RADAR KUDUS - Nama Wessam Abou Ali mencuat sebagai sorotan utama dalam laga panas Piala Dunia Antarklub 2025.
Penyerang berdarah Palestina itu mencetak hattrick saat membela Al Ahly dalam duel penuh tensi melawan FC Porto yang berakhir imbang 4-4.
Laga Grup A yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin malam (23/6/2025) menyuguhkan delapan gol, ketegangan, dan aksi dramatis dari menit awal hingga akhir.
Wessam Abou Ali langsung menunjukkan ketajamannya sejak awal laga.
Ia mencetak gol pertama pada menit ke-15 melalui sepakan mendatar yang tidak mampu dibendung kiper Porto.
Umpan matang dari Hamdi Fathy disambut Abou Ali dengan tenang, membuka keunggulan untuk Al Ahly.
Porto tak tinggal diam. William Gomes hampir menyamakan skor empat menit kemudian lewat tembakan jarak jauh yang membentur mistar.
Kesempatan itu akhirnya disusul gol penyama dari Rodrigo Mora di menit ke-23.
Jelang babak pertama usai, Al Ahly kembali memimpin setelah Zizo dilanggar Fabio Vieira di kotak penalti.
Wessam Abou Ali yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Skor 2-1 untuk Al Ahly bertahan hingga jeda.
Baca Juga: Kemarahan Pasha Ungu Meledak, Dugaan Penamparan Anak Jadi Sorotan Etika Syuting
Babak kedua menjadi panggung pertarungan sengit kedua tim. William Gomes membalas dengan sepakan keras di menit ke-50 yang kembali membuat skor imbang.
Namun hanya semenit kemudian, Abou Ali menyambut umpan silang Mohamed Hany dengan sundulan presisi untuk mencatatkan hattrick di laga ini. Skor 3-2 membuat Al Ahly kembali unggul.
Drama terus berlanjut. Dua menit berselang, Samu Aghehowa membalas lewat sundulan hasil sepak pojok, membuat skor kembali sama kuat.
Al Ahly sempat unggul lagi melalui Mohamed Ben Romdhane yang mencetak gol dari luar kotak penalti.
Namun, kemenangan di depan mata Al Ahly buyar di menit-menit akhir ketika Porto mencetak gol penyeimbang terakhir untuk menutup laga dengan skor 4-4.
Meski gagal membawa Al Ahly menang, penampilan Abou Ali menuai pujian luas.
Tiga gol yang ia ciptakan tak hanya memperbesar namanya di level klub, tetapi juga sebagai simbol semangat dan talenta Palestina di pentas sepak bola dunia. (Labib Azka)
Editor : Ali Mustofa