Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PSG Dipermalukan Botafogo di Piala Dunia Antarklub 2025, Juara Eropa Tapi Gagal Total!

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 20 Juni 2025 | 18:11 WIB

Pemain PSG dan Botafogo sedang berebut Bola di Piala Dunia Antar club
Pemain PSG dan Botafogo sedang berebut Bola di Piala Dunia Antar club

RADAR KUDUS -  Apa gunanya menyandang status raja Eropa jika tak mampu menjinakkan klub yang di atas kertas bukan tandingan?

Itulah pertanyaan besar yang muncul setelah Paris Saint-Germain (PSG) secara mengejutkan dipermalukan Botafogo 0-1 pada laga Grup B Piala Dunia Antarklub 2025.

Padahal, PSG datang ke ajang ini dengan kepala tegak mereka baru saja menjuarai Liga Champions 2024/2025 dan mengawali turnamen dengan membantai Atletico Madrid 4-0.

Baca Juga: Efek Baik Detoks Digital terhadap Kondisi Kesehatan Jiwa Anda

Namun, semuanya berubah ketika berhadapan dengan Botafogo di Stadion Rose Bowl, Pasadena, Kamis (19/6/2025) waktu setempat.

Ya, PSG yang bertabur bintang dan dihargai miliaran euro tumbang dari klub asal Brasil yang sebelumnya hanya menang tipis dari Seattle Sounders.

Les Parisiens terlihat frustrasi dan kehilangan arah, seolah lupa bahwa mereka datang sebagai tim favorit.

Gol semata wayang Botafogo dicetak oleh Igor Jesus, yang ironisnya sedang diisukan pindah ke Nottingham Forest.

Ia menceploskan bola dari luar kotak penalti lewat sepakan mendatar di menit ke-36 sebuah tembakan yang mengoyak harga diri PSG.

Parahnya lagi, Donnarumma hanya berdiri terpaku, tak bereaksi, menyaksikan bola melewati sela kaki rekannya, Willian Pacho.

Sebuah adegan yang nyaris seperti slow motion untuk klub sebesar PSG.

PSG memang mencatat beberapa peluang, dari Khvicha Kvaratskhelia, Bradley Barcola, hingga Gonçalo Ramos.

Baca Juga: Beragama Tanpa Berpikir Itu Berbahaya! Menghidupkan Akal dan Iman Lewat Filsafat, Bukan Sekadar Simbol Agama

Tapi apa daya, semuanya mentah di tangan kiper Botafogo, John, yang tampil gemilang.

Pada menit ke-79, Barcola sempat menjebol gawang Botafogo. Tapi gol dianulir karena bola menyentuh Kvaratskhelia yang terjebak offside lebih dulu. Sial bertubi-tubi.

Di menit-menit akhir, tendangan bebas Kvaratskhelia hanya menyapa jaring atas gawang, bukan bagian dalamnya.

PSG gagal menyamakan kedudukan. Tim dengan reputasi elit Eropa itu harus mengakhiri laga dengan wajah tertunduk dan pundak jatuh.

Sementara PSG tercoreng, Botafogo justru memperpanjang rekor sempurna wakil-wakil Conmebol.

Baca Juga: Manfaat Kesehatan yang Didapatkan dari Berjalan Kaki Selama Satu Jam

Dalam turnamen ini, klub-klub seperti Palmeiras, Flamengo, Fluminense, River Plate, dan Boca Juniors juga belum terkalahkan.

Ini mempertegas dominasi Amerika Selatan dalam turnamen yang dulunya kerap dianggap "panggung Eropa".

Kali ini, justru wakil Eropa yang terkesan gagap dan gemetar saat berhadapan dengan semangat dan determinasi ala Amerika Latin.

Kekalahan ini menyisakan tanda tanya besar untuk PSG. Apa artinya jadi juara Liga Champions kalau gagal mengatasi tekanan dari klub yang bahkan tak punya pamor setara?

Bermain penuh gaya, tapi minim substansi itulah yang terlihat dari tim yang digadang-gadang bakal menguasai dunia.

Apa pun pembelaannya, kekalahan PSG dari Botafogo bukan sekadar kekalahan skor.

Itu tamparan keras bagi gengsi sepak bola Eropa dan peringatan bahwa uang, trofi, dan nama besar tak menjamin kemenangan. (Labib Azka)

Editor : Ali Mustofa
#PSG kalah #psg #gagal #juara eropa #Botafogo #Piala Dunia Antar Klub