RADAR KUDUS – Laga panas antara Fluminense melawan Borussia Dortmund dalam ajang Piala Dunia Antarklub 2025 berakhir tanpa pemenang.
Meski Fluminense tampil agresif dan menciptakan banyak peluang berbahaya, mereka harus menerima kenyataan pahit: Gregor Kobel berdiri bak tembok raksasa yang tak tergoyahkan di bawah mistar gawang Dortmund.
Duel Grup F yang digelar di MetLife Stadium, Selasa (17/6/2025) waktu Indonesia, menampilkan intensitas tinggi sejak menit pertama.
Namun, skor akhir 0-0 mencerminkan satu hal: tidak ada yang bisa menembus lini pertahanan terakhir Dortmund—sang penjaga gawang asal Swiss, Gregor Kobel.
Serangan Bertubi-tubi Fluminense Dibalas dengan Pertahanan Mati-matian Dortmund
Fluminense tampil menggigit sejak awal laga. Baru memasuki menit ke-4, Jhon Arias sudah membuka tekanan dengan tusukan tajam dari sisi kanan dan melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Sayangnya, arah bola masih melenceng tipis.
Tak berhenti di situ, Arias kembali menghantui pertahanan Dortmund di menit ke-17. Kali ini, tembakannya dari sudut sempit nyaris membobol gawang, tapi Kobel menunjukkan refleks luar biasa untuk menepis bola di tiang dekat.
Fluminense terus mendesak. Hercules melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-27, tetapi bola masih melebar.
Sedangkan peluang emas lainnya dari Matheus Martinelli di menit ke-34 hanya menyamping tipis dari gawang Dortmund.
Pada menit ke-36, Arias kembali mencoba peruntungan dengan tendangan melengkung yang mengarah ke pojok gawang. Lagi-lagi, Kobel tampil heroik. Penampilan kiper Dortmund ini benar-benar jadi mimpi buruk bagi lini depan Fluminense.
Baca Juga: Fluminense dan Dortmund Gagal Cetak Gol Meski Saling Gempur di Piala Dunia Antarklub 2025
Dortmund Balas, Tapi Minim Kreativitas
Sementara itu, Dortmund tampak kesulitan membangun serangan. Peluang terbaik mereka di babak pertama hadir lewat Julian Brandt yang sempat menyarangkan bola ke gawang Fabio. Namun, gol dianulir karena offside.
Babak kedua tetap berlangsung panas. Fluminense membuka paruh kedua dengan ancaman dari Hercules, tapi sepakannya belum menemui sasaran.
Puncak serangan Fluminense terjadi pada menit ke-58 ketika Arias mengirim bola panjang ke Everaldo, yang kemudian mengumpan ke Agustin Canobbio. Sayangnya, penyelesaian akhir Canobbio terlalu lemah dan mudah diamankan Kobel.
Kobel Berdiri Tegap Saat Gawangnya Dikepung
Menit ke-68 menjadi momen yang menunjukkan betapa krusialnya kehadiran Kobel. Dalam satu rangkaian serangan Fluminense, ia melakukan dua penyelamatan gemilang beruntun.
Pertama, ia menepis tembakan keras Everaldo, lalu menggagalkan tendangan Nonato dari bola muntah. Penyelamatan berlapis ini seperti menegaskan bahwa Kobel adalah tembok hidup Dortmund.
Dortmund sempat mencoba bangkit dan melakukan sejumlah pergantian pemain. Nama yang mencuri perhatian adalah Jobe Bellingham, adik dari bintang Inggris Jude Bellingham, yang masuk di menit ke-60 untuk menjalani debut bersama BVB.
Di menit-menit akhir pertandingan, Dortmund bahkan hampir mencuri kemenangan. Bek tangguh mereka, Niklas Suele, melepaskan tembakan jarak jauh di injury time. Namun Fabio tak mau kalah dari Kobel dan berhasil mengamankan bola dengan sigap.
Duel Imbang Tapi Sarat Cerita
Skor akhir 0-0 mungkin tidak menggambarkan betapa dramatisnya laga ini. Fluminense boleh merasa kecewa karena gagal mencetak gol meski tampil lebih ofensif. Namun mereka harus mengakui, malam itu bukan malam yang mudah bagi siapa pun yang berhadapan dengan Gregor Kobel.
Dortmund, meskipun kurang tajam di depan, bisa pulang dengan kepala tegak berkat pertahanan solid dan penyelamatan luar biasa sang kiper.
Jadwal Selanjutnya dan Susunan Pemain
Kedua tim kini mengantongi satu poin dan akan melanjutkan perjuangan di laga selanjutnya. Fluminense akan menantang Ulsan HD pada Minggu (22/6), sedangkan Dortmund bersua Mamelodi Sundowns pada Sabtu (21/6).
Susunan Pemain Fluminense:
Fabio; Xavier, Thiago Silva, Freytes, Rene; Nonato, Hercules, Martinelli; Arias, Everaldo, Canobbio.
Pelatih: Renato Gaucho.
Susunan Pemain Dortmund:
Kobel; Suele, Anton, Bensebaini; Ryerson, Sabitzer, Gross, Svensson; Brandt, Adeyemi, Guirassy.
Pelatih: Niko Kovac.