RADAR KUDUS - Setelah badai kepergian dua pilar penting, Ramadhan Sananta dan Moussa Sidibé, Persis Solo akhirnya memberikan kabar yang membuat napas suporter sedikit lebih lega.
Di tengah bursa transfer yang penuh gejolak, satu nama yang sempat digoyang isu hengkang justru memutuskan untuk tetap bertahan: Sho Yamamoto.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi klub, Senin malam (2/6/2025), Persis Solo mengonfirmasi bahwa gelandang asal Jepang itu akan tetap memperkuat Laskar Sambernyawa hingga tahun 2027.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 2025: Baru Dibuang PSM, Nermin Haljeta Langsung Diincar PSIM Yogyakarta?
“Sho Yamamoto tetap berseragam merah Persis. Loyalitasnya patut diapresiasi,” tulis @persisofficial dalam pernyataan singkat tapi penuh makna.
Langkah ini sekaligus menepis spekulasi yang sempat mengaitkan Sho dengan PSIM Yogyakarta. Klub rival itu disebut-sebut tengah mencoba membajak sang playmaker, namun gagal total.
Sho justru terlihat semakin menyatu dengan atmosfer Solo, bahkan tetap menjalani latihan bersama Eky Taufik dan Braif Fatari meski musim sudah berakhir.
Kontribusi Vital dan Loyalitas Tak Tergoyahkan
Didatangkan pada tengah musim Liga 1 2023/2024, Sho Yamamoto langsung nyetel dengan ritme permainan Persis Solo.
Dalam 15 penampilan perdananya, ia mencatatkan satu gol dan dua assist. Walaupun tak mencolok secara statistik, peran Sho di lini tengah sangat terasa—ia menjadi jembatan antara pertahanan dan lini depan, serta pengatur tempo yang tenang di tengah tekanan.
Musim berikutnya, kontribusinya meningkat signifikan. Dari total 31 pertandingan di Liga 1 2024/2025, Sho mencetak tiga gol dan mengemas enam assist, lengkap dengan empat kartu kuning sebagai bukti kegigihannya di lapangan.
Secara keseluruhan, ia telah tampil 51 kali bersama Persis dan menyumbangkan total 4 gol serta 9 assist—angka yang cukup impresif untuk seorang gelandang serba bisa.
Yang tak bisa diabaikan adalah perannya dalam membawa Persis melangkah hingga semifinal Piala Presiden 2024.
Meskipun gagal melaju ke final usai dihentikan Arema FC, Persis sukses mengunci posisi ketiga usai menundukkan Persija Jakarta 1-0. Sebuah prestasi yang tak lepas dari kontribusi Yamamoto sebagai motor serangan.
Belum Setajam di Persebaya, Tapi Nilai Loyalitasnya Tak Tertandingi
Meski performa Sho bersama Persis belum menyaingi kiprahnya saat memperkuat Persebaya Surabaya, terutama di musim 2022/2023 di mana ia mencatatkan 10 gol dan 10 assist dari 33 laga, keputusannya untuk bertahan di tengah godaan klub lain menunjukkan nilai lebih: loyalitas. Sho tak sekadar mencari statistik, ia memilih membangun sesuatu yang lebih besar di Solo.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Bhayangkara FC Siap Boyong Striker Naturalisasi Timnas Kamboja Andres Nieto
Sebelum meniti karier di Indonesia, Sho telah malang melintang di Eropa. Bersama FK Iskra di Liga Montenegro, ia tampil 65 kali dan mencetak lima gol.
Ia juga sempat memperkuat OFK Petrovac dan mengoleksi tujuh gol dari 48 laga. Pengalaman inilah yang membuatnya jadi pemain dengan visi matang di lini tengah.
Komposisi Asing Masih Tanda Tanya
Sementara Sho sudah mengunci masa depannya di Persis, nasib lima pemain asing lainnya masih mengambang.
Nama-nama seperti Eduardo Kunde, Cleylton Santos, John Cley, hingga Jordy Tutuarima masih belum mendapat kepastian dari manajemen.
Sebagian dari mereka datang di tengah musim, sebagian lainnya terhambat cedera dan performa. Kontrak mereka diketahui habis pada Mei 2025, dan hingga kini belum ada pembaruan resmi.
Situasi ini menyisakan banyak spekulasi soal arah tim musim depan. Apakah Persis akan merombak total komposisi asingnya, atau justru mempertahankan sebagian dari mereka?
Sho Jadi Kunci, Persis Siap Bangkit
Keputusan mempertahankan Sho Yamamoto bukan hanya soal menjaga stabilitas di lini tengah, tapi juga sinyal bahwa Persis Solo masih punya fondasi kuat untuk bersaing di papan atas Liga 1.
Di tengah badai hengkangnya pemain inti dan belum jelasnya nasib penggawa asing lain, nama Sho jadi titik terang sekaligus harapan.
Untuk para pesaing di Liga 1, satu pesan jelas telah dikirim dari Solo: Laskar Sambernyawa belum selesai. Mereka masih punya senjata mematikan di lini tengah. Dan namanya, Sho Yamamoto.