RADAR KUDUS - Timnas Indonesia harus menelan pil pahit setelah digilas habis oleh Jepang dengan skor telak 6-0 dalam laga pamungkas putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pertandingan yang digelar di kandang Jepang ini menjadi akhir yang mengecewakan bagi skuat asuhan Patrick Kluivert. Meski kalah telak, secara mengejutkan Indonesia tetap berhak melaju ke fase berikutnya.
Pertandingan ini sejatinya sudah tidak menentukan nasib kedua tim. Jepang telah mengunci tiket lolos dan posisi puncak klasemen Grup C, sementara Indonesia sudah dipastikan gagal merebut posisi runner-up yang menjadi jalur langsung ke babak utama kualifikasi.
Namun, laga ini tetap memperlihatkan jurang perbedaan kualitas yang nyata antara tim Samurai Biru dan Garuda.
Baca Juga: Andai Kalahkan Jepang, Timnas Indonesia Bisa Tembus Ranking FIFA 110 Dunia! Ini Hitung-Hitungannya
Tim “Eropa Rasa Asia” Tak Berkutik
Patrick Kluivert, pelatih anyar Indonesia yang berasal dari Belanda, kembali mengandalkan pemain-pemain keturunan yang berkarier di Eropa.
Enam pemain berdarah Belanda—Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, Thom Haye, Ole Romeny, dan Joey Pelupessy—dipercaya sebagai starter. Sayangnya, eksperimen ini justru menjadi bumerang.
Lini pertahanan Indonesia terlihat rapuh sejak menit pertama. Jepang tak membuang waktu untuk menunjukkan dominasinya.
Daichi Kamada membuka keran gol di menit ke-15, lalu disusul gol dari Takefusa Kubo tak lama kemudian.
Tepat sebelum turun minum, Kamada kembali mencatatkan namanya di papan skor, membuat skor 3-0 untuk tuan rumah.
Masalah Indonesia tak berhenti di situ. Selain bobol tiga kali dalam 45 menit pertama, skuat Garuda juga dihantam badai cedera.
Kevin Diks, eks pemain Vitesse dan Feyenoord, ditarik keluar karena cedera, diikuti oleh Yakob Sayuri yang masuk sebagai pengganti tapi juga tak mampu melanjutkan laga akibat cedera serupa.
Babak Kedua: Mimpi Buruk Berlanjut
Selepas jeda, mimpi buruk Indonesia semakin menjadi-jadi. Dalam tempo 15 menit, Jepang kembali menghukum barisan belakang Garuda melalui Ryoya Morishita dan Shuto Machino.
Skor 5-0 membuat laga tampak seperti sesi latihan bagi tim tuan rumah.
Sebagai penutup penderitaan, Mao Hosoya mencetak gol keenam di menit ke-80. Indonesia tak mampu membalas satu pun serangan dengan berarti, bahkan peluang pun nyaris nihil.
Jepang benar-benar tampil di level yang berbeda.
Baca Juga: Dibantai Jepang 6-0, Ranking FIFA Indonesia Tetap Naik! Lho Kok Bisa?
Masih Ada Jalan ke Amerika, Tapi Terjal
Meski berada di posisi keempat Grup C, Indonesia secara aturan tetap punya tiket ke fase berikutnya dari jalur khusus.
Dalam fase ini, tim-tim peringkat tiga dan empat dari masing-masing grup akan saling beradu untuk satu tempat tersisa di putaran utama Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Artinya, harapan masih ada, tapi jalan menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sangatlah terjal.
Kluivert dan timnya harus membenahi banyak hal: komunikasi antar pemain, mental bertanding, hingga konsistensi performa.
Kekalahan telak ini seharusnya menjadi pelajaran keras bahwa nama besar pemain diaspora tak menjamin kesuksesan jika tak diiringi kekompakan dan strategi matang.
Baca Juga: UPDATE SKOR Timnas Indonesia vs Jepang: Garuda Tertinggal 0-6, Dominasi Samurai Biru Tak Terbendung
Evaluasi Total Dibutuhkan
Publik tentu kecewa, tapi bukan saatnya saling menyalahkan. Ini momen tepat untuk evaluasi menyeluruh.
PSSI, staf pelatih, hingga pemain harus duduk bersama dan menentukan arah baru bagi timnas.
Apakah akan terus mengandalkan darah Eropa? Atau mulai membina talenta lokal secara lebih serius?
Yang jelas, jika Indonesia masih bermimpi tampil di panggung Piala Dunia 2026, maka laga melawan Jepang ini harus jadi tamparan keras. Waktunya bangkit dan menjawab keraguan dengan kerja nyata.
Editor : Mahendra Aditya