LINK Live Stream Jepang vs Indonesia: Adu Gengsi di Osaka, Prediksi Skor & Susunan Pemain Terbaru
Mahendra Aditya Restiawan• Rabu, 11 Juni 2025 | 00:17 WIB
Sejumlah pemain Timnas Indonesia mengikuti latihan di Stadion Utama Gelora Bung karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025).
Radar Kudus — Laga penutup fase Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bakal mempertemukan dua tim dengan motivasi berbeda.
Timnas Indonesia siap menantang tuan rumah Jepang di Stadion Suita City, Osaka, Selasa (10/6/2025) pukul 17.35 WIB.
Meski kedua tim telah memastikan lolos ke fase selanjutnya, pertemuan ini tetap menyimpan gengsi tersendiri, baik bagi Samurai Biru maupun Tim Garuda.
Jepang Mengincar Penebusan di Kandang
Skuad besutan Hajime Moriyasu telah mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 sekaligus mengunci status juara grup.
Namun, performa Jepang belakangan ini tampak menurun. Dalam dua pertandingan terakhir, mereka gagal meraih kemenangan.
Yang terbaru, Jepang harus mengakui keunggulan Australia usai tumbang 0-1 di Sydney pada Kamis (5/6) lalu. Kekalahan itu membuat para pemain Jepang bertekad bangkit di laga pamungkas ini, terlebih tampil di depan publik sendiri di Osaka.
Kapten Jepang, Wataru Endo, menegaskan bahwa timnya tetap akan bermain serius.
"Kami ingin menutup fase ini dengan kemenangan, untuk membuktikan bahwa kami adalah tim terbaik di grup ini," ungkapnya.
Indonesia, Bukti Progres Tim Garuda
Di kubu lawan, Timnas Indonesia datang ke Jepang dengan kepala tegak. Anak asuh Patrick Kluivert sudah memastikan langkah ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, sebuah capaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia.
Meski hasil laga nanti tidak akan memengaruhi posisi di klasemen, para pemain Garuda tetap memandang duel ini sebagai kesempatan emas untuk unjuk kemampuan di level tertinggi Asia.
"Melawan tim sekelas Jepang adalah ujian besar. Kami ingin menunjukkan bahwa progres kami nyata, bukan kebetulan," kata pelatih Patrick Kluivert dalam sesi jumpa pers.
Kilas Balik Pertemuan Terakhir
Indonesia masih membawa memori pahit dari pertemuan terakhir melawan Jepang. Pada 15 November 2024 lalu, Tim Garuda dibungkam 0-4 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Perbedaan kualitas kala itu sangat terlihat. Namun, kini Indonesia datang dengan mental yang berbeda.
Pengalaman dari kekalahan tersebut telah dijadikan bahan evaluasi untuk tampil lebih solid kali ini.
Prediksi Susunan Pemain
Jepang (3-4-2-1): Kosei Tani; Tsuyoshi Watanabe, Koki Machida, Hiroki Sakine; Yu Hirakawa, Kaishu Sano, Joel Fujita, Kota Tawaratsumida; Daichi Kamada, Takefusa Kubo; Shuto Machino.
Indonesia (3-4-2-1): Emil Audero; Justin Hubner, Jay Idzes, Rizky Ridho; Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Thom Haye, Yakob Sayuri; Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri; Ole Romeny.
Dengan susunan ini, Indonesia diprediksi akan bermain lebih hati-hati, memanfaatkan kecepatan di sektor sayap dan serangan balik untuk menciptakan peluang.
Rekor Pertemuan: Dominasi Jepang
Jika menilik sejarah pertemuan kedua tim, Jepang masih unggul mutlak. Dari lima laga terakhir, Indonesia belum pernah menang.
15/11/24: Indonesia 0-4 Jepang
24/01/24: Jepang 3-1 Indonesia
11/06/89: Jepang 5-0 Indonesia
28/05/89: Indonesia 0-0 Jepang
14/09/81: Jepang 2-0 Indonesia
Catatan ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi Indonesia untuk menciptakan kejutan di Osaka.
Performa Terakhir Kedua Tim
Jepang:
05/06/25: Australia 1-0 Jepang
25/03/25: Jepang 0-0 Arab Saudi
20/03/25: Jepang 2-0 Bahrain
19/11/24: China 1-3 Jepang
15/11/24: Indonesia 0-4 Jepang
Indonesia:
05/06/25: Indonesia 1-0 China
25/03/25: Indonesia 1-0 Bahrain
20/03/25: Australia 5-1 Indonesia
19/11/24: Indonesia 2-0 Arab Saudi
15/11/24: Indonesia 0-4 Jepang
Catatan menunjukkan performa Indonesia cukup stabil, kecuali saat menghadapi Australia.
Dua kemenangan beruntun atas China dan Bahrain menunjukkan kepercayaan diri skuad Garuda tengah tinggi.
Prediksi Skor
Beberapa media internasional turut memberikan prediksi untuk duel ini:
Sportsmole: Jepang 3-1 Indonesia
Sportskeeda: Jepang 1-1 Indonesia
Dengan motivasi besar dari kedua tim, laga diprediksi berlangsung menarik. Jepang diunggulkan karena faktor kualitas dan keunggulan kandang.
Namun, Indonesia berpotensi membuat kejutan bila mampu menjaga konsistensi permainan.
Apapun hasilnya, laga ini akan menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan di pentas sepak bola Asia.
Dulu Pernah Setara, Kini Terpaut Jauh: Sejarah Rivalitas Indonesia vs Jepang di Pentas Asia
Indonesia dan Jepang kembali bentrok dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, mempertemukan dua tim yang dulu pernah berjalan beriringan di peta sepak bola kawasan.
Duel penutup Grup C, yang digelar hari ini (Selasa, 10 Juni 2025) di Suita City Stadium, Osaka, bukan sekadar pertandingan formalitas — melainkan cerminan perjalanan panjang dua tim nasional yang kini berada di kutub berlawanan.
Meski Jepang telah memastikan tiket ke putaran final di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, serta Indonesia mengamankan satu tempat di babak keempat kualifikasi, rivalitas historis tetap membuat laga ini penuh makna.
Pertemuan kedua tim adalah gambaran bagaimana lanskap kekuatan sepak bola Asia berubah drastis dalam setengah abad terakhir.
Emil Audero tampil solid dibawah mistar gawang timnas Indonesia
Rekam Jejak Panjang: Saat Garuda Bisa Mendominasi
Catatan pertemuan Indonesia melawan Jepang menyimpan kisah menarik. Hingga kini, kedua negara telah bersua 17 kali, dengan Indonesia mencatat 5 kemenangan, 10 kekalahan, dan 2 hasil imbang.
Namun, jika kita menengok ke belakang — tepatnya era 1950-an hingga akhir 1980-an — Tim Garuda pernah menjadi lawan yang sepadan, bahkan superior di beberapa kesempatan.
Dalam 15 duel yang berlangsung antara 1954 hingga 1989, Indonesia sukses meraih 5 kemenangan, sementara Jepang mengoleksi 8 kemenangan, dan 2 kali imbang.
Salah satu kemenangan paling bersejarah terjadi di Turnamen Merdeka pada 11 Agustus 1968. Di Stadion Perak, Ipoh, skuad Indonesia tampil menggila, menghancurkan Jepang dengan skor mencolok 7-0.
Sutjipto Suntoro tampil sebagai pahlawan dengan hattrick (3 gol), disusul Jacob Sihasale yang mencetak dua gol, serta Abdul Kadir dan Surya Lesmana masing-masing menyumbang satu gol.
Era tersebut menjadi saksi keperkasaan Indonesia di pentas Asia. Nama-nama legendaris seperti Ronny Pasla, Aji Santoso, Ronny Pattinasarani, hingga Rully Nere menghiasi skuad nasional. Kala itu, Garuda dianggap salah satu kekuatan regional yang patut diperhitungkan.
Perubahan Zaman: Jepang Melesat, Indonesia Terpaut
Namun, mulai 1990-an, peta kekuatan berubah drastis. Jepang mengadopsi strategi jangka panjang yang sukses: pembangunan J-League sebagai liga profesional berkualitas, investasi di pembinaan usia muda, serta adaptasi terhadap metodologi sepak bola modern.
Hasilnya? Samurai Biru menjelma sebagai kekuatan elite Asia, bahkan dunia. Mereka rutin tampil di putaran final Piala Dunia sejak debut pada 1998, dan kini menduduki peringkat pertama FIFA untuk zona Asia.
Sementara itu, Indonesia menghadapi tantangan internal yang menghambat perkembangan sepak bola nasional.
Baru dalam beberapa tahun terakhir, berkat program naturalisasi, pemanfaatan pemain diaspora, serta perbaikan liga domestik, Garuda mulai menunjukkan progres positif.
Sayangnya, kesenjangan kualitas masih jelas terlihat. Bukti paling nyata hadir pada pertemuan terakhir di Stadion Gelora Bung Karno, 15 November 2024. Kala itu, di hadapan puluhan ribu suporter sendiri, Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan kekalahan telak 0-4.
Pertemuan Terkini: Ujian Mental dan Kualitas
Kini, Timnas Indonesia kembali mengusung semangat tinggi di laga ulang di Osaka. Di bawah arahan pelatih anyar Patrick Kluivert, skuad Garuda terus berupaya meningkatkan kualitas permainan mereka.
Namun, jelang pertandingan, Garuda kehilangan Rizky Ridho, bek tengah andalan yang harus absen akibat cedera.
Sebagai gantinya, Shayne Pattynama kembali diandalkan untuk memperkuat lini belakang.
Meski laga hari ini tidak lagi menentukan nasib di klasemen — Jepang ingin menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan di kandang, sementara Indonesia ingin menunjukkan mereka bukan lagi tim yang mudah dikalahkan.
Lebih dari sekadar skor, pertandingan ini menjadi barometer sejauh mana transformasi sepak bola Indonesia sudah berjalan. Dengan lawan sekelas Jepang, yang menjadi tolok ukur sepak bola modern Asia, setiap menit di lapangan akan menjadi pelajaran berharga bagi skuad Garuda.