RADAR KUDUS - Transformasi besar sedang terjadi di tubuh Persita Tangerang.
Usai secara resmi menunjuk Carlos Pena, eks pelatih Persija Jakarta, sebagai juru taktik baru menggantikan Fabio Lefundes, klub asal Banten ini disebut-sebut bakal menjadi “Persija rasa baru” di musim depan.
Bukan tanpa alasan. Sejumlah nama besar yang sebelumnya jadi bagian dari skuad Macan Kemayoran kini dikabarkan bakal menyusul Pena ke Tangerang.
Tiga nama yang paling mencuat: Maciej Gajos, Ramon Bueno, dan Syahrian Abimanyu. Ketiganya santer disebut bakal merapat ke Pendekar Cisadane, menjadikan Persita salah satu tim paling dinamis di bursa transfer Liga 1 2025/2026.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 2025: Arema dan Persebaya Berebut Gustavo Tocantins, Striker Tajam PSS Sleman
Carlos Pena Boyong Gerbong Lama ke Tangerang?
Isu hangat ini bermula dari keputusan Persija Jakarta yang resmi melepas tujuh pemain sekaligus usai musim 2024/2025 berakhir.
Setelah sebelumnya tidak memperpanjang kontrak Firza Andika dan Marko Simic, Macan Kemayoran kini turut melepas beberapa pemain kunci seperti:
-
Pablo Andrade
-
Maciej Gajos
-
Ramon Bueno
-
Syahrian Abimanyu
-
Ondrej Kudela
-
Muhammad Ferarri
-
Resky Fandi
Yang menarik, dua di antara mereka — Gajos dan Ramon — merupakan pemain kepercayaan Carlos Pena saat masih menukangi Persija.
Situasi ini memunculkan spekulasi kuat bahwa Pena tengah membentuk ulang skuad Persita dengan wajah-wajah familiar.
Jika benar Gajos, Ramon, dan Abimanyu bergabung, maka transformasi Persita musim depan bukan sekadar ganti pelatih, tapi juga revolusi total dari dalam.
Gajos dan Abimanyu: Duet Mewah di Lini Tengah?
Kabar kepindahan Maciej Gajos, gelandang berpengalaman asal Polandia, menjadi salah satu rumor paling ramai diperbincangkan.
Gajos dikenal sebagai jenderal lapangan tengah yang punya visi tajam dan tendangan jarak jauh mematikan. Bersama Persija, ia menjadi bagian penting dalam membangun serangan dari lini kedua.
Sementara itu, Syahrian Abimanyu, gelandang muda berbakat jebolan Timnas Indonesia, juga masuk radar Persita. Kombinasi keduanya di lini tengah — pengalaman Eropa Gajos dan teknik lokal khas Abimanyu — bisa menjadi mimpi buruk bagi lawan.
Jika bergabung, Gajos kemungkinan besar akan menjadi tandem ideal bagi Eber Bessa, yang tetap menjadi andalan Persita. Trio lini tengah Gajos–Abimanyu–Bessa bukan hanya menjanjikan dominasi penguasaan bola, tapi juga kreativitas luar biasa dalam membongkar pertahanan lawan.
Ramon Bueno Siap Perkuat Benteng Pertahanan
Nama Ramon Bueno juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Bek asal Spanyol ini dikenal tangguh dalam duel satu lawan satu dan memiliki distribusi bola yang baik dari belakang.
Jika bergabung, ia diyakini akan mengisi posisi penting di jantung pertahanan Persita yang musim lalu sering kali tampil kurang konsisten.
Ramon juga punya keunggulan: ia mengenal sistem permainan Carlos Pena. Artinya, adaptasinya di skuad baru bisa berlangsung cepat dan mulus.
Persita Siapkan Revolusi Gaya Main?
Kehadiran Carlos Pena sendiri menunjukkan bahwa Persita ingin mengubah arah permainan mereka secara total.
Gaya menyerang ala Spanyol yang Pena usung bersama Persija musim lalu bisa saja diterapkan ke Persita — tentu dengan pemain-pemain yang ia percaya.
Jika proyek ini benar terjadi, maka Persita musim depan bisa menjadi kekuatan baru di Liga 1.
Bukan hanya karena kualitas pemain yang direkrut, tapi juga karena kohesi dan chemistry yang sudah terbentuk dari masa lalu mereka di Persija.
Hanya Rumor atau Akan Jadi Kenyataan?
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Persita maupun para pemain terkait rumor kepindahan tersebut.
Namun, atmosfer yang berkembang menunjukkan bahwa gerbong eks Persija ke Tangerang bukan sekadar isapan jempol.
Jika skenario ini terwujud, Persita Tangerang akan menjadi salah satu tim paling diperhitungkan di kompetisi mendatang — bukan hanya karena kedalaman skuad, tetapi juga karena stabilitas sistem dan pengalaman yang mereka miliki secara kolektif.
Akankah Gajos resmi berseragam ungu? Atau justru akan ada kejutan lainnya? Bursa transfer Liga 1 2025/2026 baru saja dimulai — dan drama besar sudah mengintai di balik layar.
Editor : Mahendra Aditya