RADAR KUDUS - Julukan bagi klub sepak bola kerap menjadi identitas simbolik yang melekat erat dengan sejarah, budaya, bahkan mitologi yang melingkupi kota asalnya.
Sejumlah tim di Serie A Italia memiliki julukan yang unik, kebanyakan merujuk pada warna jersey mereka.
Namun, lebih dari sekadar warna, klub-klub Serie A turut memuat kisah-kisah mitologis dan filosofi kota dalam identitas mereka.
Julukan seperti “La Viola” untuk Fiorentina, “I Blucerchiati” untuk Sampdoria, “Rossoblu” untuk Bologna, hingga “Gli Azzurri” untuk Empoli dan Napoli, menjadi cerminan visual dari seragam kebesaran yang mereka kenakan.
Namun, kekhasan Serie A tak berhenti di sana. Warisan sejarah Romawi dan Yunani yang mendalam ikut membentuk identitas klub, tercermin dari nama hingga lambang serta julukan mereka.
1. Dari Serigala hingga Elang: Rivalitas Ibukota Roma dan Lazio
Duo klub ibu kota, AS Roma dan SS Lazio, merupakan contoh paling menonjol dalam hal adopsi unsur mitologis dalam identitas mereka.
AS Roma dijuluki “I Lupi” yang berarti "Serigala", merujuk langsung pada mitos pendirian Kota Roma.
Dalam legenda Romawi, Romulus dan Remus — dua anak kembar yang dibesarkan oleh serigala betina — menjadi tokoh sentral kelahiran kota tersebut.
Lambang AS Roma pun menampilkan figur serigala bersama dua bayi, simbol sejarah dan kebanggaan kota abadi.
Baca Juga: Kisah Seria A: Legenda AC Milan yang Dianggap Gila karena Tolak Pindah ke Real Madrid
Sebaliknya, rival sekotanya Lazio memilih julukan “Le Aquile” atau “Aquilotti” (Elang).
Lambang elang pada klub ini bukan sekadar estetika, melainkan representasi dari Aquila, simbol Dewa Zeus dalam mitologi Yunani.
Filosofi tersebut diusulkan oleh pendiri klub, Luigi Bigiarelli, dan dipadukan dengan warna kebesaran Lazio, putih dan biru langit, yang memberi mereka julukan tambahan “I Biancocelesti”.
Julukan serupa juga melekat pada Spezia, yang kerap disebut “Aquilotti”.
Namun, asal muasal elang dalam identitas klub asal Liguria itu masih menjadi teka-teki sejarah.
2. I Partenopei: Napoli dan Kisah Cinta Tragis Parthenope
Napoli menyandang julukan ikonik “I Partenopei”, mengacu pada Parthenope, sosok sirene dalam mitologi Yunani yang konon tubuhnya terdampar di tempat yang kini dikenal sebagai Naples.
Parthenope, yang gagal memikat hati Odysseus dengan suara merdunya, menjadi simbol abadi kota tersebut.
Selain itu, Napoli juga dijuluki “Gli Azzurri” karena warna jersey birunya, serta “I Ciucciarelli” atau Si Keledai Kecil — julukan yang muncul dari masa lalu klub ketika keledai menjadi simbol kerendahan hati dalam perjuangan klub tersebut.
3. Nerazzurri dan Filosofi Sang Dewi (Inter & Atalanta)
Lombardia menjadi rumah bagi dua klub biru-hitam yang sama-sama dijuluki “Nerazzurri”, yakni Internazionale Milan dan Atalanta.
Meski serupa dalam warna, makna historis keduanya berbeda jauh.
Inter Milan memiliki julukan lain, “Il Biscione” atau Ular Besar. Simbol ular tersebut berasal dari lambang House of Visconti, keluarga bangsawan yang pernah menguasai Milan pada abad pertengahan.
Baca Juga: Kisah Serie A: Asal-Usul Nama Derby della Madonnina dalam Laga Ac Milan vs Inter Milan
Sementara Atalanta membawa nuansa mitologi Yunani. Klub asal Bergamo itu dikenal pula dengan julukan “La Dea” atau Sang Dewi, merujuk pada Atalanta, sosok wanita tangguh dan cepat dalam kisah klasik.
Tokoh ini dikenal karena keberaniannya menantang pria dalam lomba lari dan kerap keluar sebagai pemenang.
4. AC Milan: Dari Api Merah hingga Sosok Iblis
AC Milan mengusung filosofi berbeda lewat julukan “Il Diavolo” atau Iblis Merah.
Julukan ini muncul dari pernyataan pendiri klub, Herbert Kilpin, yang menyebut Milan akan menjadi tim iblis — merah seperti api, hitam seperti ketakutan yang mereka ciptakan untuk lawan.
Warna tersebut kemudian menjadi identitas tetap Milan hingga kini, disimbolkan dengan julukan “Rossoneri”.
5. Simbol Kota sebagai Identitas Klub
Beberapa klub Serie A mengadopsi simbol kota sebagai bagian dari identitas mereka.
Genoa, misalnya, dikenal sebagai “Il Grifone”, merujuk pada makhluk mitologi Griffin yang menjadi lambang kota pelabuhan tersebut.
Venezia FC, yang berasal dari kota Venesia, menjuluki dirinya “I Leoni Alati” atau Singa Bersayap — lambang resmi Provinsi Venesia yang juga tersemat dalam logo klub.
6. Hellas Verona dan Warisan Yunani
Dibentuk oleh siswa sekolah menengah atas pada awal abad ke-20, Hellas Verona menyandang nama “Hellas” sebagai bentuk penghormatan terhadap Yunani kuno.
Klub ini dikenal dengan julukan “I Mastini”, terinspirasi dari Mastino I della Scala, bangsawan Verona di abad ke-13.
Dua anjing Mastiff dalam logo klub menegaskan keterkaitan historis tersebut.
7. Banteng Turin dan Sang Nyonya Tua dari Juventus
Dari Turin, Torino FC dikenal dengan julukan “Il Toro” atau Si Banteng — simbol historis kota tersebut.
Rival abadinya, Juventus, mengusung julukan “Le Zebre” karena jersey hitam-putihnya, sama seperti Udinese yang dijuluki “Le Zebrette”.
Namun, Juventus juga dikenal dengan sebutan ikonik “La Vecchia Signora” atau “Sang Nyonya Tua”.
Julukan ini berawal dari ejekan — Juventus berarti ‘pemuda’ dalam bahasa Latin, namun karena merupakan salah satu klub tertua di Italia, maka panggilan “nyonya tua” dianggap sebagai sindiran yang ironis namun kini justru menjadi simbol keanggunan dan kejayaan.
8. Cagliari: Wakil Pulau Sardinia
Cagliari, satu-satunya wakil Serie A dari Pulau Sardinia, dikenal dengan berbagai julukan yang mencerminkan identitas geografisnya: “Gli Isolani” (Penduduk Pulau), “I Sardi” (Orang Sardinia), serta “Casteddu”, yang berarti Cagliari dalam bahasa lokal Sardinia.
Baca Juga: Kisah Serie A: Hidetoshi Nakata Sang Samurai Jepang yang Menjadi Legenda di Italia
Dari simbol hewan mitologis hingga representasi kota dan warna kebesaran, julukan klub-klub Serie A Italia bukan sekadar nama panggilan, melainkan refleksi dari sejarah panjang, kebanggaan lokal, dan filosofi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Di balik nama-nama besar seperti “I Lupi”, “La Dea”, hingga “Il Diavolo”, tersimpan kisah budaya dan legenda yang memperkaya lanskap sepak bola Negeri Pizza.
Jadi, dari sekian banyak julukan tersebut, apa julukan klub favorit anda? (*)
Editor : Ali Mustofa