PATI – Persipa Pati menghadapi ujian berat dalam empat laga terakhir babak playoff Liga 2.
Dua pertandingan yang seharusnya berakhir dengan kemenangan justru berujung kekecewaan setelah keunggulan yang sudah di depan mata menguap di menit-menit akhir.
Jika penyakit "nyaris menang" ini terus berlanjut, kans mereka untuk bertahan di Liga 2 akan semakin menipis.
Baca Juga: Bertandang ke Markas Persipura Jayapura, Kemenangan Persipa Pati Buyar pada Menit Akhir, Ini Skornya
Peluang meraih tiga poin penuh sebenarnya sudah terbuka saat menjamu RANS Nusantara FC, namun pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.pati
Hal serupa terjadi ketika bertandang ke markas Persipura Jayapura, di mana Persipa unggul hingga menit ke-90, tetapi kembali harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Situasi ini menjadi peringatan serius bagi tim berjuluk Laskar Saridin untuk tidak lagi kehilangan poin berharga di sisa laga playoff.
Pelatih Persipa, Bambang Nurdiansyah, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya gagal mengamankan kemenangan kontra Persipura. “Seharusnya kami menang.
Satu menit lagi injury time, kami kecolongan. Tapi inilah sepak bola, bermain di Jayapura menghadapi Persipura bukan pekerjaan mudah,” ujarnya.
Ia pun mengakui bahwa pengalaman dan kecerdikan Boaz Salossa menjadi faktor utama dalam gol penyama kedudukan Persipura di penghujung laga.
Situasi ini menjadi tamparan bagi Persipa agar lebih fokus hingga peluit panjang berbunyi.
Bambang Nurdiansyah menegaskan bahwa seluruh pertandingan di babak playoff ini adalah final yang tidak boleh disia-siakan.
Terlebih, hanya peringkat pertama dan kedua yang otomatis bertahan di Liga 2, sementara posisi lainnya terancam degradasi.
Skenario Bertahan: Wajib Menang di Kandang, Curi Poin di Tandang
Persipa masih memiliki dua laga kandang dan dua laga tandang yang harus dimaksimalkan.
Pada 13 Februari, mereka akan menjamu Persipura di Stadion Joyokusumo, sebuah laga yang menjadi misi balas dendam setelah kehilangan dua poin berharga di pertemuan sebelumnya.
Kemudian, pada 17 Februari, mereka akan bertandang ke markas Persipal Palu, tim yang juga berjuang keras untuk menghindari degradasi.
Setelah itu, Persipa akan kembali bermain di kandang menghadapi Persikas Subang pada 21 Februari, sebelum menutup perjalanan playoff dengan laga sulit melawan RANS Nusantara FC pada 25 Februari.
Semua tim di grup K masih memiliki peluang yang sama untuk finis di dua besar, sehingga setiap poin akan sangat krusial.
Yudianto, salah satu suporter setia Persipa, menyatakan kekhawatirannya atas tren buruk tim yang kerap kebobolan di menit-menit akhir.
“Kami ingin para pemain lebih fokus sampai peluit akhir. Jangan sampai kejadian lawan Persipura terulang lagi.
Kalau bisa menang, jangan sampai hanya dapat satu poin. Andai kami bisa mengamankan tiga poin di Jayapura, posisi Persipa saat ini pasti jauh lebih baik,” keluhnya.
Menurutnya, Persipa tidak boleh lagi kehilangan fokus jika ingin bertahan di Liga 2.
"Target utama adalah bertahan. Jika terdegradasi, kembali naik ke Liga 2 akan jauh lebih sulit.
Maka dari itu, tim harus memanfaatkan laga kandang untuk meraih poin penuh dan setidaknya mencuri poin dalam laga tandang," tegasnya.
Laga Hidup Mati Menanti Persipa
Dengan kondisi klasemen yang masih sangat ketat, setiap pertandingan akan menjadi laga hidup mati bagi Persipa.
Mereka harus membuang kebiasaan lengah di menit akhir dan menampilkan mentalitas juara di sisa pertandingan.
Jika berhasil menyapu bersih laga kandang dan mencuri setidaknya satu atau dua poin di tandang, peluang bertahan di Liga 2 akan terbuka lebar.
Namun, jika tren buruk ini berlanjut, bukan tidak mungkin Persipa harus rela turun kasta dan berjuang dari awal lagi di kompetisi yang lebih rendah.
Semua ada di tangan para pemain dan pelatih, apakah mereka mampu menjawab tantangan ini atau kembali terpuruk di momen-momen krusial? Semua akan terjawab dalam empat laga mendatang.(aua)
Editor : Mahendra Aditya