RADAR KUDUS – Angin perubahan berhembus kencang di Stadion Gelora Bung Tomo. Menyambut Liga 1 musim 2025/2026, Persebaya Surabaya mengambil langkah ekstrem yang langsung menyedot perhatian pecinta sepak bola nasional.
Bukan karena rekrutan bintang, melainkan karena keputusan mengejutkan: sepuluh pemain dilepas sekaligus oleh manajemen klub.
Keputusan ini diumumkan lewat akun Instagram resmi @officialpersebaya, yang memuat ucapan terima kasih kepada para pemain yang dilepas.
Dalam unggahan tersebut, manajemen menyampaikan penghormatan sekaligus salam perpisahan kepada pemain-pemain yang selama ini ikut berjuang bersama Bajol Ijo.
Daftar 10 Pemain yang Resmi Angkat Kaki dari Persebaya
Tanpa basa-basi, berikut adalah nama-nama yang dicoret dari skuad utama:
-
Gilson Costa
-
Slavko Damjanovic
-
Mohammed Rashid
-
Ardi Idrus
-
Muhammad Hidayat
-
Kasim Botan
-
Rizwan Lauhin
-
Andre Octaviansyah
-
Lalu Rizki
-
Aditya Arya
Nama-nama di atas bukanlah sosok sembarangan. Beberapa di antaranya adalah pemain asing dan andalan musim lalu.
Gilson Costa dan Damjanovic, misalnya, sempat jadi tulang punggung dalam beberapa pertandingan penting. Muhammad Hidayat adalah produk lokal yang cukup lama berkostum hijau.
Namun semua itu kini tinggal sejarah. Persebaya memilih jalur “reset total” dan memberi sinyal bahwa mereka siap menyambut era baru dengan wajah baru.
Perombakan Besar: Langkah Nekat atau Strategi Cerdas?
Keputusan mencoret sepuluh pemain dalam satu waktu jelas bukan langkah biasa. Ini menunjukkan bahwa manajemen — di bawah pelatih anyar Eduardo Perez — ingin membangun ulang pondasi tim.
Perez, yang baru didatangkan jelang musim ini, sepertinya diberi kebebasan penuh untuk memilih pemain sesuai gaya permainan yang ia inginkan.
Langkah ini bisa dibaca sebagai bentuk evaluasi menyeluruh atas performa musim lalu yang dianggap jauh dari ekspektasi.
Dengan menyingkirkan beberapa nama besar dan memberi ruang bagi wajah-wajah baru, Persebaya tampaknya ingin melepas beban masa lalu dan membangun kembali semangat juang tim dari nol.
Kedatangan Dua Amunisi Baru: Tanda Awal Era Baru
Meski berpisah dengan banyak pemain, Persebaya juga menyambut dua rekrutan asing anyar: Risto Mitrevski, bek asal Makedonia Utara, dan Paulo Gali Freitas, winger lincah dari Timor Leste.
Keduanya sudah berpengalaman di Liga 1, masing-masing pernah memperkuat Dewa United dan PSIS Semarang.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 2025: Persija Mantap Tahan Gustavo Almeida,Janjikan Trofi untuk Jakmania
Namun menariknya, sorotan publik justru tertuju pada siapa yang pergi, bukan siapa yang datang. Komentar di media sosial Persebaya penuh dengan respons emosional dari para pendukung yang merasa kehilangan.
"Terima kasih atas perjuangannya, semoga sukses di klub baru."
"Sedih lihat Hidayat dan Gilson pergi. Tapi semoga Persebaya makin kuat!"
Bonek Masih Setia, Tapi Harap Jawaban di Lapangan
Dengan perubahan besar seperti ini, beban ekspektasi jelas semakin berat. Persebaya kini dituntut untuk menunjukkan bahwa semua keputusan yang mereka ambil bukan hanya gimmick transfer, tetapi benar-benar langkah taktis untuk memperbaiki performa.
Para Bonek dan Bonita, yang dikenal setia sekaligus kritis, berharap perubahan ini tak sekadar kosmetik.
Mereka ingin melihat hasil nyata: permainan yang solid, semangat juang yang utuh, dan tentu saja, posisi klasemen yang lebih baik dari musim lalu.
Transformasi Persebaya Dimulai dengan Pengorbanan
Kepergian 10 pemain sekaligus adalah sinyal paling keras bahwa Persebaya Surabaya sedang bersih-bersih besar-besaran.
Era baru di bawah Eduardo Perez dimulai dengan keputusan yang tak populer, namun berpotensi membawa dampak jangka panjang.
Akhirnya, waktu yang akan menjawab: apakah langkah ini akan menjadi awal kejayaan baru, atau justru mengulang kisah pahit yang lama?