PSG Dipermalukan Botafogo di Piala Dunia Antarklub 2025, Juara Eropa Tapi Gagal Total!
Redaksi Radar Kudus• Jumat, 20 Juni 2025 | 18:11 WIB
Pemain PSG dan Botafogo sedang berebut Bola di Piala Dunia Antar club
RADAR KUDUS - Apa gunanya menyandang status raja Eropa jika tak mampu menjinakkan klub yang di atas kertas bukan tandingan?
Itulah pertanyaan besar yang muncul setelah Paris Saint-Germain (PSG) secara mengejutkan dipermalukan Botafogo 0-1 pada laga Grup B Piala Dunia Antarklub 2025.
Padahal, PSG datang ke ajang ini dengan kepala tegak mereka baru saja menjuarai Liga Champions 2024/2025 dan mengawali turnamen dengan membantai Atletico Madrid 4-0.
Tapi apa daya, semuanya mentah di tangan kiper Botafogo, John, yang tampil gemilang.
Pada menit ke-79, Barcola sempat menjebol gawang Botafogo. Tapi gol dianulir karena bola menyentuh Kvaratskhelia yang terjebak offside lebih dulu. Sial bertubi-tubi.
Di menit-menit akhir, tendangan bebas Kvaratskhelia hanya menyapa jaring atas gawang, bukan bagian dalamnya.
PSG gagal menyamakan kedudukan. Tim dengan reputasi elit Eropa itu harus mengakhiri laga dengan wajah tertunduk dan pundak jatuh.
Sementara PSG tercoreng, Botafogo justru memperpanjang rekor sempurna wakil-wakil Conmebol.
Dalam turnamen ini, klub-klub seperti Palmeiras, Flamengo, Fluminense, River Plate, dan Boca Juniors juga belum terkalahkan.
Ini mempertegas dominasi Amerika Selatan dalam turnamen yang dulunya kerap dianggap "panggung Eropa".
Kali ini, justru wakil Eropa yang terkesan gagap dan gemetar saat berhadapan dengan semangat dan determinasi ala Amerika Latin.
Kekalahan ini menyisakan tanda tanya besar untuk PSG. Apa artinya jadi juara Liga Champions kalau gagal mengatasi tekanan dari klub yang bahkan tak punya pamor setara?
Bermain penuh gaya, tapi minim substansi itulah yang terlihat dari tim yang digadang-gadang bakal menguasai dunia.
Apa pun pembelaannya, kekalahan PSG dari Botafogo bukan sekadar kekalahan skor.
Itu tamparan keras bagi gengsi sepak bola Eropa dan peringatan bahwa uang, trofi, dan nama besar tak menjamin kemenangan. (Labib Azka)