RADAR KUDUS - Manchester City kembali membuat gebrakan di bursa transfer musim panas 2025. Kali ini, klub asuhan Pep Guardiola sukses mendaratkan salah satu gelandang terbaik Eropa musim ini: Tijjani Reijnders.
Pemain asal Belanda itu resmi diboyong dari AC Milan dengan mahar fantastis senilai £46,3 juta (setara Rp1,02 triliun), ditambah bonus performa.
Reijnders menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dan akan menjadi bagian penting dalam proyek besar Manchester City musim depan. Proses tes medis dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Namun, dari sisi personal dan klub, kesepakatan telah rampung. Ini bukan sekadar transfer—ini pernyataan tegas bahwa City belum kenyang gelar.
Reijnders: Mesin Lini Tengah Rossoneri yang Kini Hijrah ke Inggris
Musim 2024/2025 adalah musim keemasan bagi Reijnders. Meski AC Milan terseok-seok di papan tengah dan hanya finis di posisi kedelapan Serie A, Reijnders bersinar terang. Ia mencatat 15 gol dan 5 assist dalam 54 laga di semua kompetisi—angka luar biasa untuk seorang gelandang tengah.
Tak heran jika akhirnya ia dinobatkan sebagai Gelandang Terbaik Serie A 2025, mengalahkan para bintang dari Juventus, Inter, dan Napoli.
Namun ironisnya, justru di puncak performanya, Milan memilih melepasnya. Keputusan itu memicu reaksi keras dari tifosi Rossoneri yang menilai manajemen “menjual masa depan demi uang tunai.”
Reijnders sendiri bukan nama asing bagi pengamat Eropa. Sejak direkrut dari AZ Alkmaar pada 2023, ia langsung jadi pemain kunci Milan. Dalam dua musim saja, ia telah membukukan lebih dari 100 penampilan. Konsistensinya menjadikannya salah satu gelandang paling dicari jelang bursa transfer 2025.
Guardiola Tak Main-main: City Siapkan Rencana Jangka Panjang
Bagi Pep Guardiola, lini tengah adalah jantung permainan. Setelah beberapa musim bergantung pada Bernardo Silva, Rodri, dan Kevin De Bruyne, kini ia tampak ingin menyuntikkan energi baru.
Reijnders yang lengkap—kuat dalam distribusi bola, punya insting mencetak gol, serta etos kerja tinggi—jadi jawaban yang sangat tepat.
Tapi City tak berhenti di sana. Mereka juga tengah membidik dua nama muda berbakat lainnya: Rayan Ait-Nouri dari Wolverhampton Wanderers dan Rayan Cherki dari Olympique Lyonnais. Keduanya telah masuk radar Guardiola sejak musim lalu.
Rayan Cherki: Amunisi Kreatif Prancis yang Siap Meledak
Cherki, 21 tahun, adalah salah satu prospek terpanas di Eropa. Dengan nilai pasar sekitar £35 juta, ia tampil menawan musim lalu—menyumbang 12 gol dalam 44 laga, termasuk dua gol krusial melawan Manchester United di Liga Europa.
Ia baru saja mendapat panggilan timnas senior Prancis dan kemungkinan debut saat menghadapi Spanyol di UEFA Nations League.
Sebelumnya, Cherki juga membawa tim Prancis U-23 meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024.
Fleksibel di berbagai posisi lini tengah dan depan, ia adalah calon pewaris peran Mahrez atau bahkan Silva di City.
Ait-Nouri: Bek Kiri Eksplosif yang Dilirik Guardiola
Sementara itu, di sektor pertahanan, City bergerak cepat memburu Aït-Nouri. Bek kiri berusia 23 tahun itu tampil tajam musim lalu dengan catatan 5 gol dan 7 assist.
Selain cepat dan agresif, Aït-Nouri juga dikenal fleksibel dalam sistem permainan yang menuntut transisi cepat—cocok untuk filosofi Guardiola.
Meski masih memiliki kontrak satu tahun lagi di Wolves, City yakin bisa menyelesaikan transfer sebelum Piala Dunia Antarklub 2025.
Bek kiri memang jadi titik lemah City musim lalu setelah Joao Cancelo pergi dan tak pernah benar-benar digantikan.
City Tak Main-main: Dominasi Domestik dan Ambisi Global
Dengan bergabungnya Reijnders dan kemungkinan masuknya Cherki serta Ait-Nouri, Manchester City jelas tengah membangun generasi baru.
Mereka bukan hanya ingin mempertahankan dominasi di Premier League, tapi juga serius membidik Liga Champions dan gelar dunia.
Langkah-langkah transfer ini mengirim sinyal keras kepada rival: Era Guardiola masih jauh dari kata selesai. City tidak sedang membangun ulang—mereka sedang membentuk dinasti.
Editor : Mahendra Aditya