RADAR KUDUS - Garuda Bisa Tembus 110 Dunia, Jika…
Bayangkan seandainya Timnas Indonesia bisa menahan imbang—apalagi mengalahkan—tim sekelas Jepang.
Dunia sepak bola Asia mungkin akan terguncang. Bukan cuma karena hasil pertandingan yang tak terduga, tetapi karena efek domino dari hasil tersebut terhadap peringkat FIFA Indonesia yang luar biasa besar.
Nyatanya, meski Indonesia dibantai Jepang 6-0 dalam laga terakhir Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Suita, Osaka, Selasa (10/6/2025), justru ada hal mengejutkan yang terjadi di balik skor memalukan itu. Ranking FIFA Indonesia... malah naik!
Naik Peringkat Meski Dibantai? Ini Penjelasannya
Kekalahan telak biasanya identik dengan penurunan posisi. Namun dalam sistem FIFA yang berbasis algoritma, bukan skor semata yang dihitung.
Kualitas lawan, sejarah performa, dan hasil pertandingan sebelumnya menjadi komponen penting dalam menentukan peringkat sebuah tim.
Jepang adalah raksasa Asia, saat ini bertengger di posisi ke-15 dunia dengan lebih dari 1.652 poin.
Maka, meski Indonesia kalah telak, karena melawan tim sekuat Jepang, dampak negatifnya relatif kecil.
Baca Juga: Dibantai Jepang 6-0, Ranking FIFA Indonesia Tetap Naik! Lho Kok Bisa?
Justru, berkat performa stabil Indonesia di fase grup—termasuk kemenangan atas Vietnam dan Filipina—peringkat Indonesia justru terdongkrak.
Berdasarkan perhitungan simulasi dari situs Football-Ranking, meski kehilangan 3,42 poin dari kekalahan melawan Jepang, total poin FIFA Indonesia mencapai 1.154,55.
Hasilnya? Garuda melonjak dari peringkat 123 ke 118 dunia. Lima tingkat naik, bahkan setelah kebobolan setengah lusin gol.
Andai Menang Lawan Jepang, Ranking FIFA Indonesia Bisa Melejit ke 110 Dunia!
Sekarang kita masuk ke skenario yang lebih ambisius. Seandainya Indonesia mampu menahan imbang Jepang, Garuda bisa menambah 9,08 poin lagi—cukup untuk naik ke posisi 115 besar.
Tapi skenario paling bombastis adalah menang. Ya, seandainya Garuda bisa membalikkan prediksi dan menaklukkan Samurai Biru, tambahan 21,58 poin akan membuat Indonesia merangsek ke sekitar peringkat 110 dunia.
Ini akan menjadi tonggak sejarah. Dalam satu dekade terakhir, Indonesia belum pernah menembus jajaran 110 besar dunia. Dan momen itu nyaris terjadi... jika saja hasil di lapangan berbicara lain.
Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Tetap Naik Meski Dibantai Jepang, Begini Hitung-hitungannya!
Jepang Terlalu Tangguh, Indonesia Gagal Berkutik
Sayangnya, kenyataan jauh dari mimpi. Jepang tampil seperti tim dari dunia lain. Tekanan mereka sejak menit pertama membuat Indonesia kesulitan menyusun serangan.
Daichi Kamada, Kubo, Morishita, Machino, dan Hosoya mencetak gol demi gol, membuat pertahanan Indonesia jebol berkali-kali.
Tim Merah Putih sempat berupaya menyerang lewat sayap, dan Thom Haye sempat menciptakan peluang lewat tendangan jarak jauh, tapi sisanya dikuasai penuh oleh Jepang. 65% penguasaan bola jadi bukti dominasi total Samurai Biru.
Apa Artinya Naik Peringkat di Tengah Kekalahan?
Kenaikan ke posisi 118 dunia bukan sekadar angka. Di balik itu, ada peluang nyata untuk Indonesia. Pertama, posisi yang lebih tinggi bisa berarti posisi yang lebih baik dalam pengundian grup di fase selanjutnya.
Kedua, dengan status ranking yang lebih tinggi, undangan untuk laga uji coba melawan tim-tim elite bisa lebih mudah didapat.
Indonesia bisa mulai membangun reputasi sebagai tim Asia Tenggara yang patut diperhitungkan.
Lolos ke Babak 4: Awal dari Era Baru Garuda?
Yang tak kalah penting, Indonesia telah memastikan tempat di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Ini bukan prestasi biasa.
Belum pernah sebelumnya Indonesia melangkah sejauh ini di era modern.
Meskipun jalan ke Piala Dunia masih panjang dan berliku, fondasi sudah diletakkan.
Naiknya ranking FIFA jadi indikator bahwa Indonesia bukan lagi tim pelengkap. Garuda telah menunjukkan taji dan kini menatap tantangan berikutnya dengan kepala tegak.
Kesimpulan: Di Balik Kekalahan, Ada Lompatan Besar
Kekalahan menyakitkan bisa saja menutup laga, tapi tidak menutup progres. Dari sisi peringkat dunia, Indonesia justru mencatat pencapaian penting.
Naik lima peringkat setelah dipukul telak oleh tim top dunia bukan hal biasa.
Dan satu hal yang patut dicatat: seandainya Garuda mampu menciptakan keajaiban melawan Jepang, sejarah baru bisa tercipta—menembus 110 besar dunia dan membuka jalan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Jadi, meski kalah skor, Indonesia menang di peringkat. Dan dari sinilah, kebangkitan sejati bisa dimulai.
Editor : Mahendra Aditya