RADAR KUDUS - Wonderkid Timor Leste, Gali Freitas, akhirnya angkat kaki dari PSIS Semarang lebih cepat dari masa kontraknya.
Keinginannya bermain di kasta tertinggi membuatnya memilih jalan baru—bergabung dengan rival Liga 1, Persebaya Surabaya.
Perpisahan Mengejutkan Gali Freitas dari PSIS Semarang
Semarang kembali kehilangan bintang mudanya. Gali Freitas, pemain sayap lincah asal Timor Leste, resmi meninggalkan PSIS Semarang meski kontraknya masih tersisa satu musim lagi.
Keputusan ini bukan karena konflik internal atau performa buruk semata, melainkan karena ambisi kuat sang pemain untuk tetap mentas di Liga 1 musim depan.
Langkah PSIS terdegradasi ke Liga 2 memaksa Gali berpikir cepat soal masa depannya. Ia tak ingin kehilangan momentum karier yang selama ini dibangun dengan penuh perjuangan. Manajemen PSIS pun legowo.
Mereka melepas Gali dengan penuh penghargaan dan telah menyelesaikan semua hak kontraktualnya secara profesional.
Dua Musim, Satu Ikatan Emosional
Selama dua musim berkostum Laskar Mahesa Jenar, Gali bukan sekadar pemain asing biasa. Ia mencetak 11 gol dalam 32 pertandingan di musim pertamanya, berduet tajam bersama Carlos Fortes dan Taisei Marukawa.
Sayangnya, performa itu tak berlanjut di musim berikutnya. Dari 29 penampilan, Gali hanya mampu menyumbang satu gol dan tiga assist—penurunan yang tak luput dari sorotan publik dan media.
Namun bagi para pendukung PSIS, Gali tetap meninggalkan jejak emosional yang mendalam. Bukan hanya karena permainannya yang cepat dan agresif, tapi karena sikap loyalnya selama dua musim berada di Kota Lumpia. Gali bahkan sempat menuliskan perpisahan menyentuh di akun Instagram pribadinya.
"Saat tidak ada yang percaya pada saya, bos @yoyok_sukawi membuka pintu dengan lebar dan memberi saya kepercayaan. Dua tahun saya memberikan hati dan jiwa saya untuk klub dan kota ini," tulis Gali di akun @galifreitas21.
Demi Liga 1, Gali Pilih Persebaya Surabaya
Perpisahan ini ternyata bukan akhir, melainkan awal babak baru. Tak butuh waktu lama, Gali langsung diumumkan sebagai rekrutan anyar Persebaya Surabaya.
Klub asal Kota Pahlawan itu langsung mengamankan jasanya setelah kehilangan beberapa pemain kunci.
Kepindahan Gali ke Bajul Ijo dianggap sebagai langkah cerdas bagi kedua belah pihak. Bagi Persebaya, kehadiran Gali di sektor sayap bisa menjadi solusi atas minimnya kreativitas lini depan musim lalu.
Sementara bagi Gali, Persebaya adalah panggung baru yang lebih besar, dengan basis suporter fanatik dan ekspektasi tinggi—tantangan yang cocok untuk mengembalikan performa terbaiknya.
Karier Masih Panjang, Ambisi Masih Membara
Gali Freitas adalah contoh pemain muda yang tahu apa yang ia inginkan. Dalam usia yang masih sangat produktif, ia memilih tetap bersaing di level tertinggi ketimbang menetap di zona nyaman.
Meninggalkan PSIS adalah keputusan berat, tapi langkahnya menuju Persebaya menunjukkan keberanian dan visi jangka panjang.
Manajemen PSIS, melalui Direktur Utama Agung Buwono, menyampaikan apresiasi besar atas dedikasi Gali.
Mereka bahkan memastikan tak ada ganjalan apa pun dalam proses perpisahan ini. Semua hak pemain diselesaikan, dan klub mendoakan kesuksesan Gali di klub barunya.
"Kami hormati keinginan Gali yang masih ingin berlaga di Liga 1. PSIS mendukung langkahnya dan semoga ia selalu sukses dalam karier ke depan," ujar Agung dalam keterangan resminya.
Perpisahan yang Menjadi Awal Baru
Dalam dunia sepak bola, perpisahan adalah bagian dari perjalanan. Gali Freitas memilih berpisah dengan PSIS bukan karena kecewa, tapi karena harapan.
Ia ingin tetap bertarung di Liga 1 dan membuktikan bahwa dirinya belum habis. Kini, semua mata tertuju ke Surabaya—akankah Gali kembali bersinar bersama Persebaya?
Yang jelas, kiprah pemain muda asal Timor Leste ini belum selesai. Ia masih punya potensi, semangat, dan mimpi besar yang akan terus ia kejar. Dan Persebaya adalah panggung barunya untuk membuktikan segalanya.