RADAR KUDUS - Alessandro Nesta, salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Italia, menyimpan kisah menarik terkait tawaran Real Madrid saat masih membela Lazio.
Sebagai legenda sepak bola Italia, Nesta dikenal sebagai benteng pertahanan tangguh yang pernah memperkuat Lazio dan AC Milan.
Godaan Real Madrid dan Kesetiaan Nesta di Lazio
Pada awal 2000-an, Nesta menjadi salah satu bek paling disegani di Eropa. Ketangguhannya di lini belakang Lazio membuat banyak klub elite mengincarnya, termasuk raksasa Spanyol, Real Madrid.
Dikutip dari Marca, tawaran dari Los Blancos datang menjelang musim 2002-2003, saat Nesta masih berseragam Lazio.
Meski Real Madrid merupakan salah satu klub terbesar di dunia, Nesta tetap berpegang teguh pada kesetiannya.
Bahkan, ia sempat mendapat ajakan langsung dari Fernando Hierro, kapten Real Madrid saat itu, dalam sebuah laga persahabatan.
"Setelah pertandingan, Hierro menghampiri saya dan berkata, 'Kamu harus datang ke Real Madrid, apa yang kamu lakukan di Lazio?' Saya hanya menjawab, 'Kamu gila, saya bermain untuk Lazio'," kenang Nesta, dikutip dari Football Italia.
Kesetiaan Nesta kepada Lazio kala itu membuatnya mendapat julukan sebagai pemain yang ‘gila’ karena menolak kesempatan bergabung dengan tim sekelas Real Madrid.
Lazio dalam Krisis, Tawaran AC Milan Tak Terelakkan
Namun, kesetiaan Nesta di Lazio tak bertahan selamanya. Krisis finansial yang melanda klub membuat mereka terpaksa melepas beberapa pemain bintangnya, termasuk Nesta.
AC Milan datang dengan tawaran yang sulit ditolak. Nesta pun akhirnya hengkang ke San Siro pada musim panas 2002.
Keputusan tersebut terbukti tepat, karena di musim pertamanya bersama Rossoneri, ia langsung meraih gelar Liga Champions dan Coppa Italia.
"Setahun sebelum saya pergi ke Milan, Real Madrid sudah menelepon, tapi saya tetap ingin bertahan di Lazio," ujar Nesta. "Namun, saat Milan datang dan Lazio mulai runtuh, saya harus pergi. Pada tahun pertama di San Siro, kami langsung memenangkan Liga Champions dan Coppa Italia."
Meski awalnya sulit beradaptasi di Milan, Nesta perlahan menemukan ritmenya dan menjadi bagian tak tergantikan dari pertahanan AC Milan.
"Empat bulan pertama saya sangat buruk karena masih sulit melepaskan diri dari Roma, tetapi begitu saya menyadari di mana saya berada, saya mulai bekerja lebih keras," ungkapnya.
Kesuksesan Besar Bersama AC Milan dan Timnas Italia
Bersama AC Milan, Nesta meraih berbagai gelar prestisius. Menurut Transfermarkt, ia memenangkan dua trofi Liga Champions, satu Piala Dunia Antarklub, serta tiga gelar Serie A.
Selain itu, ia juga meraih tiga Piala Super Eropa, satu Piala Winners bersama Lazio, tiga Coppa Italia, dan tiga Piala Super Italia.
Baca Juga: Duh, Hak Siar Serie A Sampai Detik Ini Belum Masuk Indonesia, Batal? Begini Penjelasannyaa
Puncak kejayaan Nesta di level internasional terjadi pada 2006, ketika ia menjadi bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia di Jerman.
Di penghujung kariernya, Nesta sempat bermain di Major League Soccer (MLS) bersama Montreal Impact dan menutup kariernya dengan trofi Piala Kanada.
Dari Lazio hingga AC Milan, Nesta membuktikan dirinya sebagai salah satu bek terbaik dalam sejarah sepak bola, dengan loyalitas dan dedikasi yang tak diragukan.
Editor : Ali Mustofa