RADAR KUDUS - AC Milan menunjukkan taringnya lagi! Akhir pekan ini, Rossoneri sukses membawa pulang tiga poin penting usai menaklukkan Venezia 2-0 dalam laga tandang, Minggu (27/4) pagi waktu setempat.
Kemenangan ini tak hanya memperpanjang tren positif mereka di Serie A, tetapi juga menjadi modal berharga jelang final Coppa Italia melawan Bologna, yang kian mendekat.
Meskipun sudah mengamankan tempat di final Coppa Italia, Milan masih harus berjibaku di sisa musim ini.
Kemenangan demi kemenangan wajib dikoleksi, mengingat hasil final tetap sulit diprediksi, apalagi Bologna belakangan tampil cukup meyakinkan.
Start Kilat dan Pertahanan Solid
Tak ingin mengulang kekecewaan usai kekalahan dari Atalanta, Milan tampil agresif sejak menit awal di kandang Venezia.
Hasilnya, gol cepat tercipta hanya lima menit setelah peluit pertama dibunyikan, membuat tuan rumah tertekan.
Meski Venezia mencoba mengimbangi permainan, lini belakang Rossoneri tampil disiplin sehingga lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Trio bek Gabbia, Tomori, dan Pavlovic tampil kokoh, meskipun Pavlovic sempat kesulitan di babak pertama sebelum tampil lebih solid di paruh kedua.
Perubahan Jadi Kunci: Formasi 3-4-3 Menghidupkan Milan
Pergantian formasi menjadi 3-4-3 benar-benar menghidupkan permainan Milan. Dalam empat laga terakhir, mereka hanya kebobolan satu gol—sebuah perbaikan besar dibandingkan performa defensif musim sebelumnya.
Kontribusi bek sayap Alex Jimenez dan Theo Hernandez juga sangat vital, meski performa keduanya sedikit menurun dibandingkan saat melawan Inter.
Dengan performa lini belakang seperti ini, pelatih Sergio Conceicao bisa lebih optimistis menatap sisa musim.
Pulisic Menggila Lagi, Abraham dan Leao Melempem
Satu nama yang kembali mencuri perhatian adalah Christian Pulisic. Setelah sempat melewati masa sulit, winger asal Amerika Serikat ini tampil luar biasa di laga ini, membuka keunggulan lewat pergerakan cerdas dan eksekusi tajam. Selain itu, ia juga terlibat aktif dalam membangun serangan sepanjang laga.
Sebaliknya, Rafael Leao dan Tammy Abraham justru tampil di bawah ekspektasi. Abraham, yang turun menggantikan Jovic yang cedera, gagal memanfaatkan peluang emas, sedangkan Leao kembali memperlihatkan inkonsistensi yang sering membuat fans frustrasi.
Duo Gelandang Jadi Motor Permainan
Youssouf Fofana dan Tijjani Reijnders mengontrol lini tengah dengan cukup baik. Fofana membuka jalan bagi gol pertama lewat assist brilian, sementara Reijnders menampilkan visi bermain apik lewat umpan-umpan akurat, salah satunya berbuah assist untuk gol Santiago Gimenez di menit-menit akhir.
Meski Fofana masih perlu memperbaiki ketepatan passing-nya, secara keseluruhan, kontribusi keduanya krusial dalam menjaga dominasi Milan sepanjang pertandingan.
Bangkit dari Bangku Cadangan
Peran pemain pengganti juga tidak bisa diabaikan. Ruben Loftus-Cheek, Kyle Walker, Joao Felix, dan Santiago Gimenez masuk di babak kedua dan langsung memberikan dampak positif.
Walker menghidupkan serangan lewat overlap dan intersepsi penting, sedangkan Felix memamerkan kelincahan tekniknya untuk mengacaukan pertahanan Venezia.
Puncaknya, Santiago Gimenez menuntaskan laga dengan gol keduanya musim ini, sekaligus mengakhiri paceklik gol pribadi. Sebuah momen yang bisa menjadi titik balik bagi striker muda ini untuk kembali produktif.
Fokus ke Final, Tapi Liga Masih Jadi Harga Mati
Dengan tambahan tiga poin ini, Milan kini bertengger di posisi kesembilan, terpaut lima angka dari zona Eropa dengan empat laga tersisa.
Praktis, peluang untuk merebut tiket Eropa lewat jalur liga masih terbuka, meski tipis.
Namun, tak bisa dipungkiri, trofi Coppa Italia kini menjadi taruhan utama Rossoneri musim ini.
Kemenangan atas Bologna di final akan menentukan apakah musim ini akan dikenang sebagai kisah sukses atau justru kegagalan pahit.
Apakah AC Milan mampu mempertahankan momentum ini hingga mengangkat trofi? Fans tentu berharap, perjuangan belum selesai!
Editor : Mahendra Aditya