Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PSIM Promosi Liga 1, PSS Sleman Terdegradasi, Derby DIY Tak Akan Terjadi Digelar Musim Depan!

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 25 Mei 2025 | 03:03 WIB
LANGKAH BERAT: Bek Persiku Jajang Mulyana (kanan) berduel dengan pemain PSIM Jogja belum lama ini.
LANGKAH BERAT: Bek Persiku Jajang Mulyana (kanan) berduel dengan pemain PSIM Jogja belum lama ini.

RADAR KUDUS — Drama sepak bola kembali menyajikan ironi menyakitkan bagi publik Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara PSIM Yogyakarta tengah berpesta merayakan promosi ke Liga 1 setelah penantian 18 tahun, tetangganya, PSS Sleman, justru terjungkal ke jurang degradasi meski menang telak pada laga terakhir.

Kemenangan Tak Cukup Selamatkan PSS

Super Elja—julukan PSS Sleman—berhasil menaklukkan Madura United 3-0 dalam laga penutup Liga 1 2024/2025 yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (24/5/2025).

Gol-gol Betinho, Gustavo Tocantins, dan Marcelo Cirino sempat menumbuhkan harapan tipis di kalangan suporter, namun semua itu runtuh saat hasil pertandingan Semen Padang vs Arema FC diumumkan.

Semen Padang sukses menundukkan Arema FC dengan skor 2-0 berkat gol Felipe Chaby dan Muhamad Ridwan.

Hasil tersebut membuat Kabau Sirah finis dengan 46 poin—cukup untuk bertahan di Liga 1. Sebaliknya, PSS yang hanya mengumpulkan 34 poin harus puas di posisi ke-16, satu dari tiga tim yang terpaksa angkat koper ke Liga 2.

Baca Juga: PSIM, Bhayangkara & Persijap Naik Tahta Ke Liga 1, PSIS, PSS, dan Barito Putera Terlempar ke Liga 2!

Insiden flare yang membuat pertandingan Liga 1 antara PSS vs Persija di Stadion Maguwoharjo dihentikan sementara, Sabtu 17 Mei 2025.
Insiden flare yang membuat pertandingan Liga 1 antara PSS vs Persija di Stadion Maguwoharjo dihentikan sementara, Sabtu 17 Mei 2025.

PSIM Yogyakarta: Kebangkitan Sang Pendiri Sepak Bola Nasional

Di saat tetangganya terpukul, PSIM Yogyakarta justru mencetak sejarah.

Klub yang lahir pada 5 September 1929—salah satu pendiri PSSI—akhirnya kembali ke pentas utama sepak bola Indonesia setelah 18 tahun tertahan di kasta bawah.

Kemenangan dramatis 2-1 atas PSPS Pekanbaru di laga penutup Grup X babak 8 besar Liga 2 memastikan posisi puncak bagi Laskar Mataram.

Dengan hasil itu, PSIM berhak naik ke Liga 1 untuk musim 2025/2026. Euforia pun meledak di kalangan pendukung setianya, yang selama ini menanti kebangkitan klub bersejarah tersebut.

PSIM menjadi salah satu dari tiga tim Liga 2 yang berhasil promosi, bergabung bersama Bhayangkara FC dan Persijap Jepara.

Derby DIY: Rivalitas yang Hilang dari Panggung Tertinggi

Promosi PSIM dan degradasi PSS membawa dampak besar bagi atmosfer sepak bola Yogyakarta. Rivalitas klasik antara dua klub ini, yang dikenal dengan sebutan Derby DIY, resmi tidak akan terjadi di Liga 1 musim depan.

Sejak pertama kali bertemu di musim 1999/2000, laga antara PSIM dan PSS selalu menyulut tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan.

Kini, untuk pertama kalinya sejak era modern sepak bola Indonesia, dua klub kebanggaan masyarakat DIY tidak akan bertemu di level tertinggi.

Sebuah ironi tajam mengingat PSIM baru saja bangkit dari "tidur panjang", sementara PSS harus memulai lagi dari bawah.

Baca Juga: Deretan Pesepak Bola Indonesia yang Taklukkan Hati Artis Ternama, Siapa Paling Bikin Iri?

Dominikus Dion menjadi pemain andalan PSS Sleman di lini serang. (PT LIB)
Dominikus Dion menjadi pemain andalan PSS Sleman di lini serang. (PT LIB)

Kontras Nasib Dua Klub Jogja

Kisah PSIM dan PSS musim ini seakan menjadi potret kontras dari dua sisi mata uang sepak bola. PSIM, yang sebelumnya hanya menjadi penggembira di Liga 2, sukses melakukan transformasi besar dan tampil konsisten sepanjang musim.

Sementara PSS, yang sempat tampil di Liga 1 dengan nama besar dan dukungan fanatik BCS (Brigata Curva Sud), harus membayar mahal inkonsistensi performa dan ketergantungan pada hasil tim lain.

Terlepas dari semua itu, kedua klub kini punya misi besar. PSIM wajib membuktikan bahwa mereka layak bersaing di kasta tertinggi.

Sementara PSS harus berbenah dan berjuang keras untuk kembali ke tempat yang mereka rasa pantas.

Akhir Musim yang Menguras Emosi

Musim 2024/2025 benar-benar menjadi panggung penuh drama.

Dari pertarungan sengit di papan bawah hingga pesta promosi yang penuh air mata, semuanya menciptakan catatan emosional tersendiri bagi para suporter.

Bagi fans sepak bola Jogja, musim ini menyisakan rasa bangga sekaligus luka: satu klub naik, satu lainnya jatuh.

Namun, seperti halnya sepak bola yang selalu penuh kejutan, segala kemungkinan bisa terjadi musim depan.

Mungkin inilah momen refleksi, sekaligus titik balik, bagi PSS dan PSIM untuk membentuk masa depan baru—entah sebagai rival yang kembali bertemu di Liga 1, atau sebagai dua entitas yang memperjuangkan jati diri masing-masing.

 

Editor : Mahendra Aditya
#psim yogyakarta #Derby DIY Liga 1 #PSIM Promosi #PSS Degradasi #PSS Sleman Degradasi #Hasil Liga 1 2025 #tim promosi Liga 1 2025 #klasemen akhir Liga 1 Indonesia #PSIM promosi Liga 1 #liga 1