RADAR KUDUS – Air mata, sorak-sorai, dan senyuman penuh makna menyelimuti Gimnasium Samsan World pada Selasa (8/4).
Di balik kemenangan dramatis Pink Spiders atas Red Sparks di final V-League 2024/2025, satu sosok jadi pusat perhatian: Kim Yeon Koung.
Di usia 36 tahun, sang legenda voli Korea Selatan akhirnya menutup karier panjangnya dengan cara paling sempurna—memenangkan gelar juara Liga Voli Korea di musim terakhirnya.
Ini adalah trofi yang lama dinanti, dan kini ia bisa menggantung jersey dengan kepala tegak, sebagai pemenang sejati.
Baca Juga: Pink Spiders Juara! Red Sparks Kalah Tipis pada Set Kelima, Megawati Sudah Lakukan yang Terbaik
Perjalanan Menuju Akhir yang Indah
Kim Yeon Koung bukan nama asing di dunia voli. Karier internasionalnya menjulang tinggi, mulai dari Olimpiade hingga bermain di liga-liga top Eropa dan Asia.
Namun satu yang belum lengkap: gelar juara liga domestik di Korea Selatan sejak kepulangannya ke Pink Spiders.
Di final leg kelima, Kim tampil sebagai pilar kekuatan mental dan teknis. Ia memimpin Pink Spiders menang di dua set pertama, dan ketika Red Sparks bangkit menyamakan 2-2, ketenangannya menjadi kunci kebangkitan di set kelima yang krusial.
Akhir Era, Awal Legenda Abadi
"Ini lebih dari sekadar kemenangan," ujar Kim dalam wawancara pascalaga. "Ini adalah penutup dari perjalanan panjang. Saya bangga bisa melakukannya bersama Pink Spiders dan di depan publik Korea."
Selama lebih dari satu dekade, Kim Yeon Koung telah menjadi wajah bola voli Korea. Dia adalah inspirasi bagi generasi muda, simbol disiplin, kerja keras, dan dedikasi total. Dengan pensiunnya Kim, V-League kehilangan salah satu ikon terbesarnya.
Respek dari Lawan: Megawati, Pewaris Tahta Asia
Di sisi lain net, Megawati Hangestri dari Red Sparks tampil luar biasa dan menyita perhatian. Dalam laga final, ia beberapa kali terlibat duel tajam dengan Kim Yeon Koung. Dan meski kalah, Megawati tak sungkan memberikan respek tinggi.
"Kim Yeon Koung adalah legenda. Bisa satu lapangan dengan dia di final adalah kehormatan," ujar Megawati.
Banyak yang melihat ini sebagai momen simbolik: sang ratu pensiun, dan sang pewaris dari Asia Tenggara mulai mengukir sejarahnya.
Terima Kasih, Kim Yeon Koung
Dengan trofi V-League 2025 kini di tangannya, Kim Yeon Koung telah menuntaskan misinya. Ia bukan hanya juara di lapangan, tapi juga juara di hati jutaan penggemar.
Korea Selatan boleh berpisah dengan pemain terbaiknya, tapi warisan Kim Yeon Koung akan terus hidup—di setiap servis, setiap spike, dan setiap generasi baru yang terinspirasi olehnya.
Selamat pensiun, Kim Yeon Koung. Ratu voli Korea selamanya. (*)
Editor : Mahendra Aditya