KUDUS – Jelang bergulirnya Liga 2 musim 2025/2026, Persiku Kudus mulai tancap gas membentuk skuad yang lebih kompetitif.
Salah satu fokus utama mereka adalah seleksi pemain, baik lokal maupun asing, yang dijadwalkan digelar mulai Juni ini.
Perwakilan pemilik saham PT Resmi, Irwansyah, mengungkapkan bahwa proses seleksi pemain akan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Jakarta dan Kudus. Jakarta dipilih sebagai lokasi awal karena dianggap strategis.
Baca Juga: Tingkatkan Capaian, Kartu Identitas Anak Jadi Salah Satu Syarat Masuk Sekolah di Kudus
Banyak pemain Liga 1 dan Liga 2 yang kontraknya telah berakhir berada di ibu kota, sehingga membuka peluang lebih besar bagi Persiku untuk mendapatkan pemain berkualitas.
“Seleksi pertama akan kami lakukan di Jakarta, karena di sana banyak pemain yang sedang mencari klub baru. Aksesnya pun lebih mudah,” jelas Irwansyah kepada Radar Kudus.
Setelah dari Jakarta, seleksi akan dilanjutkan di Kudus sebagai basis utama klub berjuluk Macan Muria itu.
Manajemen menargetkan proses seleksi dan pembentukan tim rampung pada awal Juli, agar tim memiliki waktu persiapan yang cukup sebelum kompetisi dimulai pada Agustus.
Seleksi Ketat Pemain Asing
Mengenai pemain asing, Persiku tak ingin asal comot. Irwansyah menegaskan, bila kuota pemain asing Liga 2 benar-benar diberlakukan—yakni lima orang per tim—pihaknya akan memanfaatkannya secara optimal.
“Untuk pemain asing, kami akan memilih yang sudah punya pengalaman bermain di Indonesia. Mereka sudah tahu atmosfer kompetisi dan cuaca di sini, itu penting,” tegasnya.
Persiku tidak ingin mengulang kesalahan musim lalu. Saat itu, sejumlah rekrutan asing dinilai tak mampu menjawab ekspektasi manajemen dan pendukung.
“Kami ingin memastikan semua pemain yang bergabung benar-benar sesuai kebutuhan tim, bukan sekadar nama besar,” lanjut Irwansyah.
Target: Lebih Kompetitif dan Konsisten
Manajemen menegaskan musim ini mereka punya misi besar: mengangkat performa tim dan menjaga konsistensi. Liga 2 musim ini diprediksi akan lebih ketat.
Persiku bahkan kemungkinan besar akan berada di grup yang sama dengan dua mantan tim Liga 1, yakni PSS Sleman dan PSIS Semarang.
Dengan demikian, kebutuhan akan pemain berkualitas dan tim yang solid menjadi semakin mendesak. “Kompetisi akan sengit. Kami tak bisa setengah-setengah dalam membangun tim,” ucap Irwansyah.
Baca Juga: Innalillahi... Satu Jamaah Haji Asal Kaliwungu Kudus Meninggal di Makkah, Ini Sosoknya
Pelatih Lama, Harapan Baru
Untuk posisi pelatih kepala, manajemen disebut-sebut akan kembali mempercayakan kursi pelatih kepada Alfiat.
Meski belum resmi diumumkan, rumor ini menguat seiring dengan capaian Alfiat musim lalu yang berhasil menyelamatkan Persiku dari jurang degradasi.
“Coach Alfiat menunjukkan progres yang luar biasa musim lalu. Dia berhasil membangkitkan semangat tim dan menjaga Persiku tetap di Liga 2,” ungkap sumber internal tim.
Jika kembali ditunjuk, Alfiat diharapkan mampu membangun chemistry lebih kuat dan mengarahkan Persiku menuju target yang lebih tinggi musim ini.
Dengan persiapan yang lebih matang, seleksi yang ketat, dan pembenahan manajemen, Persiku Kudus tampaknya tak ingin sekadar bertahan. Musim ini, mereka siap menyengat. (Galih Erlambang)