Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak hanya Lyon, 7 Klub Besar Dunia Tersingkir dari Liga Karena Skandal Non-Lapangan

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 25 Juni 2025 | 19:08 WIB

Para Pemain Olympique lyon
Para Pemain Olympique lyon

RADAR KUDUS - Olympique Lyon secara resmi diturunkan ke Ligue 2 oleh otoritas sepak bola Prancis.

Keputusan ini tidak berkaitan dengan performa buruk di atas lapangan, melainkan akibat pelanggaran serius terhadap aturan keuangan.

Kejadian ini menjadi sorotan besar, mengingat Lyon adalah salah satu klub dengan sejarah panjang di Prancis.

Kejatuhan ini pun disebut sebagai degradasi administratif, yaitu penurunan kasta yang terjadi bukan karena hasil pertandingan, tapi karena pelanggaran di luar teknis sepak bola.

Fenomena degradasi administratif ini bukan hal baru.

Beberapa klub besar dunia sebelumnya juga pernah mengalami nasib yang serupa, baik karena konflik kepemilikan, skandal suap, hingga kegagalan memenuhi standar keuangan.

Meskipun konsekuensinya sangat berat, bagi sebagian klub, ini justru menjadi titik balik untuk bangkit kembali.

Berikut tujuh klub elite dunia yang pernah terdegradasi bukan karena prestasi di lapangan, termasuk Lyon:

1. Olympique Lyon (2025)

Pada Juni 2025, badan pengawas keuangan DNCG menjatuhkan keputusan kepada Lyon untuk turun kasta ke Ligue 2.

Hal ini terjadi karena klub gagal menunjukkan kepastian pendanaan guna menutupi kekurangan hingga 200 juta euro.

Dengan begitu, berakhir pula kiprah panjang Lyon di kasta teratas yang telah berlangsung sejak 1989.

Meski pihak klub tengah mengajukan banding, keputusan awal ini sudah menjadi pukulan besar, terutama bagi suporter.

Lyon dikenal sebagai klub penghasil pemain-pemain hebat seperti Karim Benzema dan Hugo Lloris. Kini mereka menghadapi tantangan besar untuk kembali bangkit di tengah krisis yang menerpa.

2. Juventus (2006)

Juventus pernah mengalami nasib serupa pada 2006 setelah terbukti terlibat dalam skandal Calciopoli, sebuah kasus pengaturan penunjukan wasit di Serie A.

Akibatnya, Juventus harus turun ke Serie B dan gelar juara musim 2004/2005 pun dicabut. Gelar 2005/2006 tidak diberikan kepada klub mana pun.

Beberapa pemain bintang meninggalkan klub, namun Juventus berhasil bangkit dan kembali ke Serie A hanya satu musim kemudian.

Bahkan, mereka sempat mendominasi Serie A selama satu dekade setelahnya.

3. Rangers FC (2012)

Pada tahun 2012, Rangers mengalami kebangkrutan karena tidak sanggup membayar pajak dan utang yang menumpuk.

Klub lama dibubarkan dan asetnya diambil alih oleh entitas baru.

Asosiasi Sepak Bola Skotlandia tidak memberikan lisensi untuk bermain di kasta atas, sehingga Rangers memulai lagi dari divisi keempat.

Empat musim berselang, mereka berhasil kembali ke Scottish Premiership dan kini kembali menjadi rival utama Celtic.

4. Olympique Marseille (1994)

Marseille terlibat dalam skandal suap pada 1993, ketika presiden klub Bernard Tapie menyuap pemain Valenciennes untuk mengatur hasil pertandingan.

Akibatnya, mereka dicoret dari Liga Champions dan kehilangan gelar Ligue 1.

Musim berikutnya, Marseille dipaksa turun ke Ligue 2.

Banyak pemain kunci hengkang, dan klub butuh waktu bertahun-tahun untuk kembali menjadi penantang di papan atas sepak bola Prancis.

5. Parma (2015)

Krisis keuangan melanda Parma di musim 2014/2015. Mereka tidak mampu membayar gaji pemain dan memiliki utang besar, hingga akhirnya dinyatakan bangkrut.

Karena tidak mendapatkan lisensi untuk Serie B, Parma terpaksa memulai lagi dari Serie D, kasta terendah liga Italia.

Namun, dalam tiga musim mereka berhasil naik ke Serie A, menjadikannya sebagai salah satu kisah kebangkitan paling cepat dalam sejarah sepak bola Italia.

6. Fiorentina (2002)
Fiorentina jatuh bangkrut pada tahun 2002 karena tak sanggup melunasi utang dan membayar gaji pemain.

Meskipun seharusnya bertahan di Serie B, mereka tidak diberi lisensi oleh otoritas sepak bola Italia.

Klub dibubarkan dan lahir kembali dengan nama Florentia Viola. Mereka memulai kembali dari Serie C2.

Berkat intervensi FIGC, mereka bisa langsung promosi ke Serie B. Pada 2004, nama AC Fiorentina dikembalikan dan klub itu kembali merumput di Serie A.

7. Elche (2015)

Elche harus menerima kenyataan terdegradasi ke Segunda División pada 2015 karena gagal memenuhi aturan finansial yang ditetapkan La Liga.

Meskipun selamat dari degradasi secara peringkat, mereka kehilangan lisensi profesional.

Posisi mereka di La Liga digantikan oleh Eibar, yang sebelumnya seharusnya turun kasta.

Elche membutuhkan waktu lima tahun untuk kembali ke kasta tertinggi, dan kasus ini menjadi pengingat penting akan pentingnya tata kelola finansial dalam dunia sepak bola modern.

Editor : Ali Mustofa
#Tim Eropa #degradasi #lyon #sanksi