KUDUS – Ajang balap sepeda gunung paling bergengsi di Indonesia, 76 Indonesian Downhill (IDH), kembali hadir di musim 2025 dengan nuansa yang lebih segar dan penuh inovasi.
Tak sekadar mengandalkan adu kecepatan menuruni lereng ekstrem, tahun ini IDH mengusung konsep sportainment-perpaduan antara kompetisi profesional dan hiburan yang ramah bagi berbagai kalangan penonton.
Seri perdana akan digelar pada 2-4 Mei 2025 di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah.
Trek sepanjang 2,3 km di lereng Gunung Muria ini, siap menjadi ajang adu keterampilan para pebalap elite dari seluruh penjuru negeri.
Dimulai dari ketinggian 1.100 mdpl dan berakhir di 600 mdpl, lintasan ini dipenuhi tantangan alami seperti drop, rock garden, double jump, hingga obstacle kayu berkarakter cepat dan mengalir.
Pihak penyelenggara melalui Agnes Wuisan dari 76 Rider menegaskan, musim ini akan tampil jauh lebih inovatif. Dua format balapan yang sempat vakum, yakni Urban Downhill dan Cross Country (IXC), resmi kembali meramaikan kalender lomba.
Urban Downhill akan digelar di Boyolali (20-22 Juni) dan Pasuruan (12–14 September), sedangkan nomor Cross Country akan hadir bersamaan dengan seri kedua di Klangon Bike Park, Sleman, pada 8–10 Agustus 2025.
Agnes menjelaskan, IDH bukan sekadar adu cepat, tetapi juga menjadi wadah prestasi bagi atlet-atlet sepeda gunung Indonesia yang membutuhkan panggung kompetitif berstandar tinggi.
”Kami berharap, konsep baru ini akan menarik minat penonton yang lebih luas, termasuk mereka yang belum familiar dengan dunia downhill,” harapnya.
Event Director 76 IDH Aditya Nugraha menambahkan, trek Ternadi sangat ideal sebagai pembuka karena telah terverifikasi UCI (Union Cycliste Internationale) dengan level C1, yang berarti para pemenang akan mendapat poin peringkat dunia.
”Selain itu, faktor alam seperti akar pohon, cuaca, dan kondisi tanah yang terus berubah membuat lintasan ini, selalu menghadirkan tantangan baru setiap tahunnya,” katanya.
Salah satu pebalap unggulan asal Kudus M. Abdul Hakim atau yang lebih dikenal sebagai Jambol mengaku telah mempersiapkan diri lebih baik tahun ini untuk menebus hasil kurang memuaskan di musim sebelumnya.
Ia mengincar performa optimal di lintasan rumah sendiri dengan fokus pada titik-titik krusial seperti obstacle kayu drop off to wall ride.
Langkah Jambul tak bakal mudah, karena ada atlet-atlet kelas men elite lain, seperti Rendy Varera Sanjaya (juara bertahan), Andy Prayoga, Agung Prio Apriliano, dan Salman Alparishi.
Dari total 10 kelas yang dipertandingkan, termasuk kategori junior, master, hingga women elite.
Bagi yang tidak bisa menyaksikan langsung, seluruh rangkaian lomba akan disiarkan melalui live streaming di situs resmi www.76rider.com/live.
Musim ini digadang-gadang menjadi yang paling menegangkan dan menarik dalam sejarah penyelenggaraan 76 IDH-sebuah sajian ekstrem penuh aksi dan gaya yang tidak boleh dilewatkan. (lin)
Editor : Ali Mustofa