RADAR KUDUS – Duel panas bakal tersaji di Stadion Tuban Sport Center sore ini (18/2) saat Persela Lamongan berhadapan dengan Persijap Jepara.
Pertandingan ini bukan sekadar pertarungan di lapangan, tetapi juga adu strategi antara dua mantan penggawa Timnas Indonesia, Zulkifli Syukur yang menukangi Persela dan Widodo C Putro yang menakhodai Persijap.
Bagi kedua tim, laga ini menjadi penentu nasib. Persijap, yang saat ini berada di posisi kedua dengan enam poin, harus menang untuk mengamankan tiket play-off promosi ke Liga 1.
Sementara itu, Persela yang terpuruk di dasar klasemen Grup Y dengan empat poin, wajib meraih kemenangan demi menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Harga Diri Persela Dipertaruhkan
Persela Lamongan datang ke laga ini dengan catatan buruk. Lima pertandingan di babak 8 besar Liga 2 telah mereka jalani, namun belum satu pun berakhir dengan kemenangan.
Kondisi ini membuat tekanan semakin besar di kubu Laskar Joko Tingkir.
Pelatih Persela, Zulkifli Syukur, menegaskan bahwa laga ini adalah soal harga diri. Bermain di kandang sendiri, mereka tak boleh lagi kehilangan poin.
"Terpenting, pemain harus betul-betul menjalankan tugasnya dan bertanggung jawab," ujar eks pemain Timnas Indonesia itu.
Dukungan suporter juga diharapkan bisa menjadi energi tambahan bagi Persela untuk tampil habis-habisan.
Dengan formasi 4-4-2, mereka akan mengandalkan duet Samsul Arif dan Ezechiel di lini depan untuk membongkar pertahanan Persijap.
Baca Juga: Persijap Jepara Gagal Raih Poin Penuh dari Bhayangkara Presisi FC, Kesempatan Promosi Masih Terbuka
Persijap Wajib Menang untuk Amankan Play-Off
Di kubu Persijap, tekanan tak kalah besar. Meski saat ini berada di posisi kedua dengan enam poin, posisi mereka masih belum aman.
Jika hanya bermain imbang atau kalah, nasib Laskar Kalinyamat akan sangat bergantung pada hasil laga antara PSKC Cimahi (5 poin) melawan pemuncak klasemen Bhayangkara Presisi FC (9 poin).
Pelatih Persijap, Widodo C Putro, meminta para pemainnya tetap fokus dan menjaga mental bertanding.
"Saya memandang tidak ada yang mustahil bagi kita. Ini sepak bola. Mungkin Persela tuan rumah, kuat, tapi kita tidak tahu apa yang terjadi nanti.
Yang terpenting adalah konsistensi pemain, mentality pemain tetap dijaga," tegas Widodo.
Persijap akan mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Rosalvo Candido Rosa Junior sebagai kapten di lini depan.
Sementara lini tengah akan dikomandoi Rahmatsho Rahmatzoda dan David Laly untuk menopang serangan.
Laga Hidup Mati di Tuban
Dengan tekanan yang sama-sama tinggi, pertandingan sore ini dipastikan berlangsung sengit.
Persela akan berusaha keras memanfaatkan status tuan rumah, sementara Persijap akan tampil dengan determinasi tinggi demi menjaga peluang promosi ke Liga 1.
Laga ini bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga tentang mentalitas dan daya juang. Siapa yang lebih siap, dialah yang akan keluar sebagai pemenang.
Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang? Persela dengan kebangkitan di kandang, atau Persijap yang ingin mengamankan tiket ke play-off? Semua akan terjawab di Tuban sore ini! (rom)