RADAR KUDUS - Babak perempat final AVC Nations Cup 2025 bakal menjadi ajang panas yang sarat drama, tidak hanya di lapangan tetapi juga dari balik mikrofon para pelatih.
Salah satunya datang dari pelatih tim tuan rumah Bahrain, Arnaud Josserand, yang melempar pernyataan mengejutkan terkait calon lawan mereka, Taiwan.
Dalam konferensi pers menjelang duel delapan besar di Isha Sports City Hall, Manama, Sabtu (21/6/2025), Josserand menyebut bahwa gaya bermain Taiwan sangat menyerupai Indonesia — lawan terakhir yang mereka habisi dengan kemenangan telak.
“Secara gaya dan ritme, Taiwan punya banyak kemiripan dengan Indonesia. Kami sudah siap secara taktik,” ujar Josserand, seolah menyiratkan bahwa laga nanti bisa jadi ulangan kemenangan mereka atas skuad Merah Putih.
Indonesia Jadi Contoh Kekalahan, Bahrain Pede Hadapi Taiwan
Pernyataan itu tentu bukan tanpa dasar. Tim voli Bahrain tampil gemilang sepanjang babak penyisihan grup A.
Mereka mencatatkan dua kemenangan beruntun — pertama menghentikan perlawanan Thailand 3-1, lalu menundukkan Indonesia tanpa ampun dengan skor telak 3-0.
Laga melawan Indonesia bahkan menjadi penanda dominasi Bahrain. Farhan Halim dan rekan-rekannya terlihat kesulitan membongkar blok pertahanan rapat yang diterapkan Bahrain.
Dalam pertandingan tersebut, tim Merah Putih seperti kehilangan kreativitas dan ritme, seolah permainan mereka berhasil "dibaca habis" oleh Josserand.
Kemenangan tersebut bukan hanya mengantar Bahrain lolos sebagai juara grup A, tapi juga mendongkrak kepercayaan diri mereka ke level yang tinggi. Tidak heran jika Josserand kemudian mulai memainkan permainan psikologis menjelang laga penting melawan Taiwan.
Sindiran Halus atau Strategi Cerdik?
Menyebut Taiwan mirip Indonesia bisa diartikan sebagai dua hal. Pertama, sebagai bentuk percaya diri bahwa Bahrain telah mengantongi “kunci” untuk menang.
Kedua, bisa jadi ini cara pelatih Bahrain untuk mengganggu konsentrasi lawan berikutnya — dengan membandingkan mereka dengan tim yang baru saja dibuat tak berkutik.
Apalagi, Indonesia bukan tim sembarangan. Di bawah arahan pelatih Jeff Jiang Jie, skuad ini diperkuat pemain-pemain potensial seperti Farhan Halim, yang dikenal punya pukulan tajam dan servis kuat. Namun, semua keunggulan itu tak terlihat saat melawan Bahrain. Tim Garuda seperti kehilangan arah, diserang dari segala sisi, dan tak mampu membalas.
Josserand jelas paham betul bahwa ucapan sebelum laga bisa menciptakan tekanan tak kasat mata bagi lawan.
Taiwan, yang kini jadi sorotan, mungkin saja akan merasa ‘ditekan’ secara tidak langsung karena dibandingkan dengan tim yang baru saja dibantai.
Panggung Baru, Cerita Baru?
Meski demikian, Taiwan bukan tanpa taring. Mereka dikenal memiliki sistem permainan yang rapi, penuh disiplin, dan teknik dasar yang kuat.
Menganggap Taiwan akan dengan mudah dikalahkan seperti Indonesia bisa menjadi bumerang bagi Bahrain.
Turnamen AVC Nations Cup 2025 sendiri memasuki fase kritis di mana kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Setiap tim tentu ingin tampil habis-habisan demi melangkah ke semifinal.
Farhan Halim dkk sendiri kini harus mengubur ambisi menjadi juara grup dan fokus ke perbaikan performa. Kekalahan dari Bahrain jadi pelajaran penting bahwa tidak ada ruang untuk lengah di turnamen sekelas ini.
Bahrain Pede, Tapi Laga Belum Usai
Ucapan pelatih Bahrain menjadi sinyal kuat bahwa mereka siap dengan segala kemungkinan. Namun, bola voli tetaplah permainan tak terduga.
Taiwan bisa saja membalikkan semua prediksi, termasuk menjungkirbalikkan kepercayaan diri Bahrain yang sedang di puncak.
Sementara itu, Indonesia harus segera berbenah. Kekalahan kemarin bukan akhir segalanya, justru menjadi pengingat bahwa perjuangan sejati baru dimulai setelah kekalahan. Farhan Halim dan rekan setim masih punya kesempatan membuktikan kualitas mereka di babak selanjutnya.
Editor : Mahendra Aditya