RADAR KUDUS - Madura United mulai bergerak cepat menyiapkan skuad anyar untuk menghadapi ketatnya persaingan Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.
Setelah tampil mengecewakan musim lalu dan nyaris tergelincir ke zona degradasi, manajemen klub berjuluk Laskar Sapeh Kerrab akhirnya mengambil langkah tegas: merombak besar-besaran komposisi tim.
Langkah awal dari "operasi pembenahan" ini dimulai dengan melepas tujuh pemain lokal, termasuk nama yang cukup dikenal, yakni Ibrahim Sanjaya, mantan pilar Persik Kediri.
7 Pemain Resmi Dilepas, Sinyal Transformasi Total di Tubuh Tim
Kepastian hengkangnya para pemain diumumkan langsung oleh Annisa Zhafarina, Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), perusahaan yang membawahi Madura United.
Dalam pernyataannya, Annisa menegaskan bahwa keputusan ini bukan karena para pemain tak layak, melainkan demi menyegarkan kekuatan dan taktik klub.
“Kami tidak ingin stagnan. Untuk berkembang, kami perlu melakukan regenerasi dan mengisi skuad dengan pemain yang sesuai dengan kebutuhan pelatih serta filosofi permainan kami ke depan,” ungkap Annisa, Minggu (1/6/2025).
Tujuh pemain yang dipastikan tidak lagi mengenakan jersey Madura United musim depan antara lain:
-
Haudi Abdillah
-
Ibrahim Sanjaya
-
Andi Irfan
-
Feby Ramzy
-
Arsa Ramadan
-
Sandi Samosir
-
Hanis Sagara
Ibrahim Sanjaya: Dulu Motor Serangan, Kini Tak Masuk Rencana
Nama Ibrahim Sanjaya menjadi salah satu yang paling menarik perhatian dari daftar pemain yang dilepas.
Pemain yang sempat bersinar bersama Persik Kediri itu sejatinya cukup berkontribusi bagi Madura United musim lalu.
Ia dikenal sebagai pemain pekerja keras dengan naluri menyerang yang tajam, serta kemampuan duel satu lawan satu yang solid di sisi sayap.
Namun tampaknya, dalam skema permainan yang tengah disusun untuk musim baru, nama Sanjaya tak lagi jadi pilihan utama.
Meski keputusan ini mengejutkan banyak pihak, manajemen klub menegaskan bahwa semuanya dilakukan demi kemajuan tim ke arah lebih kompetitif.
“Kami sangat menghargai kerja keras dan pengabdian mereka semua. Mereka telah menuliskan bagian dari sejarah klub ini, dan kami doakan yang terbaik untuk karier mereka ke depan,” tambah Annisa.
Evaluasi Besar Setelah Nyaris Degradasi
Performa Madura United musim lalu memang jauh dari kata memuaskan. Menempati peringkat ke-15 klasemen akhir, Madura hanya unggul satu posisi dari zona merah.
Sinyal bahaya itu jadi pemicu utama evaluasi total terhadap performa pemain, strategi, hingga struktur internal klub.
Langkah melepas tujuh pemain ini disebut-sebut baru tahap awal dari rencana jangka panjang klub untuk kembali bersaing di papan atas.
Sejumlah sumber internal menyebut bahwa bursa transfer Madura United musim ini akan sangat aktif, termasuk dalam mendatangkan pemain asing baru yang sesuai dengan filosofi pelatih.
Siapa Pengganti? Rumor Nama Besar Sudah Mengarah ke Bangkalan
Meski belum diumumkan secara resmi, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan Madura United sebagai calon pengganti.
Rumor beredar bahwa klub tengah mengincar beberapa pemain asing yang tampil impresif musim lalu, serta beberapa pemain muda potensial dari klub-klub kasta bawah.
Selain itu, kabar yang berkembang menyebut bahwa Madura United juga tengah mempertimbangkan pelatih baru untuk menakhodai skuad musim depan — sebagai bagian dari transformasi total klub.
Apakah Ini Akhir? Atau Baru Permulaan?
Dengan tujuh pemain sudah didepak, pertanyaan selanjutnya adalah: apakah akan ada nama-nama lain yang menyusul?
Mengingat posisi Madura United yang belum aman dan target tinggi musim depan, besar kemungkinan klub akan terus menyeleksi pemain secara ketat.
Yang pasti, Madura United tidak main-main menghadapi musim baru. Klub yang dulu sempat jadi penantang serius gelar kini bertekad bangkit dari keterpurukan.
Dan langkah awalnya: membuang pemain-pemain yang tak lagi sejalan dengan visi tim.
Kita tunggu siapa saja yang akan datang — dan apakah gebrakan ini akan mengantar Madura United kembali ke jalur kemenangan, atau justru menjadi taruhan besar yang berisiko gagal.
Yang jelas, Liga 1 musim depan akan semakin menarik dengan dinamika seperti ini.
Editor : Mahendra Aditya