuk Mahasiswa, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Nama Super League sendiri pernah digunakan terakhir kali pada 2015, sebelum kemudian berubah menjadi Liga 1.
"Ini bagian dari transformasi besar yang kami siapkan untuk memperkuat branding dan citra liga profesional Indonesia," terang Ferry, Senin (8/7).
Liga 3 Tetap Gunakan Nama Lama
Ferry menegaskan bahwa perubahan nama ini hanya berlaku untuk dua kasta teratas, yakni Super League (Liga 1) dan Championship (Liga 2).
Sementara Liga 3 yang bersifat semi-profesional masih menggunakan nama Liga Nusantara.
Baca Juga: Sinopsis Law and The City, Kisah Para Pengacara dalam Balutan Konflik dan Kehidupan Pribadi
Brand Operator Juga Berganti
Tidak hanya nama liga yang berubah, PT LIB sebagai operator juga memperkenalkan identitas baru dalam hal branding.
Mulai musim depan, entitas PT LIB akan menggunakan nama dagang I-League.
"Secara legal tetap PT LIB, namun untuk keperluan branding dan identitas ke publik kami akan gunakan nama I-League," tambahnya.
Kuota Pemain Asing Bertambah
Dalam pembaruan regulasi yang diberlakukan untuk musim depan, Ferry menyampaikan bahwa setiap klub Super League diperbolehkan mendaftarkan hingga 11 pemain asing.
Namun, hanya delapan pemain asing yang dapat dimainkan secara bersamaan di dalam pertandingan.
Sebagai perbandingan, dalam musim sebelumnya (Liga 1 2024/2025), kuota pemain asing maksimal adalah delapan, dan hanya enam yang boleh turun bersama dalam satu laga.
Baca Juga: Jadwal Tur Asia 2026 My Chemical Romance Resmi Dirilis, Jangan Lewatkan!
“Sekarang klub boleh daftarkan sampai 11 pemain asing. Tapi yang boleh diturunkan tetap maksimal delapan dalam satu pertandingan. Regulasi ini diharapkan bisa lebih stabil dan tidak berubah-ubah lagi,” jelas Ferry.
Perubahan nama dan regulasi ini diharapkan membawa dampak positif terhadap kualitas liga, profesionalisme klub, serta daya saing di level regional maupun internasional. (Nilna Hibran)
Editor : Ali Mustofa