Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Transfer Panas! Rizky Ridho Diincar Como FC, Klub Bos Djarum Siap Orbitkan Bek Timnas Indonesia ke Serie A?

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 16 April 2025 | 02:44 WIB

TANGGUH: Rizky Ridho bermain tangguh ketika menghadapi Australia pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia disebut layak bermain di Eropa oleh Justin Hubner. (@rizkyridhoramadhani)
TANGGUH: Rizky Ridho bermain tangguh ketika menghadapi Australia pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia disebut layak bermain di Eropa oleh Justin Hubner. (@rizkyridhoramadhani)

RADAR KUDUS - Nama Rizky Ridho tengah jadi perbincangan hangat di bursa transfer Eropa.

Bek tengah andalan Timnas Indonesia itu dikabarkan masuk radar Como 1907, klub Serie A Italia yang dimiliki oleh Hartono bersaudara, taipan asal Indonesia di balik Grup Djarum.

Isu ini mencuat setelah Como sukses besar mengorbitkan para wonderkid muda ke pentas top Eropa.

Spekulasi berkembang, Ridho akan segera diboyong 

Kabar ini diperkuat dengan pernyataan Roberto Mancini, mantan pelatih timnas Italia, yang menilai Ridho punya kualitas setara bek top Eropa.

“Kalau dia lahir di sini (Eropa), mungkin sudah dibajak Barcelona atau Madrid sejak usia 17 tahun,” puji Mancini, seperti dikutip dari kanal YouTube Cetakgol IDN.


Como FC Siap Jadi Gudang Cuan Berkat Talenta Muda

Como 1907 bukan klub biasa. Di bawah kendali Grup Djarum, klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia ini terus melakukan investasi besar-besaran.

Pada bursa transfer musim dingin lalu, Como dikabarkan mengucurkan dana hingga 96 juta euro untuk mendatangkan 10 pemain baru, termasuk talenta muda potensial seperti Assane Diao, Nico Paz, dan Alex Valle.

Strategi agresif ini dikomandoi oleh pelatih anyar mereka, Cesc Fabregas, mantan gelandang legendaris Arsenal dan Barcelona.

Fabregas mengusung filosofi seperti Juventus, yaitu fokus membina pemain muda dan menciptakan aset jangka panjang.

“Kami ingin membangun sesuatu yang besar dari bawah. Juventus selalu ingin menang, tapi mereka juga punya proyek pembinaan. Kami pun begitu,” ujar Fabregas dalam sesi wawancara klub.


Langkah Cerdik: Bangun Tim Satelit hingga Kerja Sama dengan Virtus Verona

Guna memperkuat pembinaan pemain muda, Como bahkan menjalin kerja sama strategis dengan Virtus Verona, klub yang dikelola oleh Luigi Fresco.

Kolaborasi ini bertujuan menciptakan jalur pengembangan pemain dari level bawah hingga masuk tim utama Como.

“Ini adalah aliansi strategis yang akan memberi manfaat besar bagi kedua klub. Pemain muda kami bisa mendapatkan panggung di Como,” kata Fresco yang juga menjabat sebagai Presiden Virtus.

Como menyiapkan struktur mirip seperti AC Milan dan Atalanta, yang memiliki tim satelit untuk mengasah pemain muda sebelum debut di level tertinggi.


Cuan Besar Menanti: Diao dan Paz Dibidik Klub Raksasa

Berkat strategi ini, Como berpeluang meraih keuntungan finansial besar. Assane Diao, pemain asal Senegal yang direkrut dari Real Betis dengan harga relatif murah, kini diincar Manchester United.

Menurut situs Transfermarkt, harga Diao saat ini sudah menembus 25 juta euro—dua kali lipat dari harga belinya.

Sementara Nico Paz, yang direkrut dari Real Madrid, juga berpotensi kembali ke klub lamanya karena Madrid menyertakan klausul pembelian kembali.

Jika keduanya benar-benar hengkang, Como bisa meraup cuan bersih sekitar 15 juta euro, yang siap diputar untuk membeli pemain berkualitas lainnya—termasuk Rizky Ridho.


Rizky Ridho, Bek Masa Depan Asia Tenggara

Penampilan konsisten Ridho bersama Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional, termasuk Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia, membuatnya dilirik berbagai klub luar negeri.

Saat ini ia memperkuat Persija Jakarta, dan jadi pemain inti yang nyaris tak tergantikan. 


Dukungan Mancini Bisa Jadi Kunci

Komentar Roberto Mancini yang sangat positif terhadap Ridho bisa jadi dorongan besar. Eks pelatih Manchester City itu dikenal dekat dengan jaringan pelatih dan agen pemain di Italia.

Ia menilai Ridho punya visi bermain matang, cerdas membaca permainan, dan tenang saat mengatur lini belakang—karakteristik yang jarang dimiliki bek muda Asia.

“Dia punya ketenangan seperti bek Eropa. Cocok untuk skema taktis tim Italia yang membutuhkan kecerdasan dalam bertahan,” ujar Mancini lagi.


Transfer ke Serie A: Langkah Besar untuk Sepak Bola Indonesia

Jika transfer ini terealisasi, Rizky Ridho akan mengikuti jejak Jay Idzes, Mees Hilgers, dan Sandy Walsh yang lebih dulu mencicipi kompetisi Eropa.

Namun, Ridho akan menjadi satu dari sedikit pemain lokal Indonesia murni yang berhasil menembus liga top Eropa, sebuah lompatan signifikan dalam sejarah sepak bola nasional.

Editor : Mahendra Aditya
#Nilai pasar Rizky Ridho #Bos Djarum #Rizky Ridho ke liga Italia #Rizky Ridho belum bermain di luar negeri #Alasan Rizky Ridho belum abroad #Rizky Ridho ke Serie A #bek timnas indonesia #Rizky Ridho diincar COMO #Kontrak Rizky Ridho #Rizky Ridho