Hancur di Bernabeu! Real Madrid 1 - 2 Arsenal, Gol Martinelli pada Menit Injury Time, Netizen: Remontada?
Mahendra Aditya Restiawan• Kamis, 17 April 2025 | 13:23 WIB
Arsenal menang 1-2 atas Real madrid pada leg 2 di Bernabeu
Arsenal Hancurkan Real Madrid, Lolos ke Semifinal UCL Setelah 16 Tahun
MADRID – Sejarah tercipta di Santiago Bernabeu pada Rabu dini hari (17/4/2025) ketika Arsenal berhasil mempermalukan Real Madrid dengan agregat mencolok 5-1 di babak perempat final Liga Champions UEFA.
Tim asal London itu menunjukkan kedewasaan, ketangguhan, dan kedalaman taktik saat menang 2-1 di leg kedua—hasil yang memastikan mereka melaju ke semifinal untuk pertama kalinya sejak musim 2008–09.
Dalam pertandingan yang sarat tensi dan drama, The Gunners tampil tenang menghadapi tekanan dari 80.000 fans Los Blancos dan sederet bintang papan atas seperti Kylian Mbappé dan Jude Bellingham.
Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli mencetak dua gol krusial untuk Arsenal, sementara gol hiburan Madrid dicetak oleh Vinícius Jr.
Berangkat dari kemenangan 3-0 di leg pertama, Arsenal tak menunjukkan tanda-tanda bermain bertahan.
Pelatih Mikel Arteta justru menurunkan formasi ofensif yang mematikan tempo Real Madrid sejak awal pertandingan. Meski penalti Saka di menit ke-13 berhasil digagalkan oleh Thibaut Courtois, Arsenal tetap mendominasi ritme laga.
Gol pembuka datang di menit ke-65, saat Mikel Merino—yang tampil luar biasa di lini tengah—mengirimkan umpan terobosan kepada Saka yang berlari di belakang pertahanan Madrid.
Tanpa kesalahan, pemain muda Inggris itu melepaskan tembakan mendatar yang menembus gawang Courtois, memperbesar agregat menjadi 4-0.
Vinícius Jr. sempat membalas tiga menit kemudian setelah mencuri bola dari William Saliba dan menaklukkan kiper David Raya.
Namun, skor 1-1 tak bertahan lama. Arsenal kembali menggigit lewat serangan balik kilat yang diselesaikan oleh Martinelli di masa injury time (90+3’), menyegel kemenangan 2-1 di malam itu.
Real Madrid Tak Berdaya, Serangan Mandul Meski Bertabur Bintang
Los Blancos memasuki pertandingan dengan misi nyaris mustahil—membalikkan defisit tiga gol. Sayangnya, skuad asuhan Carlo Ancelotti tampil di bawah ekspektasi.
Kylian Mbappé bahkan sempat mencetak gol di menit ke-3 yang akhirnya dianulir karena offside. Seluruh permainan Madrid didominasi oleh crossing dan percobaan individual dari Vinícius maupun Rodrygo yang mudah dibaca lini belakang Arsenal.
Data mencatat Madrid melakukan delapan percobaan tembakan di babak pertama, namun tak satu pun mengarah tepat ke gawang.
Bahkan peluang penalti yang sempat diberikan kepada mereka dianulir setelah tinjauan VAR memperlihatkan bahwa Mbappé jatuh terlalu mudah.
Situasi makin buruk ketika Mbappé harus ditarik keluar di menit ke-76 akibat cedera ringan usai benturan dengan Declan Rice.
Ancelotti memasukkan Luka Modrić dan Endrick, tetapi permainan tetap buntu. Arsenal yang solid di pertahanan justru makin percaya diri dan bermain dengan presisi tinggi.
Gol dari Martinelli menangkan Arsenal 1-2 atas Real madrid pada leg 2 di Bernabeu
Arsenal Kembali ke Panggung Besar
Lolosnya Arsenal ke semifinal menandai kebangkitan klub London Utara itu di level Eropa. Terakhir kali The Gunners mencapai empat besar Liga Champions terjadi 16 tahun silam, saat mereka disingkirkan oleh Manchester United pada musim 2008–09.
Kini, di bawah kepemimpinan Mikel Arteta, Arsenal tampil sebagai salah satu tim paling disiplin dan efisien di kompetisi.
Dalam wawancara usai pertandingan, Arteta mengaku bangga dengan mentalitas anak asuhnya. “Kami datang ke sini bukan untuk bertahan, tetapi untuk menang.
Ini adalah Arsenal yang baru, dan kami belum selesai,” ujarnya dengan percaya diri.
Tantangan Berat Menanti: Paris Saint-Germain di Semifinal
Di babak semifinal, Arsenal akan menghadapi tantangan berat dari Paris Saint-Germain, yang juga memastikan tempat mereka usai mengalahkan Manchester City.
Duel ini akan mempertemukan dua tim muda dengan filosofi menyerang yang eksplosif.
Sayangnya, Arsenal harus kehilangan Thomas Partey pada leg pertama semifinal setelah sang gelandang menerima kartu kuning di menit ke-85. Namun, kedalaman skuad The Gunners yang kini dihuni talenta seperti Merino, Rice, Trossard, dan Timber memberi alasan kuat bahwa mereka bisa melaju lebih jauh.
Bernabeu Sunyi, Fans London Bernyanyi
Suasana Santiago Bernabeu berubah drastis sepanjang laga. Dari awal penuh sorakan “Hala Madrid”, stadion legendaris itu menjadi sunyi senyap saat Arsenal mencetak gol kedua.
Satu-satunya suara yang terdengar nyaring hanyalah para fans Arsenal yang bersorak dan bernyanyi merayakan kemenangan bersejarah mereka.
Sebuah kemenangan telak di rumah sang raja Eropa seakan menjadi pernyataan keras: Arsenal bukan lagi tim masa depan—mereka adalah kekuatan masa kini.
Statistik Kunci:
Agregat: Real Madrid 1-5 Arsenal
Pencetak gol:
Arsenal: Bukayo Saka (65’), Gabriel Martinelli (90+3’)
Real Madrid: Vinícius Jr. (67’)
Peluang Tembakan (on target): Madrid 13 (3) – Arsenal 7 (5)