JEPARA — Persijap Jepara kembali gagal mempersembahkan kemenangan bagi para pendukungnya kala menjamu Persela Lamongan kemarin malam (27/1).
Laga yang diselenggarakan di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara itu berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Hasil itu membuat tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu beranjak dari dasar klasemen sementara Grup Y babak play off promosi Liga 2 musim ini.
Saat ini, Laskar Kalinyamat baru mengantongi 1 poin dari 2 laga yang telah dijalani di babak play off promosi.
Dengan begitu, jalan yang harus ditempuh bagi Persijap untuk bisa lolos ke babak semifinal Liga 2 musim ini dipastikan lebih berat.
Di sisi lain, evaluasi besar coba dicari oleh tim pelatih.
Pasalnya, dengan hasil imbang tersebut mencatatkan Persijap Jepara belum mampu menang dalam 4 laga terakhir.
2 laga di babak pendahuluan, dan 2 laga di babak play off promosi. Dalam 4 laga tersebut, Persijap 2 kali bermain imbang, dan 2 kali kalah.
Ironisnya, hasil imbang yang didapat Persijap itu justru saat tim bermain di hadapan publik sendiri, Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.
Yaitu kala menjamu Adhyaksa FC 5 Januari lalu pada babak pandahuluan, dan kala menjamu Persela Lamongan kemarin malam (27/1) di babak play off promosi.
Head Coach Persijap Jepara Widodo C Putro pun meminta maaf kepada para supporter atas torehan tersebut.
”Saya berprinsip kami harus dapat poin penuh di sini. Harus mengamankan poin penuh. Ternyata hasil berbicara lain. Masih tetap 0-0,” ungkap Widodo.
Secara permainan, di laga melawan Persela Lamongan itu Persijap Jepara kalah dalam ball possession.
Penguasaan bola Laskar Kalinyamat sebesar 48 persen, sementara Persela Lamongan mencapai 52 persen.
Namun, Persijap lebih sering melepaskan tembakan. Tercatat, anak asuh Widodo C Putro melepaskan 17 tembakan.
Di mana, 6 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Persela, hanya mampu melepaskan 5 tembakan, namun tak ada satupun yang mengarah ke gawang.
Zulham Zamrun, penggawa Persijap yang malam itu diturunkan sebagai starter menegaskan ia bersama para pemain lainnya telah berupaya untuk bisa memenangkan pertandingan.
”Kami sudah menjalankan semua yang diberikan tim pelatih. Strategi, kerja keras, dan kekompakan. Semua sudah kami lakukan. Tapi mungkin yang belum kami dapatkan yaitu faktor luck. Faktor keberuntungan,” ungkap pemain asal Ternate tersebut.
Sementara itu, Head Coach Persela Lamongan Zulkifli Syukur mengaku kurang puas dengan hasil imbang tersebut.
Pasalnya, ia menargetkan kemenangan kala melawat ke Jepara. Meski begitu, hasil tersebut tetap ia syukuri.
Sehingga kala timnya pulang ke Lamongan tidak membawa tangan hampa.
Tambahan 1 poin itu masih mengamankan Persela Lamongan menduduki peringkat kedua klasemen sementara Grup Y dengan torehan 2 poin. (rom/war)
Editor : Ali Mustofa